Masyarakat Indonesia Siap Gelar Pemilu, Begini Kata Dunia

Ilustrasi Pemilu 2024 (Foto: Istimewa)

MAKASSARINSIGHT.com, JAKARTA-Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, akan menggelar Pemilu pada  Rabu 14 Februari 2024. Sekitar 205 juta pemilih akan ikut serta dalam pemilihan pemilihan presiden dan legislatif.

Pelaksanaan Pemilu 2024 tidak hanya menjadi perhatian di dalam negeri. Tetapi juga menjadi sorotan banyak media luar negeri.

Associated Press dalam laporannya Selasa 13 Februari 2024 mengangkat judul “Apa yang dipertaruhkan di Indonesia ketika negara demokrasi terbesar ketiga di dunia memilih presiden baru?. 

Baca Juga: 

Dalam laporan tersebut AP menyebut ini adalah Pemilu kelima sejak negara ini memulai reformasi demokrasi pada tahun 1998. Negara kepulauan yang luas dengan 17.000 pulau dan berpenduduk lebih dari 270 juta orang dari sekitar 1.300 kelompok etnis merupakan benteng demokrasi di Asia Tenggara. wilayah yang beragam dan dinamis secara ekonomi dengan rezim otoriter, negara polisi, dan negara demokrasi yang baru lahir.

Pemilu di Indonesi disebut sangat penting. Terletak di antara samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia adalah rangkaian pulau terbesar di dunia dan terbentang jarak yang setara dari New York hingga London. Ini adalah negara terpadat keempat di dunia, dengan warisan budaya yang kaya dan sumber daya alam yang beragam. Hampir 90% dari 277 juta penduduk Indonesia adalah Muslim, menjadikannya negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.

Sedangkan BBC mengangkat judul Pemilu Indonesia: Sebuah negara yang 'mustahil' menguji demokrasi yang telah diraih dengan susah payah.

Media Inggris ini menyebut ada banyak peristiwa  menakjubkan sebelum Pemilu. Salah satunya bergabungnya mantan aktivis 1998 Budiman Sudjadmiko di kubu Prabowo Subianto. Media itu menulis tokoh militer yang pernah dipermalukan dan aktivis yang berapi-api kini berada di pihak yang sama dalam pemilu yang demokratis. “Meskipun aliansi tersebut terlihat tidak mungkin terjadi, aliansi ini dapat menceritakan kisah demokrasi Indonesia yang masih muda dan penuh gejolak.”

Saat ini BBC menulis politik Indonesia didominasi oleh tokoh-tokoh kaya dan kaya yang sama-sama makmur di bawah pemerintahan Suharto. 

Ada yang menyebut Indonesia sebagai negara mustahil. Hal ini seharusnya tidak berhasil. Namun hal ini berhasil  dengan banyaknya partai politik yang mewakili salah satu populasi terbesar dan paling beragam di planet ini. 

Namun BBC juga menyinggung kekhawatiran banyak masyarakat Indonesia saat ini adalah apa yang akan terjadi pada demokrasi mereka jika Prabowo menang?

Pertarungan Terakhir Para Titan

Tidak hanya menjadi perhatian media, sejumlah lembaga pemikir juga membuat analisa tentang Pemilu Indonesia. Salah satunya tulisan dari Sana Jaffrey. Peneliti nonresiden di Program Asia di Carnegie Endowment for International Peace. Dia juga peneliti di Departemen Perubahan Politik dan Sosial di Australian National University.

Dia menulis artikel dengan judul “Pilpres Indonesia 2024 Bisa Jadi Pertarungan Terakhir Para Titan.” Disebutkan para elite di era otoriter telah lama mendominasi politik demokrasi di negara ini. Dan kini para pialang kekuasaan yang menua ini sedang bergulat dengan presiden populer yang ingin memimpin generasi baru para raja.

Setelah jatuhnya Soeharto, sebagian besar kekuasaan telah berpindah tangan di antara para elite ini. Di mana partai politiknyalah yang menentukan siapa yang akan ikut serta dalam pemilu dan apa yang dilakukan pemenang di sela-sela pemilu. 

Baca Juga: 

Dia menyebut pada tahun 2024, para pialang kekuasaan di Indonesia yang sudah berusia lanjut mendukung calon-calon presiden baru dan lama. Langkah yang mungkin merupakan kesempatan terakhir mereka untuk menentukan bidang kontestasi politik. 

Namun Joko Widodo yang upayanya untuk meraih masa jabatan ketiga di luar konstitusi dihalangi oleh orang lama ini tidak siap untuk melepaskan kekuasaannya. Bahkan secara terbuka menyatakan niatnya untuk ikut campur dalam persaingan tersebut.

Dia juga memanfaatkan popularitas dan kendalinya atas lembaga-lembaga negara untuk memastikan terpilihnya penerus yang bersahabat dan memantapkan dirinya di antara generasi baru raja-raja.

Masalah dalam Negeri

Voice of America menyoroti permasalahan dalam negeri merupakan hal yang penting dalam pemilihan presiden. Mengutip data BPS, VOA menulis pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 5% pada tahun 2023 dibandingkan dengan 5,3% pada tahun sebelumnya. 

Sementara tingkat pengangguran sebesar 5,32% pada bulan Agustus 2023. Namun menurut data Organisasi Perburuhan Internasional bagi masyarakat Indonesia yang berusia 15 hingga 24 tahun, sekitar 14% adalah pengangguran.

Menurut laporan ketahanan pangan regional PBB, hampir 70% masyarakat Indonesia tidak mampu membeli makanan sehat. Menambah daftar perekonomian, lapangan kerja, dan ketahanan pangan yang sudah dikenal secara global adalah perdebatan domestik mengenai rencana ambisius Widodo untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara. Isu internasional antara lain sengketa Laut Cina Selatan dengan Tiongkok dan perubahan iklim.

Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Amirudin Zuhri pada 13 Feb 2024 

Editor: Isman Wahyudi
Bagikan
Isman Wahyudi

Isman Wahyudi

Lihat semua artikel

Related Stories