Jumat, 13 Maret 2026 22:46 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia menggelar Kajian Ramadan yang menghadirkan pakar neuroparenting Aisah Dahlan di Gedung Bhinneka Tunggal Ika BPOM, Jakarta. Kegiatan yang diikuti sekitar 800 jamaah ini menjadi momentum penguatan nilai spiritual, keluarga, dan akhlak bagi pegawai serta keluarga besar BPOM selama bulan suci Ramadan.
Kajian tersebut juga dihadiri Kepala BPOM RI Taruna Ikrar yang dalam sambutannya mengajak seluruh staf BPOM menjadikan Ramadan sebagai waktu memperbaiki kualitas diri, termasuk dalam kehidupan rumah tangga.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki diri. Saya berharap seluruh staf BPOM dapat menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk dalam kehidupan rumah tangga, sehingga menjadi pasangan yang dirindukan oleh surga,” ujar Taruna Ikrar.
Dalam paparannya, dr. Aisah Dahlan menjelaskan bahwa memahami cara kerja otak manusia menjadi kunci penting dalam membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, terutama antara suami dan istri.
Baca Juga:
Menurutnya, secara ilmiah otak manusia memiliki lebih dari 100 miliar sel saraf atau neuron. Setiap neuron dapat membentuk sekitar 10.000 koneksi, sehingga total koneksi saraf di otak mencapai ratusan hingga ribuan triliun.
Kompleksitas tersebut menjadikan otak manusia sebagai sistem yang sangat luar biasa dalam mengatur emosi, perilaku, serta cara seseorang merespons pasangan dan keluarga.
Alumni Universitas Hasanuddin itu juga menjelaskan bahwa perbedaan cara kerja otak laki-laki dan perempuan kerap menjadi sumber kesalahpahaman dalam rumah tangga. Karena itu, pasangan perlu memahami pola komunikasi satu sama lain agar tercipta hubungan yang harmonis.
“Ketika suami dan istri saling memahami cara berpikir dan cara merespons emosi pasangannya, maka keluarga akan menjadi tempat yang menenangkan. Rumah tangga bukan hanya tempat tinggal, tetapi tempat pulang yang penuh kasih sayang,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dalam perspektif spiritual, keluarga yang dibangun dengan kasih sayang, kesabaran, serta saling menghormati merupakan bagian dari jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Selain kajian keagamaan, kegiatan ini juga diisi dengan penyerahan tali kasih kepada sekitar 300 “pekerja senyap” di lingkungan BPOM, seperti tukang kebun, sopir, petugas resepsionis, dan petugas kebersihan.
Taruna Ikrar menyebut mereka merupakan bagian penting dari ekosistem kerja BPOM yang selama ini berkontribusi besar menjaga lingkungan kerja tetap nyaman dan produktif.
“Mereka mungkin tidak selalu terlihat di depan, tetapi jasa mereka sangat besar. Ramadan mengajarkan kita untuk saling peduli dan menghargai setiap peran,” katanya.
Baca Juga:
Pada kesempatan yang sama, Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM RI, Elfi Ikrar, berharap kegiatan kajian Ramadan tersebut dapat memperkuat kebersamaan serta keharmonisan keluarga besar BPOM.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian. Semoga Ramadan ini membawa keberkahan bagi kita semua dan menjadikan keluarga BPOM semakin solid dan harmonis,” ujarnya.
Suasana kajian berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Para jamaah tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, sementara momen penyerahan tali kasih menghadirkan suasana haru dan kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, BPOM berharap nilai-nilai spiritual Ramadan dapat memperkuat integritas, empati, serta kebersamaan seluruh keluarga besar BPOM dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara. (*)