Makassar Kini
Sulsel Jadi Lokasi Utama Aktivasi 480 SPPG 3T di Indonesia Timur
MAKASSARINSIGHT.com, TAKALAR — Sulawesi Selatan dipilih sebagai lokasi utama aktivasi 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi di kawasan Timur Indonesia.
Aktivasi tersebut dilakukan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di SPPG Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Jumat (2/10/2026).
Sebanyak 480 SPPG yang diaktivasi tersebut tersebar di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota di wilayah Timur Indonesia. Dari jumlah itu, 211 merupakan SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman mengapresiasi keputusan BGN menjadikan Sulawesi Selatan sebagai lokasi utama aktivasi SPPG wilayah 3T. Menurutnya, kehadiran dapur pemenuhan gizi di daerah dengan keterbatasan akses menjadi bagian penting dalam memastikan anak-anak memperoleh asupan makanan bergizi.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN karena memilih Sulsel untuk peresmian SPPG wilayah 3T. Kami tentu mengapresiasi Bapak Kepala BGN membuka atau mengaktivasi SPPG terutama di daerah 3T dan memiliki prevalensi stunting yang tinggi,” kata Andi Sudirman.
Menurut dia, program pemenuhan gizi perlu menjangkau anak-anak yang berada di wilayah dengan tantangan geografis maupun akses terhadap layanan dasar.
“Karena masyarakat di 3T, anak-anaknya tentu berharap ingin diberi makan setiap hari dengan makanan yang bergizi,” ujarnya.
Andi Sudirman mengatakan Pemprov Sulsel siap mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi yang dijalankan BGN. Namun, cakupan program yang besar juga membutuhkan penguatan pelaksanaan dan pembenahan secara bertahap.
“Kita berharap banyak dilakukan pembenahan. Semua kegiatan-kegiatan kita ketika banyak program dan sifatnya masif tentu harus ada kerja keras di belakang semua itu untuk dilakukan perlahan dan bertahap untuk melakukan pembenahan,” tuturnya.
Ia menilai perluasan layanan SPPG menjadi penting, terutama untuk menjangkau wilayah yang selama ini menghadapi kendala geografis, termasuk kawasan kepulauan dan daerah terpencil.
Pemprov Sulsel, kata Andi Sudirman, akan terus memberikan dukungan terhadap penguatan program pemenuhan gizi tersebut.
“Kita tentu sangat mendukung, mensupport terus Bapak Kepala BGN dan berharap tentu dilakukan perluasan dapur SPPG terutama di wilayah pulau-pulau, daerah terpencil dan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel,” pungkasnya.
Peresmian SPPG di Takalar tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, serta sejumlah tamu undangan.
Aktivasi serentak ratusan SPPG tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas cakupan layanan pemenuhan gizi hingga wilayah yang memiliki tantangan akses dan kebutuhan intervensi gizi yang lebih tinggi di kawasan Timur Indonesia. (*)
