La Liga Tak Pakai Lagi Teknologi Garis Gawang Musim Depan

Jumat, 26 Mei 2023 20:36 WIB

Penulis:Isman Wahyudi

Editor:Isman Wahyudi

Presiden La Liga, Javier Tebas,
Presiden La Liga, Javier Tebas, (Bleacher Report)

MAKASSARINSIGHT.com—La Liga Spanyol dipastikan tak akan menggunakan teknologi garis gawang (goal-line technology) pada musim 2023/2024. Otoritas menilai biaya pengadaan teknologi tersebut dinilai terlalu mahal. La Liga memilih mengoptimalkan video assistant referee (VAR) untuk mencegah keputusan kontroverial di lapangan.  

Kebijakan itu dibeberkan akun Bleacher Report, mengutip dari El Larguero, Jumat, 26 Mei 2023. Dalam laporan tersebut, Presiden La Liga Javier Tebas dikabarkan ogah membayar US$3 juta atau sekitar Rp44,9 miliar untuk pengadaan teknologi garis gawang. “La Liga dan Presiden Javier Tebas tidak mau membayar fee US$3 juta,” demikian laportan tersebut. 

Dari lima kompetisi teratas Eropa, hanya La Liga yang belum punya teknologi garis gawang. Berbeda halnya dengan Liga Premier Inggris, Bundesliga Jerman, Serie-A Italia dan Ligue 1 Prancis yang telah menerapkan inovasi itu sejak beberapa tahun lalu. 

Dorongan agar mengadpsi goal-line technology sejatinya mengemuka sejak 2017 usai sejumlah gol kontroverial muncul di La Liga. Dalam kesempatan sebelumnya, Javier Tebas telah beberapa kali menyatakan bahwa goal-line technology terlalu mahal untuk mereka. La Liga memilih mengandalkan teknologi video rekaman atau VAR yang mulai digunakan musim 2018/2019. 

Baca Juga: 

Tak Diakui FIFA

Di Spanyol, teknologi garis gawang baru sekali dipakai di turnamen bola resmi yakni pada Spanish Super Cup Final 2020 yang melibatkan Valencia, Real Madrid, Barcelona dan Atlético Madrid. Namun setelah itu teknologi tersebut tak lagi digunakan. La Liga sebenarnya telah menggandeng Mediacoach untuk menyediakan sistem tracking pertandingan.

Perusahaan Spanyol itu membuat klub bisa menganalisa hampir setiap aksi pemain di atas lapangan dan diolah dalam bentuk statistik. Hal itu seperti jumlah operan, shot on goal, jarak tempuh pemain, top speed, dan data lain. Namun Mediacoach tidak memiliki lisensi FIFA untuk menjadi salah satu penyedia teknologi garis gawang. 

La Liga sebenarnya dapat mengusulkan Mediacoach agar dapat menjadi penyedia teknologi garis gawang resmi FIFA. Namun untuk itu, La Liga harus membayar 4 juta euro atau setara Rp64 miliar. Lagi-lagi otoritas liga keberatan dengan harga tersebut. 

Baca Juga: 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Chrisna Chanis Cara pada 26 May 2023