Makassar Kini
Anggota DPRD Makassar Minta Lokasi Pembangunan PLTS di Tello Dikaji Ulang
MAKASSARINSIGHT.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) tahun ini dan ditarget rampung pada tahun 2024.
Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kota Makassar Nasir Rurung mengaku merespon baik rencana pembangunan PLTS tersebut. Namun untuk lokasi pembangunannya di Tello, Rurung tidak setuju.
"Terkait rencana Pemkot bangun PLTS itu bagus dan perlu diapresiasi. Cuma untuk lokasi pembangunannya di tengah kota, di Tello, saya tidak setuju," ungkapnya.
Baca Juga:
- Berhadiah Utama Mobil, Umroh dan Motor, Masyarakat Antusias Ikuti Jalan Sehat 25 Tahun Reformasi
- Mufakat, Hasbullah Terpilih Jadi Ketua KPU Sulsel Periode 2023-2028
- Luwu Utara Segera Luncurkan Program Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi
- Diduga Lompat dari Atas Gedung Sekolah, Siswa SMP Athirah Tewas! Polisi Masih Selidiki
Nasir menjelaskan pembangunan PLTS di tengah kota akan memberikan dampak yang sangat besar seperti kemacetan hingga dampak lingkungan yang merugikan masyarakat.
"Kenapa PLTS tidak dibangun di TPA Antang? Ini sebenarnya logikanya sederhana, PLTS ini kan pembangkit listrik bertenaga sampah, pasti bahan bakunya dari TPA, jadi kenapa mesti dibangun di tengah kota yang jauh dari TPA," urainya.
Nasir pun meminta agar Wali Kota Makassar Danny Pomanto mengkaji ulang lokasi pembangunan PLTS itu.
"Pak Wali harus mengkaji ulang lokasinya. Karena pembangunan PLTS yang bukan pada tempatnya pasti akan menimbulkan masalah baru," pungkasnya.
Baca Juga:
- Orangtua Harus Hindari Kebiasaan Ini untuk Cegah Perilaku Buruk Anak
- Pemkot Makassar Bikin Kapal Pinisi di Center Point of Indonesia Losari
- Sekolah Tahfidz Milik Ustaz Fakhrurrazi Anshar di Makassar Kebakaran
Sementara itu, salah seorang warga Manggala bernama Imran saat ditemui mengaku sudah cukup sabar menghadapi bau dan macet puluhan tahun.
"Jangan lagi menambah beban masyarakat yang tinggal disekitaran TPA Tamangapa. Jika pembangunan PLTSA dibangun di tengah kita, kami sebagai warga terpaksa menutup TPA dan minta untuk dipindahkan TPA di tengah kota," ungkapnya. (M Yusuf)