Harus Dipahami, Ini Alasan Kenapa Pemilu Indonesia Penting Bagi Dunia

Presiden Indonesia Joko Widodo, berjabat tangan dengan calon presiden Prabowo Subianto ditampilkan di layar lebar saat kampanye kampanye Prabowo di Stadion Utama Gelora Bung Karno (AP)

MAKASSARINSIGHT.com, JAKARTA - Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, memberikan suara untuk memilih pemimpin baru pada 14 Februari 2024. Dunia menilai pemilu ini akan menjadi lebih penting daripada yang disadari semua orang.

Presiden Indonesia saat ini, Joko Widodo (Jokowi) telah menjabat selama dua periode, sehingga pemilihan tahun ini akan menandai pergantian kepemimpinan pertama dalam satu dekade.

Prabowo Subianto, seorang mantan jenderal dengan catatan hak asasi manusia yang buruk, menjadi kandidat paling berpeluang menang. Dua kandidat lainnya, mantan gubernur Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, masih tertinggal di belakang Prabowo dalam hasil jajak pendapat.

Baca Juga: 

Lebih dari 204 juta dari 270 juta penduduk Indonesia terdaftar untuk memilih, dan hari pemilihan adalah hari libur nasional. Jadi, jumlah pemilih diperkirakan akan sangat tinggi—mencapai 81% pada pemilihan terakhir pada tahun 2019, menurut Komisi Pemilihan Umum Indonesia.

Ada 18 partai politik nasional di Indonesia, dengan 575 kursi parlemen tersedia.

Bersamaan dengan pemilihan presiden baru, orang Indonesia pada 14 Februari juga memilih anggota parlemen baru di tingkat nasional dan sub-nasional, dalam apa yang akan menjadi pemilihan satu hari terbesar di dunia.

Mengapa Pemilihan Legislatif Penting?

Indonesia kadang-kadang disebut sebagai demokrasi presidensial dengan karakteristik parlementer, artinya cabang eksekutif dan legislatif berperan aktif dalam pembuatan undang-undang dan setiap undang-undang memerlukan persetujuan dari kedua cabang tersebut.

Pemilihan umum di Indonesia adalah pertarungan antara partai politik dan diikuti oleh perundingan intens yang menentukan aliansi pemerintahan dan oposisi di badan pembuat undang-undang utama negara, yaitu dewan perwakilan rakyat, serta hubungannya dengan presiden.

Aliansi politik dapat berubah tergantung pada hasil pemilihan presiden, yang mungkin akan memasuki putaran kedua.

Partai yang Perlu Diamati

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merupakan partai terbesar dari sembilan partai yang saat ini berada di parlemen. Hal ini diproyeksikan untuk sekali lagi mendominasi jajak pendapat dengan sekitar seperlima suara di seluruh negeri. Namun popularitasnya telah berkurang sejak pemilihan umum terakhir pada 2019 dan calon presidennya, Ganjar Pranowo, tertinggal dalam survei.

Yang kedua, partai Gerakan Indonesia Raya, Gerindra, dari calon terdepan Prabowo Subianto, diperkirakan akan mengumpulkan sekitar 17% suara, menurut survei.

Koalisi tiga partai yang diproyeksikan memperoleh sekitar seperlima suara mendukung calon presiden ketiga, Anies Baswedan.

Sebanyak 18 partai bersaing dalam pemilihan, dan partai baru, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh putra Presiden Joko Widodo yang akan keluar, diharapkan masuk ke parlemen untuk pertama kalinya.

Partai-partai membutuhkan setidaknya 4% suara di seluruh negeri untuk memenuhi syarat untuk perwakilan di parlemen nasional.

Untuk mencalonkan calon presiden, sebuah partai atau koalisi partai perlu menguasai setidaknya 20% kursi di parlemen nasional.

Apakah Presiden Dijamin Mendapat Dukungan Parlemen?

Parlemen dapat memainkan peran besar dalam menentukan seberapa sukses presiden baru tersebut. Oposisi yang signifikan dapat mempersulit situasi dengan menunda legislasi dan menggagalkan inisiatif presiden, sehingga membuat pembuatan kebijakan menjadi kurang pasti.

Jokowi berhasil membentuk koalisi dengan partai-partai besar, memungkinkan dia untuk memajukan agendanya. Tetapi, aliansi itu tidak stabil menjelang perubahan kekuasaan dan penggantinya mungkin tidak mendapatkan perjalanan yang mudah.

Apa Arti Pemilu Bagi Dunia?

Indonesia adalah negara yang sedang berkembang. Dilansir dari firstpost, pada Rabu, 14 Februari 2024, pada tahun lalu, Indonesia dinobatkan sebagai salah satu dari enam Negara Pintu Ayunan yang akan menentukan arah politik dunia oleh Foreign Policy, sebuah publikasi berita Amerika.

Selain itu, The Diplomat melaporkan pada tahun 2027, ekonominya diperkirakan akan menempati peringkat keenam di dunia.

Setiap kontestan telah menyampaikan visi yang berbeda untuk posisi negara mereka di dunia, yang bertujuan untuk mengatasi dan mengelola berbagai tantangan internasional—persaingan geopolitik, perubahan iklim, keamanan pangan, dan lain-lain, serta dampaknya terhadap kesejahteraan ekonomi dan sosial.

Prabowo akan membawa pandangan patriotik ke pemerintahan. Dia telah berjanji untuk menjaga kebijakan tetangga baik Indonesia secara diplomatis. Dia tidak menganut pandangan neoliberal dalam hal ekonomi dan memiliki sejarah dukungan terhadap langkah-langkah proteksionis.

Ganjar telah menunjukkan bahwa dia melihat urusan internasional terutama dari sudut pandang lokal.

Anies mengungkapkan keinginannya agar Indonesia mengambil peran yang lebih tegas di dunia dan menekankan pentingnya kehadiran presiden di dunia internasional, seperti yang dilaporkan oleh The Diplomat.

Baca Juga: 

Mengenai dua masalah saat ini, konflik Israel-Palestina dan persaingan geopolitik antara AS dan China—sikap para pesaing sebagian besar konsisten. Ketiganya mendukung negara Palestina, yang merupakan sesuatu yang sangat diyakini oleh rakyat Indonesia.

Meskipun ada beberapa perbedaan dalam cara ketiganya mendekati isu-isu tertentu yang terkait dengan China, mereka semua tertarik untuk menjaga hubungan positif dengan Amerika Serikat dan China daripada memihak.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Distika Safara Setianda pada 14 Feb 2024 

Editor: Isman Wahyudi
Bagikan
Isman Wahyudi

Isman Wahyudi

Lihat semua artikel

Related Stories