Senin, 17 Agustus 2026 16:34 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Kota Makassar meluncurkan program “Merdeka dalam Genggaman” bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Program tersebut diluncurkan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham setelah upacara pengibaran bendera di Lapangan Karebosi Makassar.
Program ini ditandai dengan integrasi tiga layanan digital baru ke dalam aplikasi Lontara Plus, yakni layanan pencatatan sipil terintegrasi, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara daring, serta fitur Makassar Move.
Munafri mengatakan, digitalisasi pelayanan publik bukan sekadar menghadirkan aplikasi atau fitur baru, tetapi bagian dari upaya pemerintah memenuhi hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan yang mudah dan cepat.
Baca Juga:
“Ini bukan hadiah, tapi ini adalah hak yang dimiliki oleh warga Kota Makassar mendapatkan kemudahan terhadap akses di hari kemerdekaan,” kata Munafri.
Melalui integrasi layanan pencatatan sipil, masyarakat dapat mengakses sejumlah kebutuhan administrasi kependudukan tanpa harus selalu datang langsung ke kantor pelayanan.
“Nantinya, ada data Dukcapil untuk proses kependudukan yang mungkin selama ini harus datang ke kantor capil. Ada yang tidak punya waktu dalam proses dan lain sebagainya,” ujarnya.
Menurut Munafri, integrasi tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan agar akses masyarakat semakin luas dan praktis.
Selain layanan kependudukan, Lontara Plus kini menyediakan fasilitas pembayaran PBB secara daring. Fitur tersebut diharapkan memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban pajak tanpa harus melalui proses pelayanan secara konvensional.
Sementara Makassar Move dirancang untuk mendorong pola hidup sehat sekaligus membuka ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat.
Melalui fitur tersebut, warga dapat mencatat aktivitas fisik seperti berjalan kaki, jogging, berlari, hingga bersepeda. Pemerintah juga menyiapkan hadiah yang akan diundi secara berkala bagi pengguna.
“Yang jalan kaki, yang jogging, yang naik sepeda, yang lari, silakan masuk ke dalam aplikasi Lontara. Setiap minggu akan ada hadiah-hadiah menarik yang diundi,” kata Munafri.
Tidak hanya mencatat aktivitas olahraga, Makassar Move juga memungkinkan masyarakat melaporkan kondisi yang ditemukan selama beraktivitas di jalan, termasuk persoalan lingkungan maupun fasilitas yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Yang berjalan, yang jogging, yang berlari, yang naik sepeda, bisa melaporkan hal-hal yang mereka lihat di jalanan untuk dilakukan pola perbaikan,” ujarnya.
Munafri menyebut fitur tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat. Warga dapat membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan yang luput dari pemantauan langsung di lapangan.
“Hal-hal yang luput dari perhatian pemerintah bisa cepat diakses melalui layanan fitur digital yang diberikan oleh pemerintah,” tuturnya.
Munafri menegaskan, peluncuran tiga fitur tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Makassar membangun pelayanan publik berbasis digital. Menurutnya, semangat kemerdekaan juga harus diwujudkan melalui kemudahan masyarakat mengakses layanan pemerintah.
Baca Juga:
“Kami meluncurkan pelayanan ini adalah sebuah komitmen dalam membangun digitalisasi di Kota Makassar. Ini adalah wujud kemerdekaan digital di bidang pelayanan publik,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi turut mengawasi dan mengawal pembangunan melalui kanal digital yang tersedia.
“Ini bukan hadiah dari pemerintah kota, tapi ini adalah hak masyarakat Kota Makassar sebagai warga yang terus akan kita berikan pelayanan secara maksimal,” katanya.
Munafri mengajak masyarakat memanfaatkan transformasi digital sebagai bagian dari pembangunan kota.
“Mari kita awasi dan kawal pembangunan kota ini bersama. Satu Kota, satu Aplikasi, merdeka dalam Genggaman,” pungkasnya. (****)