Dokter Koboi Ingatkan Risiko Penyakit Saat Lebaran

Kamis, 19 Maret 2026 03:43 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

1001039242.jpg
Praktisi kesehatan dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med. (IST)

MAKASSARINSIGHT.com, JAKARTA — Momentum Idulfitri 1447 Hijriah identik dengan kebahagiaan dan hidangan khas Lebaran. Namun di balik itu, masyarakat diingatkan untuk mewaspadai risiko penyakit metabolik yang kerap meningkat pasca puasa.

Praktisi kesehatan dr. Wachyudi Muchsin, S.Ked., S.H., M.Kes., C.Med., yang dikenal sebagai Dokter Koboi, menyebut penyakit seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan asam urat berpotensi meningkat setelah Lebaran.

“Setelah sebulan tubuh beradaptasi dengan pola makan teratur, saat Lebaran justru terjadi lonjakan konsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan purin. Ini bisa memicu gangguan kesehatan,” ujarnya.

Baca Juga: 

Ia menjelaskan, hidangan khas seperti opor ayam, rendang, makanan bersantan, kue manis, hingga jeroan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari lonjakan gula darah, tekanan darah tinggi, peningkatan kolesterol, hingga asam urat.

Menurutnya, fenomena “balas dendam makan” setelah berpuasa menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya kasus gangguan kesehatan pasca Idulfitri.

“Tidak sedikit pasien mengalami serangan akut setelah Lebaran, mulai dari gula darah naik, hipertensi, hingga nyeri sendi akibat asam urat,” jelasnya.

Dokter Koboi menegaskan, kondisi tersebut dapat terjadi pada siapa saja, termasuk usia muda, jika tidak menjaga pola makan dan gaya hidup sehat.

Baca Juga: 

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keseimbangan dengan mengontrol porsi makan, membatasi makanan tinggi gula dan lemak, memperbanyak konsumsi air putih dan buah, serta tetap aktif bergerak.

Selain itu, masyarakat—terutama yang memiliki riwayat penyakit kronis—disarankan rutin memantau tekanan darah dan kadar gula darah.

“Idulfitri adalah momen kebahagiaan. Jangan sampai justru menjadi awal munculnya penyakit. Kuncinya adalah keseimbangan,” pungkasnya. (*)