Ekonomi & Bisnis
Rekor IHSG, Potensi Cuan Saham ASII, AKRA, dan BUMI
MAKASSARINSIGHT.com – Laju impresif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil menembus level psikologis baru 9.133 pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026, didorong performa gemilang sektor unggulan. Sejalan dengan kenaikan tersebut, Indeks LQ45 juga ditutup menguat 0,41% atau naik 3,69 poin ke level 893,12 pada pukul 16.00 WIB.
Saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) kembali membuktikan perannya sebagai mesin utama penggerak indeks di tengah gejolak pasar finansial global. Sektor konsumer primer dan siklikal tampil sebagai motor penggerak utama pada pembukaan pekan perdagangan kali ini menurut pantauan data bursa.
Founder Stocknow.id, Hendra Wardana, menyoroti dominasi saham PT Astra International Tbk (ASII) yang memimpin top gainers dengan kenaikan 4,96% ke level Rp7.400. Selain itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga menguat tajam 4,24% menuju level Rp2.950 per lembar saham.
Baca Juga:
- Melinda Aksa Dukung Film Lokal Lewat Nobar Uang Passolo
- Berusia 600 Tahun, Inilah Asal-usul kata ‘Halo’
- Maidi, Wali Kota Madiun Eks Guru yang Kena OTT KPK
Emiten lain seperti PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik 3,60% ke level Rp1.295, diikuti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang menguat 2,96%. Pergerakan positif ini juga terlihat pada PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melonjak signifikan sebesar 2,77% hari ini.
Sektor Konsumer Bawa Optimisme
Kenaikan pada sektor konsumer memberikan sinyal optimisme bahwa pasar masih sangat percaya pada kekuatan konsumsi masyarakat. Meskipun rupiah melemah dan tekanan biaya produksi mulai naik, daya beli masyarakat dianggap tetap tangguh. Hal ini menjadi katalis positif bagi pertumbuhan laba emiten terkait.
"Secara sektoral, investor terlihat sangat jeli mengalokasikan dana ke saham-saham yang memiliki fundamental solid. Mereka memilih emiten dengan kemampuan mengelola margin keuntungan di tengah fluktuasi biaya operasional akibat pelemahan kurs rupiah saat ini," jelas Hendra kepada TrenAsia.id, Selasa, 19 Januari 2026.
Dari sisi teknikal, Hendra membedah bahwa IHSG sebenarnya sudah memasuki area jenuh beli (overbought). Indikator menunjukkan jarak antara posisi indeks dengan garis rata-rata pergerakannya sudah semakin lebar. Kondisi ini biasanya akan diikuti oleh aksi pengambilan untung teknikal oleh para pelaku pasar modal.
"Koreksi jangka pendek dalam kondisi pasar yang sudah tinggi adalah hal yang sangat sehat. Ini diperlukan agar tren kenaikan IHSG tetap memiliki struktur kuat. Tanpa konsolidasi, risiko pembalikan arah yang drastis justru akan membayangi pergerakan pasar saham ke depannya nanti," tambah Hendra.
Baca Juga:
- Jamaluddin Jompa Menang Telak, Pimpin Unhas 2026-2030
- Munafri Temui Kapolda Sulsel, Perkuat Keamanan Makassar 2026
- MitMe Day Bahas Strategi UMKM Jadi Mudah Ditemukan Pelanggan
Teknikal dan Rekomendasi Saham
IHSG diprediksi akan mencoba menguji level dukungan (support) baru dalam waktu yang cukup dekat. Para pelaku pasar juga masih menunggu kepastian arah kebijakan moneter global. Stabilitas kurs rupiah di pasar spot akan menjadi perhatian utama investor untuk menentukan langkah strategi investasi selanjutnya.
Hendra Wardana memberikan sejumlah rekomendasi saham yang menarik untuk dicermati investor. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) masih menarik untuk strategi trading buy dengan target harga level 1.430. Saham ini didukung model bisnis kuat di bidang distribusi energi serta logistik untuk industri.
Selanjutnya, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) layak dicermati sebagai saham turnaround dengan target harga 179. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang hari ini naik ke Rp412 juga masih menarik dicermati sebagai pilihan trading aktif dengan target harga di level 450.
Hendra menyimpulkan bahwa strategi paling relevan saat ini adalah pendekatan buy on weakness. Dengan kondisi global yang rapuh, investor disarankan tidak terburu-buru melakukan pembelian agresif. Lebih bijak jika masuk secara bertahap saat terjadi koreksi teknikal yang sudah terukur dengan baik dan disiplin.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Alvin Bagaskara pada 20 Jan 2026
