Senin, 18 Mei 2026 18:23 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan terus mematangkan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan sejumlah pembenahan sistem guna memastikan proses penerimaan berjalan lebih transparan, tertib, dan akuntabel.
Salah satu langkah utama yang dilakukan ialah pemisahan server untuk tiap jenjang pendidikan, yakni PAUD, SD, dan SMP, guna menghindari penumpukan akses seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan masa simulasi yang diperpanjang hingga 21 Mei 2026 dimanfaatkan untuk menyempurnakan berbagai aspek teknis pada platform Lontara+.
“Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan sistem yang transparan dan akuntabel. Lontara+ menjadi solusi atas berbagai kekurangan pada pelaksanaan tahun sebelumnya,” ujar Achi, Senin (18/5/2026).
Baca Juga:
Menurutnya, sejumlah pembaruan juga dilakukan, mulai dari penyederhanaan login menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), integrasi otomatis data sekolah dengan Kementerian Pendidikan, hingga pembukaan layanan aduan digital melalui hotline dan grup Telegram resmi.
Disdik Makassar juga menyiapkan bimbingan teknis bagi operator sekolah di seluruh jenjang pendidikan untuk meminimalisir kendala teknis maupun potensi penyimpangan saat proses pendaftaran berlangsung.
“Kami siapkan operator melalui bimtek agar memahami sistem secara utuh sehingga pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal,” jelasnya.
Pendaftaran SPMB dijadwalkan mulai 2 Juni 2026 dengan mekanisme berbasis digital. Meski demikian, Disdik tetap menyiapkan layanan offline khusus wilayah kepulauan seperti Kecamatan Sangkarrang yang masih terkendala jaringan internet.
“Jika memang jaringan tidak memungkinkan, maka mekanisme offline tetap disiapkan sebagai solusi,” tambah Achi.
Sementara itu, Tim Ahli Pemkot Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan sistem Lontara+ kini dilengkapi dashboard pemantauan internal yang memungkinkan pengawasan secara real time.
Baca Juga:
Melalui fitur tersebut, Dinas Pendidikan hingga Wali Kota dapat memantau jumlah pendaftar, progres verifikasi, hingga kinerja operator sekolah secara langsung.
“Jika ada berkas yang terlambat diverifikasi, sistem bisa langsung mendeteksi sehingga segera ditindaklanjuti,” ujar Gita.
Ia menambahkan, tim teknis juga telah melakukan uji ketahanan sistem dengan simulasi beban akses hingga tiga kali lipat dari perkiraan pengguna saat pendaftaran berlangsung.
Selain itu, masyarakat dapat memantau perkembangan informasi SPMB melalui media sosial resmi Disdik Makassar maupun kanal Telegram yang disiapkan sebagai pusat informasi dan pengaduan.
Dengan berbagai pembenahan tersebut, Pemkot Makassar optimistis pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih efisien, inklusif, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan peserta didik baru berbasis digital. (****)