Ternyata Tenis Memberi Efek Kesehatan Jangka Panjang

Olahraga raket tenis. (freepik.com/artursafronovvvv)

MAKASSARINSIGHT.com – Tenis bukan sekadar permainan, melainkan sebuah gaya hidup. Kamu mungkin pernah mendengar bahwa tenis adalah olahraga seumur hidup. Berbagai penelitian telah mendukung gagasan tersebut, dan hasilnya menunjukkan bahwa tenis termasuk salah satu olahraga terbaik untuk dimainkan sepanjang hidup.

Dilansir dari USTA Southern California, kombinasi antara aktivitas fisik, stimulasi mental, dan interaksi sosial membuat tenis layak disebut sebagai olahraga seumur hidup. Mulai dari anak muda hingga pemain berpengalaman, semua kelompok usia dapat merasakan manfaat dari memegang raket dan bermain di lapangan.

Bukan rahasia lagi bahwa menjalani gaya hidup aktif dapat membantumu hidup lebih lama. Penelitian telah menunjukkan bahwa aktivitas fisik sedang secara teratur memiliki efek kesehatan yang bermanfaat dan dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit.

Baca Juga: 

Orang yang rutin bermain tenis setidaknya tiga jam per minggu dengan intensitas sedang hingga tinggi dapat menurunkan risiko kematian hingga 50%, tanpa memandang penyebabnya. Keterlibatan dalam olahraga raket, termasuk tenis, terbukti mampu mengurangi risiko kematian secara keseluruhan sebesar 47% dan menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular hingga 56%.

Bahkan, pemain tenis memiliki harapan hidup rata-rata 9,7 tahun lebih panjang dibandingkan orang yang jarang atau tidak aktif berolahraga. Angka peningkatan usia tersebut merupakan yang tertinggi di antara seluruh cabang olahraga yang diteliti, mengungguli sepak bola (4,7 tahun), bersepeda (3,7 tahun), berenang (3,4 tahun), dan jogging (3,2 tahun).

Sementara, sebuah penelitian tahun 2020 yang dimuat dalam International Journal of Exercise Science menyebutkan pemain tenis rekreasional yang bermain setidaknya dua kali seminggu cenderung memiliki risiko obesitas yang lebih rendah, tingkat energi yang lebih baik, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan yang lebih optimal.

Olahraga tenis. (freepik.com)

Dari perspektif kesehatan fisik, tenis menawarkan latihan seluruh tubuh yang meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan daya tahan kardiovaskular. Sifat dinamis permainan ini, dengan gerakan konstan, lari cepat, dan perubahan arah yang cepat, membantu meningkatkan kelincahan, kecepatan, dan koordinasi.

Selain itu, gerakan berulang yang terlibat dalam mengayunkan raket dan memukul bola berkontribusi pada perkembangan otot dan kepadatan tulang, mengurangi risiko osteoporosis dan kondisi terkait usia lainnya.

Selain manfaat fisik, tenis juga memberikan banyak keuntungan bagi kesehatan mental. Unsur strategis dalam permainan ini mengharuskan pemain untuk berpikir cepat, mengantisipasi gerakan lawan, dan membuat keputusan sepersekian detik di bawah tekanan.

Stimulasi mental ini dapat meningkatkan fungsi kognitif, meningkatkan keterampilan pemecahan masalah, dan meningkatkan suasana hati serta kesejahteraan secara keseluruhan. Selain itu, fokus dan konsentrasi yang dibutuhkan selama pertandingan dapat berfungsi sebagai bentuk latihan kesadaran (mindfulness), yang mendorong pengurangan stres dan relaksasi.

Salah satu aspek yang paling dihargai dari tenis sebagai olahraga seumur hidup adalah dimensi sosialnya. Baik bermain tunggal atau ganda, tenis menumbuhkan persahabatan, kerja tim, dan sportivitas. Pengalaman bersama dalam berkompetisi di lapangan menciptakan ikatan yang melampaui usia, latar belakang, dan tingkat keterampilan.

Dari pertandingan santai bersama teman hingga turnamen kompetitif dan permainan liga, tenis memberikan peluang untuk terhubung dan membangun komunitas yang dapat berlangsung seumur hidup.

Dilansir dari The Sportfive Magazine, tenis seperti yang kita kenal sekarang telah ada selama lebih dari 150 tahun, dan tetap menjadi salah satu olahraga paling populer di dunia, yang memikat jutaan penggemar dengan kombinasi teknik, kemampuan atletik, dan kekuatan mentalnya.

Di Indonesia, tren bermain tenis menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat dalam beberapa waktu terakhir, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjalani gaya hidup aktif dan sehat.

Baca Juga: 

Menyikapi peluang tersebut, Liga.Tennis berkomitmen menghadirkan akses bermain tenis yang lebih inklusif dan mudah dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat. Beragam program dan aktivitas pun dirancang agar olahraga tenis dapat dinikmati oleh siapa saja, tanpa memandang usia maupun tingkat kemampuan bermain.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program Junior Academy, yang memperkenalkan olahraga tenis kepada anak-anak berusia 5-12 tahun melalui empat level kemampuan. Program ini dirancang dengan pendekatan yang inklusif dan berorientasi pada pembentukan kebiasaan aktif dalam jangka panjang, bukan hanya pada pencapaian prestasi semata.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 25 Jan 2026 

Editor: El Putra
Bagikan
Isman Wahyudi

Isman Wahyudi

Lihat semua artikel

Related Stories