Sabtu, 03 Oktober 2026 14:04 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Pembangunan infrastruktur jalan melalui program Multi Years Project (MYP) Paket 1 Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) kini memasuki tahap penyempurnaan kawasan.
Setelah penanganan badan jalan dilakukan di sejumlah ruas, pekerjaan berlanjut pada pembangunan sarana pendukung, mulai dari median jalan, pedestrian, trotoar, drainase hingga bahu jalan.
Program MYP Paket 1 tersebut mencakup penanganan 13 ruas jalan dan tujuh titik lokasi longsor akibat bencana yang tersebar di Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Sinjai, dan Bulukumba.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pekerjaan dilakukan secara bertahap menyesuaikan progres masing-masing ruas.
Baca Juga:
“ Saat ini penataan kawasan kita lakukan secara bertahap, termasuk median jalan, pedestrian, trotoar hingga saluran drainase di sejumlah ruas,” kata Andi Sudirman, Sabtu (3/10/2026).
Menurut dia, pekerjaan lanjutan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat infrastruktur jalan, tetapi juga melengkapi fungsi kawasan agar lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Bidang Jalan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Rosyadi, menjelaskan sejumlah pekerjaan pendukung kini tengah berjalan di beberapa ruas.
Di Jalan Hertasning, Makassar, misalnya, pekerjaan berlanjut pada pemasangan manhole untuk pedestrian. Sementara di Jalan Aroepala, pekerja melakukan pengecoran beton pelat penutup saluran drainase sebagai bagian dari penataan kawasan jalan.
“Di ruas Jalan Hertasning, Makassar, pekerjaan saat ini berlanjut pada pemasangan manhole untuk pedestrian. Sementara di ruas Jalan Aroepala, dilakukan pengecoran beton plat penutup saluran drainase sebagai bagian dari penataan kawasan jalan,” jelas Rosyadi.
Pekerjaan serupa juga berlangsung di sejumlah ruas di luar Kota Makassar. Pada ruas Batas Gowa–Tondong di Kabupaten Sinjai, misalnya, dilakukan pembangunan bahu beton dengan mutu beton fc 15 MPa.
Penanganan bahu jalan dengan metode serupa juga dilakukan pada ruas Tanete–Tanaberu di Kabupaten Bulukumba.
Sementara pada ruas Batas Bulukumba–Sanjai–Sinjai, pekerjaan telah memasuki tahap penanganan hasil galian menggunakan Cold Milling Machine (CMM).
Baca Juga:
Rosyadi mengatakan seluruh pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan progres di masing-masing ruas.
“Seluruh tahapan tersebut dilaksanakan secara bertahap mengikuti progres pekerjaan di masing-masing ruas,” pungkasnya.
Melalui tahapan lanjutan tersebut, Pemprov Sulsel tidak hanya mengejar penyelesaian badan jalan, tetapi juga memastikan infrastruktur pendukung di sekitar ruas yang ditangani dapat berfungsi secara optimal.
Penataan pedestrian, drainase, median, dan bahu jalan diharapkan melengkapi peningkatan kualitas jalan sekaligus mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang menggunakan fasilitas tersebut. (****)