Cara Menikmati Hari Raya Idulfitri Tanpa Ganggu Diabetes

Hari Raya Idulfitri. (freepik.com)

MAKASSARINSIGHT.com – Setelah sebulan berpuasa selama Ramadan, tubuhmu telah beradaptasi dengan jadwal makan yang berbeda. Sekarang, saatnya Idulfitri, perayaan bersama orang-orang terkasih dan makanan lezat.

Idulfitri dikenal karena banyaknya dan beragamnya makanan manis yang ditawarkan. Ini adalah waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga dan menikmati makanan lezat sebagai bagian dari perayaan.

Namun, mengonsumsi banyak makanan, terutama makanan yang tinggi lemak atau gula, dapat mempersulit pengelolaan diabetes. Berikut beberapa saran tentang cara menikmati perayaan Hari Raya Idulfitri tanpa mengganggu pengelolaan diabetes.

Baca Juga: 

Cara Menikmati Hari Raya Idulfitri Tanpa Ganggu Diabetes

Dilansir dari diabetes.org.nz, berikut cara menikmati Hari Raya Idulfitri tanpa ganggu diabetes:

1. Kurangi Asupan Gula, Garam, dan Lemak

Kurangi asupan gula, garam, dan lemak saat perayaan Hari Raya Idulfitri. (freepik.com)

Kamu tetap bisa mengonsumsi makanan manis sebagai camilan sesekali jika menderita diabetes, tetapi perubahan sederhana dapat membuat perbedaan besar. Misalnya, saat membuat teh masala tradisional, kamu bisa mengganti gula dengan pemanis dan menggunakan susu semi-skim atau susu skim sebagai pengganti susu full fat.

Ingat, kamu harus berhati-hati agar tidak mengonsumsi terlalu banyak biskuit atau roti kering saat minum teh, karena hal ini juga akan meningkatkan asupan gula dan lemak. Kamu juga bisa mencoba membuat lassi dengan yogurt tawar rendah lemak dan segenggam buah.

Saat berbelanja bahan makanan, mudah tergoda oleh apa yang ditawarkan, tetapi supermarket cenderung mempromosikan makanan penutup dan minuman siap saji, yang bisa tinggi lemak dan gula. Cobalah untuk memasak sendiri jika memungkinkan, karena dengan begitu kamu akan tahu persis apa yang ada dalam makananmu.

Kamu juga dapat mengurangi jumlah lemak dalam resepmu sendiri, misalnya dengan memanggang daging daripada menggorengnya.

Jika ingin menikmati hidangan penutup, cobalah melakukan sedikit perubahan pada resep tradisional agar lebih sehat. Salad buah atau chaat dengan yogurt tawar yang diberi pemanis buah atau segenggam kecil kacang tanpa garam adalah alternatif yang bagus.

2. Perhatikan Ukuran Porsi

Sangat mudah untuk makan berlebihan selama perayaan seperti Idulfitri, tetapi dengan menyadari ukuran porsimu, kamu dapat menghindari makan lebih dari yang direncanakan. 

Cobalah untuk mengonsumsi banyak sayuran, karena ini akan membantu merasa lebih kenyang, dan berhentilah makan tepat sebelum merasa kenyang. Kamu juga bisa mencoba menggunakan piring atau mangkuk yang lebih kecil untuk membantu mengatur porsi makan.

3. Mengelola Kadar Gula Darah

Jika kamu biasanya memeriksa kadar gula darah, kamu perlu memeriksanya lebih sering selama perayaan untuk memastikan kadar gula darah tetap dalam kisaran target. Cobalah memasak dengan beras basmati utuh daripada beras putih. Beras basmati utuh akan diserap lebih lambat, yang membantu memperlambat kenaikan kadar gula darah setelah makan.

4. Konsumsi Serat Secukupnya

Kacang-kacangan seperti buncis, kacang merah, dan lentil menyediakan protein nabati yang secara alami rendah garam dan lemak. Menggunakan kacang-kacangan ini untuk menggantikan sebagian daging merah atau daging olahan akan menurunkan asupan garam dan lemak.

Dalam jangka panjang, mengurangi konsumsi garam dan lemak akan membantu menjaga tekanan darah tetap rendah dan menjaga kesehatan jantung. Mengonsumsi terlalu banyak daging merah tidak baik untuk jantung dan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol, yang meningkatkan risiko penyakit jantung.

Baca Juga: 

5. Ingatlah untuk Tetap Aktif

Saat kita merayakan Idulfitri dengan makanan, mudah sekali kita mengonsumsi kalori lebih banyak dari yang direncanakan. Cobalah untuk tetap aktif, misalnya dengan berjalan kaki untuk bertemu teman-temanmu untuk merayakan.

Pada akhirnya, jangan terlalu khawatir jika kamu sedikit berlebihan dalam menikmati makanan selama Idulfitri. Idulfitri adalah waktu untuk bersenang-senang dan menikmati makanan yang biasanya tidak kamu makan.

Ini adalah waktu untuk menikmati dan merayakan, jadi banyak makanan tradisional cenderung lebih tinggi lemak jenuh, gula, dan garam daripada makanan yang biasa kita konsumsi. Tetapi sedikit menyimpang dari kebiasaan adalah hal yang wajar, jadi bersenang-senanglah, lalu kembali ke jalur yang benar setelah perayaan berakhir.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 20 Mar 2026 

Editor: El Putra
Bagikan
Isman Wahyudi

Isman Wahyudi

Lihat semua artikel

Related Stories