Sabtu, 06 Juni 2026 10:48 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com – Jajaran Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar turun langsung memimpin kerja bakti dan pembersihan saluran air baku di Bendungan Leko Pancing, Kabupaten Maros, Jumat (5/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kontinuitas pasokan air bersih sekaligus mengantisipasi krisis air di sejumlah wilayah pelayanan, khususnya di kawasan utara Kota Makassar.
Peninjauan dipimpin Plt Direktur Umum Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Taufiq Aris, bersama Plt Direktur Keuangan, Wirda Fauzah Madjid. Kegiatan tersebut turut melibatkan jajaran pejabat struktural dan tim teknis perusahaan.
Selain memantau kondisi bendungan, direksi juga melaksanakan kerja bakti di sepanjang saluran air baku yang menghubungkan Bendungan Leko Pancing dengan Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Perumda Air Minum Kota Makassar untuk menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih bagi ribuan pelanggan, terutama di wilayah utara dan timur Kota Makassar yang belakangan mengalami gangguan distribusi akibat menurunnya kapasitas produksi air.
Baca Juga:
Plt Kepala Bagian Produksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, mengatakan peninjauan lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi secara langsung berbagai kendala yang menyebabkan berkurangnya debit air baku menuju IPA II Panaikang.
“Direksi bersama seluruh jajaran turun langsung ke Bendungan Leko Pancing untuk memastikan kondisi saluran air baku sekaligus melakukan kerja bakti. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam menjaga pelayanan kepada pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar,” ujarnya.
Menurut Kamil, persoalan utama yang dihadapi saat ini bukan pada ketersediaan air di bendungan, melainkan pada kondisi saluran distribusi menuju instalasi pengolahan.
Ia menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan penurunan debit air, yakni kebocoran pada sejumlah titik saluran, maraknya pengambilan air baku secara ilegal, serta pendangkalan akibat sedimentasi.
“Kapasitas air baku di bendungan sebenarnya masih mencukupi. Namun di sepanjang saluran terdapat kebocoran, pengambilan air ilegal, dan pendangkalan. Kondisi inilah yang menyebabkan debit air berkurang ketika tiba di IPA II Panaikang,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, titik-titik kritis banyak ditemukan di Seksi 8 dan Seksi 9 saluran air baku. Akibatnya, kapasitas produksi IPA II Panaikang menurun dan berdampak langsung terhadap pelayanan air bersih di Kecamatan Tallo, Ujung Tanah, Wajo, dan Bontoala.
“Kondisi ini sangat mengganggu dan mengurangi produksi air kami, khususnya untuk layanan di wilayah utara kota,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, direksi juga memantau proses pembersihan saluran yang difokuskan pada area yang mengalami sedimentasi, penyumbatan, serta titik-titik yang terindikasi terjadi kehilangan air.
Menurut Kamil, pembenahan saluran air baku menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus meminimalkan kehilangan debit di sepanjang jalur menuju instalasi pengolahan.
Baca Juga:
Selain melakukan pembenahan pada saluran eksisting, Perumda Air Minum Kota Makassar juga mempercepat pembangunan Intake Manggala sebagai sumber tambahan air baku guna menopang kebutuhan produksi.
“Sesuai komitmen pelaksana, Intake Manggala ditargetkan mulai beroperasi pada 30 Juni 2026. Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi strategis untuk menutupi kekurangan pasokan air baku, terutama saat musim kemarau,” ujarnya.
Kamil juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas terganggunya layanan air bersih akibat penurunan debit air baku.
“Kami memohon maaf kepada seluruh pelanggan, khususnya di wilayah utara Kota Makassar. Kami terus melakukan berbagai upaya pembenahan agar pelayanan air bersih dapat kembali optimal dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya. (****)