Hadapi Gempuran AI, Appi Tekankan Pendidikan Karakter Siswa Makassar

Senin, 21 September 2026 14:50 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

96ad7598-5e4e-48df-a98a-b30b9e734097.jpeg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter, akhlak, dan nilai budaya lokal di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut Appi, dunia pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa mengabaikan pembentukan budi pekerti dan tata krama peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Appi saat menghadiri kegiatan Asesmen Kepala Sekolah SD dan SMP sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Bank Sampah pada Satuan Pendidikan Kota Makassar di Hotel Claro Makassar, Senin (21/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 464 peserta yang terdiri atas kepala sekolah SD negeri, SMP negeri, dan SMP swasta. Forum ini menjadi momentum bagi Pemkot Makassar untuk mengevaluasi serta memetakan kebutuhan pembenahan sektor pendidikan.

Baca Juga: 

Appi mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, kurikulum, dan tenaga pendidik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter serta penyediaan infrastruktur yang memadai.

“Tentu, kualitas tenaga pendidik, kurikulum, hingga pembentukan karakter peserta didik. Yang penting hari ini bagaimana persoalan sekolah ini bisa kita selesaikan secara bersama-sama,” kata Appi.

Ia meminta para kepala sekolah aktif menyampaikan persoalan krusial yang dihadapi di masing-masing satuan pendidikan. Informasi tersebut, kata dia, perlu disampaikan kepada Dinas Pendidikan sebagai dasar pemetaan dan penentuan langkah pembenahan.

“Harapan kita seluruh kepala sekolah menjalankan program dan hal sangat krusial yang terjadi di sekolah,” ujarnya.

Appi menegaskan, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Sekolah juga harus menjadi ruang untuk membentuk peserta didik yang memiliki akhlak, karakter, dan tata krama.

Pandangan tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang membuat anak-anak semakin dekat dengan berbagai platform digital dan AI.

“Kita hidup di dalam dunia algoritma, kita hidup di dalam dunia artificial intelligence yang beberapa tahun lalu hanya merupakan khayalan masa depan dan hari ini kita hidup di dalamnya,” jelasnya.

Menurut Appi, perubahan teknologi menuntut guru dan kepala sekolah untuk terus meningkatkan kapasitas agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Namun, kemampuan beradaptasi tersebut tetap harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai kemanusiaan dan karakter peserta didik.

Ia mengungkapkan, Pemkot Makassar tengah mempersiapkan penguatan kurikulum, khususnya pada sekolah-sekolah negeri. Arah penguatan tersebut mencakup pendidikan budi pekerti, tata krama, agama, dan nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Selain kurikulum dan karakter, pembenahan infrastruktur pendidikan juga menjadi perhatian pemerintah. Appi mengatakan, pemetaan kondisi sekolah diperlukan untuk menentukan kebutuhan prioritas, termasuk ketersediaan tenaga pendidik.

Ia menegaskan, pemenuhan kebutuhan guru harus memperhatikan keberagaman peserta didik, termasuk ketersediaan guru agama bagi siswa dari kelompok minoritas.

“Kami Pemerintah Kota akan menyelesaikan untuk memastikan jangan berlarut-larut dan supaya ada kepastian,” katanya saat menanggapi persoalan sekolah yang masih berstatus sengketa.

Appi berharap asesmen kepala sekolah tidak berhenti pada evaluasi administratif. Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi sarana untuk mengidentifikasi persoalan nyata di lapangan dan menyusun langkah perbaikan pendidikan secara lebih terarah.

“Dunia pendidikan menjadi dunia yang sangat vital untuk membawa generasi ini tumbuh dan berkembang. Ketika dunia pendidikan ini tidak kita sentuh secara baik, tentu hasilnya juga tidak akan memberikan dampak yang positif,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman mengatakan, asesmen tersebut diikuti 464 peserta. Rinciannya, 314 kepala sekolah SD negeri, 55 kepala sekolah SMP negeri, dan 95 kepala sekolah SMP swasta.

Baca Juga: 

Selain asesmen kepala sekolah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan MoU Bank Sampah pada satuan pendidikan. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat inovasi lingkungan di sekolah.

Achi menyebutkan, saat ini terdapat 86 inovasi yang telah dicanangkan berkaitan dengan lingkungan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar.

“Saat ini, terdapat 86 inovasi yang telah dicanangkan berkaitan dengan lingkungan pada jenjang SD dan SMP di Kota Makassar,” katanya.

Menurut Achi, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak, termasuk kepedulian terhadap lingkungan. Karena itu, pendidikan lingkungan tidak cukup hanya diberikan melalui teori, tetapi perlu diterapkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah.

“Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah nyata untuk membangun sekolah yang bersih, sehat, peduli lingkungan, sekaligus mendidik generasi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan,” tutup Achi. (****)