YTIRT Jadi Tim dengan Peraih Emas Terbanyak di Kejurnas MTB Downhill 2026

YTIRT Borong 2 Emas dan 1 Perunggu di Kejurnas MTB Downhill 2026 (YTIRT)

JAKARTA – Yeti Tribe Indonesia Racing Team (YTIRT), tim balap MTB Downhill bentukan komunitas sepeda gunung terbesar di Indonesia, Yeti Tribe Indonesia (YTI), kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) MTB Downhill 2026 yang berlangsung di Sebex Bike Park, Gunung Pancar, Bogor, pada 18-19 Juli 2026, para pembalap YTIRT menjadi tim dengan raihan podium pertama terbanyak.

Tampil di tiga kelas berbeda, women junior, men youth dan men elite, 4 pembalap YTIRT yang kali ini mewakili 2 daerah, Jawa Barat dan Jawa Timur, berhasil meraih 2 medali emas dan 1 medali perunggu. Tsuraya Azwa Pambudi tampil podium 1 (Gold Medal) di kelas women junior, Maliq Pattu Putra Arung sukses menjadi jawara 1 (Gold Medal) di kelas men youth dan Yosi Saputro menempati P3 (Brown Medal) di kelas paling top, men elite. Sementara Muhammad Hafizh Kamil Abdussalam (Kamil) berada di P9 kelas men youth.

Kejurnas MTB Downhill 2026 merupakan agenda resmi dari PB ISSI (ICF) sebagai lembaga tertinggi yang memayungi olahraga balap sepeda di Indonesia. Di tahun 2025, saat kejurnas berlangsung di Yogyakarta, pebalap YTIRT Tsuraya Azwa Pambudi yang tampil di kelas women youth juga meraih podium pertama (National Champion).

Pembalap YTI Racing Team berhasil meraih 2 medali emas dan 1 medali perunggu

BACA JUGA: Yeti Tribe Indonesia Gelar Gobar di Yogya, Kenalkan Alam dengan Bersepeda

Direktur dan Manajer tim YTI Racing Team (YTIRT) Suhartono Nuriswan menjelaskan, dalam Kejurnas MTB Downhill ini pembalap-pembalap YTIRT mewakili daerah yang berbeda. Maliq Pattu membela Jawa Timur, sedangkan Tsuraya, Kamil dan Yosi berbendera Jawa Barat. "Kompetisi dalam Kejurnas memang melibatkan ISSI daerah. Namun semua pebalap berada di bawah tim YTRT dan telah disiapkan untuk menjadi juara dengan berlatih penuh selama satu bulan di Boyolali, Jawa Tengah," jelas Suhartono dalam keterangan resminya, Senin, 19 Juli 2026.

Suhartono menambahkan, keberhasilan pembalap-pembalap YITRT meraih podium juara tidak lepas dari disiplin dan kerja keras mereka bersama tim pelatih yang dikomandani oleh coach Andi Gundul, co coach Daru Kurniawan serta coach Priyo Susanto.

Suhartono juga menyampaikan apresiasi kepada para Tribe (sebutan anggota komunitas YTI) yang terus mendukung tim YTIRT. "Kami bangga menjadi bagian dari komunitas YTI yang selalu konsisten untuk mendukung YTIRT dengan segala keterbatasan dan kelebihannya. Terima kasih kepada para tribe yang membuat YTIRT selalu memacu diri untuk terus berprestasi," ujarnya.

Kun Wahyu Winasis, Chief Yeti Tribe Indonesia periode 2025-2026 menegaskan, prestasi pembalap-pembalap YTIRT merupakan hasil kerja kolektif dan bukti bahwa komunitas memiliki peran penting dalam perkembangan prestasi sepeda di Indonesia, khususnya cabang downhill.

"Sejak membentuk YTIRT tahun 2025 lalu prestasi tim ini luar biasa. Kami sampaikan apresiasi kepada tim YTIRT dan seluruh Tribe yang menjadikan ide membentuk tim balap downhill bisa terwujud dan sukses meraih banyak gelar juara. Sekali lagi terima  kasih buat Tribes di seluruh Indonesia," tegas Kun Wahyu.

Dalam kesempatan yang sama Kun Wahyu juga memberikan apresiasi kepada para sponsor yang memungkinan YTIRT terus berkompetisi di berbagai event downhill Indonesia. Dengan torehan prestasi ini diharapkan pembalap-pembalap juga YTIRT akan semakin termotivasi untuk berlatih dan mengoptimalkan setiap peluang kompetisi, termasuk event downhill international.

Sponsor utama Yeti Tribe Indonesia Racing Team (YTIRT) adalah Lion Air Group. Selain itu, tim downhill ini juga didukung oleh korporasi besar seperti Sinar Mas Land, distributor resmi Siemens (Vepro Nusa Persada), Ohlins Indonesia, Velo Cycle BSD, PVR Industry dan berbagai brand ternama lainnya di industri sepeda.

"Kepercayaan sponsor menjadi kunci prestasi YTIRT. Semoga kedepan akan lebih banyak lagi partner yang bisa mendukung YTIRT untuk berprestasi lebih baik di panggung nasional dan international," tutup Kun Wahyu.

Editor: Redaksi Daerah
Justina Nur Landhiani

Justina Nur Landhiani

Lihat semua artikel

Related Stories