Senin, 06 April 2026 18:39 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali menunjukkan kedekatan emosionalnya dengan PSM Makassar. Sosok yang akrab disapa Appi itu menyambangi langsung sesi latihan tim berjuluk Juku Eja di Stadion Kalegowa, Senin (6/4/2026) petang.
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, kehadiran Appi menjadi bukti bahwa dukungannya terhadap PSM bukan sekadar simbolik, melainkan komitmen yang terus ia rawat sejak pernah menjabat sebagai CEO klub tersebut.
Kehadirannya di lapangan latihan memberi suntikan energi bagi para pemain. Appi datang tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai figur yang memahami dinamika tim dari dalam.
“Hari ini saya cek langsung lapangan latihan PSM dan bertemu manajemen,” ujar Appi.
Baca Juga:
Kunjungan itu juga menjadi pesan bahwa perjalanan kompetisi Super League Indonesia musim 2025/2026 bukan hanya tanggung jawab pemain dan ofisial, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah kota.
Dalam suasana santai, Appi menyapa pemain dan memberikan motivasi agar tim kembali menunjukkan konsistensi serta semangat juang untuk mengharumkan nama Makassar.
Ia mengaku terusik melihat performa tim, termasuk saat PSM bermain imbang 1-1 melawan Persis Solo di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare.
“Saya lihat kita seperti kehilangan roh bertanding, kehilangan semangat untuk menang,” katanya.
Hal itu, lanjutnya, menjadi alasan dirinya turun langsung menemui pemain dan manajemen. Ia juga mengaku telah berkomunikasi dengan pihak tim, termasuk pelatih, guna memastikan adanya langkah konkret untuk membangkitkan performa.
“Saya bicara dengan manajemen untuk memastikan tim ini kembali punya semangat untuk menang,” tegasnya.
Menurut Appi, secara komposisi, skuad PSM saat ini cukup kompetitif. Namun, dibutuhkan sentuhan manajerial dan strategi yang tepat agar permainan kolektif bisa kembali maksimal.
“Komposisi pemain tidak jelek, tapi butuh cara untuk membangkitkan permainan kolektif demi meraih kemenangan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya momentum kebangkitan, terutama menjelang laga tandang melawan PSIM Yogyakarta pekan depan. Pertandingan itu dinilai krusial sebagai titik balik sebelum kembali bermain di kandang.
“Kalau momentum ini bisa kita dapatkan di Jogja, itu sangat penting,” katanya.
Appi turut mengingatkan pentingnya nilai budaya lokal Siri’ na Pacce sebagai landasan semangat juang dan solidaritas tim.
“Kita ingin mereka punya fighting spirit dan menjunjung Siri’ na Pacce,” ucapnya.
Selain itu, ia menilai tim tidak boleh terjebak dalam situasi monoton. Perubahan, baik dari sisi taktik, manajemen, maupun suasana tim, harus segera dilakukan.
“Harus ada perubahan nyata agar pemain yang selama ini kurang mendapat kesempatan bisa termotivasi,” jelasnya.
Appi menegaskan keyakinannya bahwa seluruh pemain PSM memiliki kualitas. Ia berharap mereka mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa tim ke posisi yang lebih layak.
“Klub ini tidak pantas berada di posisi sekarang. Kita bisa menuju ke tempat yang lebih baik kalau bekerja bersama,” tegasnya.
Baca Juga:
Menjelang laga kontra PSIM, ia berharap PSM tampil dengan tekanan tinggi sejak awal pertandingan dan menunjukkan fighting spirit yang kuat, baik di kandang maupun tandang.
Terkait dukungan suporter yang mulai menurun, Appi optimistis antusiasme akan kembali seiring hasil positif tim.
“Semakin banyak kemenangan, semakin banyak suporter yang datang. Kita harus menunjukkan keseriusan untuk bangkit,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan pengalaman tim saat menghadapi masa sulit di era pandemi COVID-19 di Bali, yang berhasil dilalui dengan langkah strategis.
“Kita pernah di situasi sulit dan berhasil keluar. Yang penting sekarang, jangan sampai kita berada di zona rawan,” pungkasnya. (*)