Makassar Kini
HUT ke-102 PDAM Makassar, Wali Kota Munafri Tekankan Profesionalitas Pegawai

MAKASSARINSIGHT.com — Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar Gathering Pegawai di Pantai Indah Bosowa, Sabtu (15/8/2026), sebagai puncak peringatan HUT ke-102 perusahaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, jajaran direksi, pejabat struktural, serta seluruh pegawai Perumda Air Minum.
Dalam kesempatan itu, Munafri mengapresiasi pembenahan yang dilakukan manajemen Perumda Air Minum. Ia menyebut lebih dari 90 persen lokasi yang dipantau langsung menunjukkan perbaikan pelayanan, termasuk sejumlah sambungan yang sebelumnya tidak mengalir.
“Saya turun langsung untuk memastikan apa yang saya lihat di berita maupun media sosial. Alhamdulillah, lebih dari 90 persen yang saya datangi itu nyata di depan mata saya,” kata Munafri.
Baca Juga:
- Pengusaha Nadjamuddin Jojon Terpilih Aklamasi Pimpin IMI Sulsel 2026-2030
- Bersama BRI, UMKM NOMNOM Siap Ekspansi ke Pasar Singapura
- Sambut HUT RI, Pemerintah Kecamatan Panakkukang Bersihkan 11 Rumah Ibadah
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi modal untuk memperkuat kinerja perusahaan. Ia meminta seluruh pegawai menjaga dedikasi, integritas, dan profesionalitas karena Perumda Air Minum mengelola kebutuhan dasar masyarakat.
“Perusahaan ini membutuhkan dedikasi kita. Perusahaan ini sudah terlalu lama menjadi tempat kita bersandar untuk keluarga. Sekarang saatnya kita memberikan dedikasi kepada perusahaan,” ujarnya.
Munafri juga mengingatkan pegawai agar tidak membangun faksi atau kelompok berdasarkan kepentingan tertentu di lingkungan perusahaan. Menurutnya, hal tersebut dapat mengganggu profesionalitas dan menghambat upaya membesarkan perusahaan.
“Jangan kita pelihara faksi-faksi. Faksi-faksi inilah yang meruntuhkan profesionalitas kita bekerja. Saya berharap yang terbangun di Perumda Air Minum adalah komitmen kekeluargaan yang profesional,” tegasnya.
Ia meminta pegawai mengubah orientasi pembicaraan dari persoalan individu menjadi gagasan besar untuk kemajuan perusahaan. Menurut Munafri, perusahaan yang sehat akan memberikan manfaat bagi pemerintah, masyarakat, dan pegawai.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mendorong jajaran direksi dan tim audit menghitung kemampuan keuangan perusahaan untuk merealisasikan gaji ke-13 bagi pegawai.
“Gaji ke-13 bukan hadiah dari saya. Bukan hadiah sama sekali, tetapi hak yang harus kalian dapatkan karena memajukan perusahaan ini,” katanya.
Namun, ia menekankan realisasi gaji ke-13 harus disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan. Pengelolaan laba juga harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab, sejalan dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Munafri turut mengingatkan Perumda Air Minum menghadapi tantangan pelayanan akibat potensi kemarau panjang. Ia meminta infrastruktur dan kemampuan teknis perusahaan dipersiapkan agar pasokan air tetap terjaga.
“Kalau kemarau panjang, segala infrastruktur dan kemampuan yang dimiliki Perumda Air Minum harus disiapkan supaya air terus mengalir dan kebutuhan dasar masyarakat Kota Makassar dapat dilayani dengan baik,” ujarnya.
Selain persoalan teknis, Munafri menekankan pentingnya sikap pegawai saat berinteraksi dengan pelanggan. Ia meminta petugas memberikan pelayanan yang ramah ketika mendatangi rumah warga.
“Saya ingin ketika pegawai Perumda Air Minum datang ke rumah masyarakat, mereka datang dengan senyum dan menyambut dengan ramah. Jangan sampai masyarakat justru mengeluh ketika pegawai kita datang,” katanya.
Munafri menegaskan akan mengambil tindakan apabila menerima laporan mengenai perilaku pegawai yang tidak sesuai standar pelayanan. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.
Baca Juga:
- Event On The Weekend Tertib, Perumda Parkir Dorong Standar Parkir Event
- Kementerian HAM Tetapkan Dua Kelurahan di Makassar Jadi Pilot Project Sadar HAM
- Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI: Rupiah Menguat, IHSG Tertekan
Di sisi lain, Munafri menyatakan tidak ingin mengintervensi pengelolaan internal Perumda Air Minum. Ia berharap perusahaan mampu berdiri sebagai badan usaha milik pemerintah kota yang profesional dan mandiri.
“Saya tidak pernah masuk untuk mengintervensi apa-apa di dalam Perumda Air Minum karena saya ingin memperlihatkan bahwa ini adalah perusahaan yang independen, yang mampu mengurus dirinya sendiri,” ujarnya.
Memasuki usia 102 tahun, Munafri berharap Perumda Air Minum tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi mampu menyeimbangkan kinerja bisnis dengan pelayanan publik.
“102 tahun bukan usia yang muda. Saya berharap kita menjadi salah satu perusahaan air minum yang tidak hanya mengejar laba perusahaan, tidak hanya berpikir tentang keuntungan, tetapi bagaimana pelayanan prima bisa sampai di tengah-tengah masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap semangat kebersamaan dalam gathering tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari untuk memperkuat pelayanan dan membawa Perumda Air Minum Kota Makassar semakin profesional. (****)
