Anggota DPR RI Dukung Program Pilah Sampah Makassar, Dorong Ekonomi Sirkular

IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com – Anggota Komisi XII DPR RI, Andi Muzakkir Aqil, menyatakan dukungan terhadap program pemilahan sampah dari sumber yang diterapkan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis menuju sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi.

“Saya mendukung penuh program pemilahan sampah yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar. Program ini membutuhkan dukungan seluruh masyarakat agar dapat berjalan optimal,” kata Andi Muzakkir Aqil, Selasa (4/8/2026).

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, lingkungan hidup, dan investasi, Andi Muzakkir menilai persoalan sampah tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai isu kebersihan. Menurutnya, pengelolaan sampah harus menjadi bagian dari pembangunan ekonomi hijau yang mampu mendorong lahirnya industri berbasis ekonomi sirkular.

Baca Juga: 

Ia mengatakan, kebijakan Pemerintah Kota Makassar yang mewajibkan masyarakat memilah sampah organik, anorganik, dan residu sejak dari rumah sejalan dengan arah pembangunan nasional di bidang lingkungan hidup dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

“Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat, dimulai dari kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah,” ujarnya.

Andi Muzakkir menjelaskan, pemilahan sampah dari sumber merupakan fondasi utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif. Dengan pemilahan, setiap jenis sampah dapat diproses sesuai karakteristiknya sehingga tidak seluruhnya berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurutnya, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos, pakan ternak, maupun bahan baku budidaya maggot. Sementara sampah anorganik seperti plastik, kertas, kardus, logam, dan kaca masih memiliki nilai ekonomi karena dapat didaur ulang menjadi bahan baku industri.

Adapun sampah residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan, lanjutnya, berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku industri energi melalui penerapan teknologi yang ramah lingkungan.

“Paradigma pengelolaan sampah harus bergeser dari pola kumpul-angkut-buang menjadi kumpul-pilah-olah-manfaatkan. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya yang memiliki nilai tambah, bukan semata-mata limbah,” katanya.

Ia menambahkan, sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi tidak hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan kerja baru, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Dengan pendekatan seperti itu, kita tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurut Andi Muzakkir, pendekatan tersebut juga selaras dengan tugas Komisi XII DPR RI yang mendorong pengembangan energi alternatif, perlindungan lingkungan hidup, serta investasi pada sektor-sektor yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ia menilai langkah Pemerintah Kota Makassar memperkuat pengelolaan sampah dari hulu menjadi fondasi penting untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Tamangapa sekaligus meningkatkan pemanfaatan sampah melalui Bank Sampah Unit (BSU), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: 

“Saya optimistis, dengan komitmen bersama, Makassar dapat menjadi salah satu kota percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular sekaligus mewujudkan target Makassar Bebas Sampah 2029,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila masyarakat konsisten memilah sampah sejak dari rumah, maka volume sampah yang ditimbun di TPA dapat berkurang secara signifikan. Kondisi tersebut tidak hanya memperpanjang umur operasional TPA, tetapi juga membantu menekan pencemaran lingkungan, mengurangi emisi gas rumah kaca, serta meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Menutup keterangannya, Andi Muzakkir berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat agar budaya memilah sampah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.

“Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam membangun sistem persampahan yang efektif, modern, dan berkelanjutan,” tutupnya. (****)

Editor: El Putra
Bagikan
Isman Wahyudi

Isman Wahyudi

Lihat semua artikel

Related Stories