Minggu, 01 Februari 2026 05:00 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com – Susu sering dianggap sebagai minuman yang bergizi, menenangkan, dan membantu pemulihan tubuh. Sejak dulu, susu diberikan kepada anak-anak untuk mendukung pertumbuhan, kepada orang tua untuk menjaga kekuatan, dan kepada orang yang sedang sakit untuk membantu proses penyembuhan.
Namun dalam pandangan pola makan tradisional, susu juga termasuk salah satu jenis makanan yang sangat sensitif. Jika dikombinasikan secara tidak tepat, susu dapat mengganggu pencernaan, memicu terbentuknya racun dalam tubuh, dan secara perlahan berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Bukan berarti susu berbahaya, namun cara dan padanan konsumsinya perlu diperhatikan. Perpaduan yang tidak sesuai dapat mengganggu proses pencernaan dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh.
Baca Juga:
Oleh karena itu, berikut lima jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu, bukan sebagai aturan kaku, melainkan sebagai panduan praktis berdasarkan cara tubuh mencerna makanan.
Dilansir dari Times of India, berikut makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu:
Ini adalah salah satu kombinasi yang paling sering ditemui, namun juga tergolong berisiko. Buah-buahan terutamanya buah asam seperti jeruk, lemon, nanas, dan stroberi memiliki sifat asam, sedangkan susu bersifat berat, menyejukkan, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.
Saat dikonsumsi bersamaan, keasaman buah dapat menyebabkan susu menggumpal di dalam perut. Hal ini mengganggu proses pencernaan dan dapat memicu kembung, gas berlebih, rasa berat di perut, masalah kulit, hingga hidung tersumbat.
Bahkan buah manis seperti pisang pun tidak dianjurkan dikombinasikan dengan susu. Meski sering dijumpai dalam smoothie, perpaduan pisang dan susu dapat memperlambat pencernaan, meningkatkan produksi lendir, dan membuat tubuh terasa lesu alih-alih segar dan bertenaga.
Alasan kuliner: Buah yang bersifat asam atau tinggi gula dapat merusak struktur alami susu, menyebabkan penggumpalan dam menimbulkan rasa hambar seperti kapur yang menutupi manis alaminya.
Pilihan yang lebih baik: Konsumsi buah dan susu secara terpisah, dengan jeda waktu setidaknya satu jam.
Dalam kearifan tradisional, susu dan ikan dikenal sebagai kombinasi yang sangat tidak cocok. Susu bersifat menyejukkan, sementara ikan memiliki sifat menghangatkan. Perbedaan sifat ini diyakini dapat mengganggu sistem pencernaan serta keseimbangan darah dalam tubuh.
Perpaduan susu dan ikan telah lama dikaitkan dengan munculnya gangguan kulit, peradangan, dan reaksi alergi. Meski tidak semua orang merasakan dampak langsung, Ayurveda menjelaskan bahwa konsumsi berulang dalam jangka panjang dapat menimbulkan ketidakseimbangan internal.
Bahkan jika diet modern sering menganggap kombinasi ini aman, pengamatan tradisional melihat efeknya muncul secara perlahan, bukan secara instan.
Alasan kuliner: Rasa umami dan minyak ikan yang kuat mengalahkan rasa susu yang lembut, menciptakan ketidakselarasan rasa dan rasa tidak bersih di langit-langit mulut.
Pilihan yang lebih baik: Hindari produk olahan susu saat mengonsumsi hidangan berbahan dasar ikan.
Susu tidak cocok dipadukan dengan makanan yang asin. Garam cenderung meningkatkan panas dan keasaman dalam tubuh, sedangkan susu berfungsi untuk menyejukkan dan menenangkan. Jika dikonsumsi bersamaan, keduanya dapat mengganggu kerja enzim pencernaan dan memicu proses fermentasi di dalam usus.
Kombinasi yang cukup umum seperti susu dengan camilan asin, atau hidangan gurih yang kaya keju dapat menyebabkan asam lambung, perut kembung, serta penahanan cairan. Seiring waktu, kebiasaan ini berpotensi melemahkan sistem pencernaan dan berdampak pada kesehatan kulit.
Alasan kuliner: Garam menutupi manis alami susu dan merusak keseimbangan teksturnya yang lembut, sehingga meninggalkan rasa berat di mulut tanpa memberikan kepuasan.
Pilihan yang lebih baik: Sajikan dan konsumsi makanan berbahan dasar susu dalam rasa yang ringan, netral, atau sedikit manis.
Makanan yang bersifat asam seperti acar, hidangan berbasis cuka, olahan yoghurt asam, atau makanan fermentasi sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan susu.
Unsur asam dapat menyebabkan susu menggumpal secara tidak sempurna, sehingga menimbulkan gangguan pencernaan dan penumpukan racun dalam tubuh. Kombinasi ini kerap dikaitkan dengan mual, sulit cerna, serta rasa berat di perut. Dalam pola makan tradisional, bahkan buah yang asam atau masakan berbahan dasar asam jawa pun dihindari ketika mengonsumsi susu.
Alasan kuliner: Rasa asam memaksa susu menggumpal secara tiba-tiba, merusak teksturnya yang lembut dan menghasilkan cita rasa tajam serta tidak seimbang.
Pilihan yang lebih baik: Jika kamu baru saja mengonsumsi makanan asam, tunggulah setidaknya dua jam sebelum minum susu.
Baca Juga:
Meskipun sarapan modern sering memadukan susu dan telur, sistem diet tradisional tidak menganjurkan kombinasi ini. Telur bersifat menghangatkan dan kaya protein, sedangkan susu bersifat mendinginkan dan kaya lemak.
Jika dikonsumsi bersamaan, keduanya dapat membebani pencernaan, terutama bagi orang dengan perut sensitif. Kombinasi ini dapat menyebabkan pencernaan lambat, perut kembung, atau masalah kulit seiring waktu. Masalahnya bukan pada makanan itu sendiri, tetapi pada beban pencernaan yang ditimbulkannya secara bersamaan.
Alasan kuliner: Dua bahan yang sama-sama berat dan tinggi protein cenderung saling bersaing alih-alih saling melengkapi, sehingga menghasilkan rasa yang padat dan terasa berat di tubuh.
Pilihan yang lebih baik: Konsumsi telur bersama sayuran atau sumber karbohidrat, dan nikmati susu secara terpisah.
Susu bukan sekadar minuman biasa, susu dianggap sebagai makanan yang menyegarkan dengan rasa alami yang lembut. Susu membutuhkan lingkungan pencernaan yang tenang agar dapat diserap dengan baik. Ketika dicampur dengan makanan yang tidak cocok, rasa dan kualitas nutrisinya diyakini akan berkurang, sehingga lebih sulit diproses.
Inilah sebabnya mengapa diet tradisional seringkali lebih menyukai mengonsumsi susu diminum sendir dalam keadaan hangat, dan pada waktu-waktu tertentu seperti pagi hari atau malam hari. Tujuannya agar susu lebih mudah dicerna dan manfaatnya terasa optimal.
Perhatikan beberapa gejala berikut setelah mengonsumsi susu dengan makanan tertentu:
- Sering kembung atau bergas
- Penumpukan lendir atau hidung tersumbat
- Ruam kulit atau gatal
- Rasa berat setelah makan
- Pencernaan lambat
Jika kamu memperhatikan tanda-tanda ini, meninjau kembali kombinasi makananmu dapat membuat perbedaan yang signifikan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 01 Feb 2026