'Dunia yang Hilang' Ditemukan di Australia, Berusia Miliaran Tahun

Kamis, 08 Juni 2023 18:21 WIB

Penulis:Isman Wahyudi

Editor:Isman Wahyudi

ilmuwan australia.jpg
Profesor Jochen Brocks memeriksa sedimen batuan purba di Australia utara (Australian National University)

MAKASSARINSIGHT.com, CANBERRA- Para ilmuwan telah menemukan "dunia yang hilang" dari organisme purba di batuan berumur miliaran tahun dari Australia utara. Penemuan ini dapat mengubah pemahaman dunia tentang nenek moyang kehidupan paling awal.

Makhluk mikroskopis, yang dikenal sebagai Protosterol Biota adalah bagian dari keluarga organisme yang disebut eukariota. Menurut para peneliti, mereka hidup di saluran air Bumi sekitar 1,6 miliar tahun yang lalu.

Eukariota memiliki struktur sel kompleks yang mencakup mitokondria, "pembangkit tenaga" sel, dan nukleus "pusat kendali dan informasi" -nya. Bentuk eukariota modern termasuk jamur, tumbuhan, hewan, dan organisme bersel tunggal seperti amuba.

Manusia dan semua makhluk berinti lainnya dapat melacak garis keturunan nenek moyang mereka kembali ke leluhur bersama eukariotik terakhir (LECA) yang hidup lebih dari 1,2 miliar tahun yang lalu.

Baca Juga: 

“Penemuan baru ini tampaknya merupakan sisa tertua dari garis keturunan kita sendiri. Mereka hidup bahkan sebelum LECA,” kata Benjamin Nettersheim yang menyelesaikan gelar PhD di Universitas Nasional Australia (ANU) dan sekarang berbasis di Universitas Bremen di Jerman.

“Makhluk purba ini melimpah di ekosistem laut di seluruh dunia dan mungkin membentuk ekosistem untuk sebagian besar sejarah Bumi.”

Penemuan Biota Protosterol ini merupakan hasil kerja 10 tahun para peneliti dari ANU dan dipublikasikan di Nature pada Kamis 8 Juni 2023.

Jochen Brocks dari ANU yang membuat penemuan dengan Nettersheim mengatakan,  Biota Protosterol lebih kompleks daripada bakteri dan mungkin lebih besar. Meskipun tidak diketahui seperti apa bentuknya.

"Kami percaya mereka mungkin adalah predator pertama di Bumi, berburu dan melahap bakteri," kata profesor itu dalam sebuah pernyataan.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti dari Australia, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat, menyelidiki molekul lemak fosil yang ditemukan di dalam batu yang terbentuk di dasar lautan. Dekat tempat yang sekarang menjadi Wilayah Utara Australia.

Australia Utara dikenal memiliki beberapa batuan sedimen terawetkan terbaik yang berasal dari Abad Pertengahan Bumi (pertengahan periode Proterozoikum). Termasuk batuan pembawa biomarker tertua di Bumi.

“Fosil molekuler yang terperangkap dalam sedimen purba ini memungkinkan wawasan unik ke dalam kehidupan awal dan ekologi,” kata Nettersheim.

Para peneliti menemukan bahwa molekul tersebut memiliki struktur kimia purba yang mengisyaratkan keberadaan makhluk kompleks awal yang berevolusi sebelum LECA dan telah punah.

Brocks mengatakan makhluk itu mungkin berkembang biak dari sekitar 1,6 miliar tahun lalu hingga sekitar 800 juta tahun lalu.

Akhir periode ini dalam garis waktu evolusi Bumi dikenal sebagai Transformasi Tonian. Yakni  ketika organisme yang lebih maju, seperti jamur dan alga, mulai berkembang. Namun kapan tepatnya Protosterol Biota punah tidak diketahui.

Baca Juga: 

“Transformasi Tonian adalah salah satu titik balik ekologi paling mendalam dalam sejarah planet kita,” kata Brocks.

“Sama seperti dinosaurus harus punah agar nenek moyang mamalia kita bisa menjadi besar dan berlimpah, mungkin Biota Protosterol harus menghilang satu miliar tahun sebelumnya untuk memberi ruang bagi eukariota modern.”

 

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Amirudin Zuhri pada 08 Jun 2023