ICMI Sulsel dan CELIOS Bahas Reformasi Pajak Hijau serta Fiskal Daerah

Selasa, 04 Agustus 2026 08:33 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

b63fc94f-a0fe-4e5f-9e9e-acc1f971d464.jpeg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com – ICMI Organisasi Wilayah (Orwil) Sulawesi Selatan bersama Center for Information and Development Studies (CIDES) ICMI Sulsel dan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menggelar diskusi publik bertajuk “Kaya SDA, Miskin Anggaran? Saatnya Reformasi Pajak Hijau untuk Daerah!” di Red Corner Cafe, Makassar, Selasa (4/8/2026).

Ketua CIDES ICMI Sulsel, Dr. Adi Suryadi Culla, mengatakan diskusi tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kebijakan untuk membahas tata kelola sumber daya alam, reformasi pajak hijau, serta kebijakan fiskal berkelanjutan guna mengurangi ketimpangan fiskal antardaerah.

“Forum ini diharapkan melahirkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang mampu memperkuat pengelolaan sumber daya alam secara lebih adil sekaligus mendorong kesejahteraan daerah penghasil SDA,” ujarnya.

Baca Juga: 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pra Muktamar VIII dan Milad ke-36 ICMI Tahun 2026, sekaligus menjadi wadah merumuskan solusi bagi pembangunan daerah yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Diskusi menghadirkan Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof. Dr. Arismunandar dan Ketua CIDES ICMI Sulsel Dr. Adi Suryadi Culla. Sementara narasumber yang akan berbagi pandangan meliputi Ketua Dewan Pakar CIDES ICMI Sulsel sekaligus Guru Besar FEB Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Abd. Hamid Paddu, Executive Director CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara, mantan Ketua KPK yang kini Anggota Dewan Pers Dr. M. Busyro Muqoddas, serta akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar Syamsu Alam.

Baca Juga: 

Melalui forum tersebut, penyelenggara berharap lahir rekomendasi strategis mengenai reformasi fiskal, penerapan pajak hijau, serta pengelolaan sumber daya alam yang mampu menciptakan keadilan fiskal bagi daerah penghasil SDA.

Diskusi terbuka bagi akademisi, mahasiswa, praktisi, organisasi masyarakat, media, dan masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu ekonomi hijau, tata kelola sumber daya alam, dan pembangunan daerah berkelanjutan. (****)

Tags:icmi