Munaslub Partai Golkar
Minggu, 26 Juli 2026 22:02 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya memperkuat kaderisasi dengan mengembalikan pola rekrutmen kader melalui organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan Partai Golkar. Langkah tersebut dipandang sebagai strategi untuk menyiapkan kader berkualitas sekaligus memperkuat mesin partai menghadapi Pemilu 2029.
Komitmen itu disampaikan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), saat memberikan pengarahan pada Rapat Pleno I dan Orientasi PDK Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan di Hotel Almadera Makassar, Minggu (26/7/2026).
Ilham mengatakan, pascareformasi peran organisasi-organisasi pendiri Partai Golkar mengalami penurunan. Karena itu, kepengurusan baru Kosgoro 1957 diharapkan mampu menjadi pintu utama lahirnya kader-kader Partai Golkar di masa depan.
“Yang paling penting sekarang yang kita pikirkan adalah bagaimana Kosgoro betul-betul mampu mempersiapkan kader-kadernya untuk menjadi batu loncatan masuk di Partai Golkar. Kita ingin seluruh rekrutmen kader itu berasal dari organisasi pendiri dan organisasi yang didirikan Partai Golkar,” ujarnya.
Baca Juga:
Menurut Ilham, proses kaderisasi harus dilakukan secara sistematis melalui program-program yang nyata dan menyentuh kebutuhan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat, kata dia, menjadi fondasi utama sebelum seseorang memasuki dunia politik.
Ia menilai organisasi kemasyarakatan tidak boleh hanya berorientasi pada jabatan politik, melainkan harus lebih dahulu membangun rekam jejak pengabdian. Dengan demikian, kader yang nantinya mendapat amanah politik memiliki legitimasi yang lahir dari kerja nyata di tengah masyarakat.
Selain memperkuat kaderisasi, Ilham juga meminta Kosgoro 1957 mengambil peran sebagai garda terdepan dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat.
Menurutnya, pendidikan politik yang baik akan memperkuat kepercayaan publik sekaligus menjadi sarana mencetak kader-kader berkualitas bagi Partai Golkar.
“Kalau Kosgoro mampu memberikan pencerahan politik kepada masyarakat dan menghadirkan pengabdian yang nyata, saya yakin akan semakin banyak masyarakat yang bergabung. Dari situlah kader ditempa sebelum masuk ke Partai Golkar,” katanya.
Ilham juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan strategi kaderisasi dengan perubahan demografi pemilih. Menurutnya, mayoritas pemilih pada Pemilu 2029 berasal dari kalangan milenial, Generasi Z, dan pemilih pemula.
Karena itu, organisasi pendiri Partai Golkar dituntut lebih terbuka, adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi, serta memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berkreasi dan berkontribusi.
Sementara itu, Ketua PDK Kosgoro 1957 Sulawesi Selatan, Haris Yasin Limpo, menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti arahan DPD I Partai Golkar Sulsel melalui penguatan kaderisasi hingga ke daerah.
Baca Juga:
Menurut Haris, kepengurusan Kosgoro 1957 akan diperkuat dengan kolaborasi antara kader senior dan generasi muda agar mampu menjawab tantangan politik ke depan.
“Kami ingin mempersiapkan kader-kader muda yang nantinya siap masuk dalam kontestasi politik. Semua ini dalam rangka pemenangan Partai Golkar pada pemilu yang akan datang,” ujarnya.
Melalui penguatan organisasi pendiri, DPD I Partai Golkar Sulsel berharap proses kaderisasi dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan mampu melahirkan sumber daya politik yang siap memperkuat Partai Golkar menghadapi kontestasi Pemilu 2029. (****)