Makassar Kini
Ekonomi Sulsel Tumbuh 6,88 Persen, Andi Sudirman Sebut Hasil Kerja Kolektif
MAKASSARINSIGHT.com — Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan I 2026 mencatat capaian impresif sebesar 6,88 persen secara year-on-year (y-on-y). Angka tersebut tidak hanya melampaui periode sebelumnya, tetapi juga menempatkan Sulsel sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, pertumbuhan ekonomi itu turut diiringi peningkatan kualitas ketenagakerjaan dan penyerapan tenaga kerja baru yang signifikan. Jumlah penduduk bekerja di Sulsel tercatat mencapai sekitar 4,75 juta orang atau meningkat sekitar 170 ribu orang dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga:
- Sebelum Beli Mobil Listrik, Sejumlah Hal Ini Wajib Diperhatikan
- Pemkot Makassar Perdana Terlibat di MIWF 2026 Internasional
- Ternyata Di Balik Gelar Barcelona, Ada Sistem Demokrasi ala Koperasi
Selain itu, proporsi pekerja penuh waktu juga mengalami peningkatan menjadi 62,49 persen. Sementara tingkat setengah pengangguran turun menjadi 6,17 persen, yang menunjukkan adanya perbaikan kualitas pekerjaan di daerah tersebut.
Andi Sudirman menilai pertumbuhan ekonomi Sulsel tidak hanya tinggi secara angka, tetapi juga mulai menunjukkan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan daerah tetap difokuskan pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Struktur ekonomi Sulsel sendiri masih ditopang sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan konstruksi. Sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dengan kontribusi mencapai 23,71 persen, sekaligus menyerap lebih dari 1,6 juta tenaga kerja.
Pemerintah Provinsi Sulsel dalam beberapa tahun terakhir memang agresif mendorong penguatan sektor riil. Program kemandirian benih, pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi, hingga hilirisasi komoditas pertanian terus dipacu untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
Sebelumnya, Sulsel juga mencatat pertumbuhan ekonomi tahunan 2025 sebesar 5,43 persen, tertinggi sejak pandemi Covid-19. Tren tersebut menunjukkan konsistensi pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tekanan global dan ketidakpastian ekonomi nasional.
Tidak hanya dari sisi pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi di Sulsel sepanjang 2025 juga melampaui target RPJMD dengan capaian Rp19,5 triliun atau tumbuh 39,25 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat geliat ekonomi dan pembukaan lapangan kerja baru di Sulsel.
Baca Juga:
- Raih Diskon GrabFood, GrabCar, hingga GrabExpress dari BRI, Ini Detailnya
- Pemprov Sulsel Perketat Pengendalian BBM Subsidi Agar Tepat Sasaran
- Jaga Laut Kep. Sabang, Karyawan BRI Gelar Aksi Konservasi Terumbu Karang
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Sulsel, Syamsul, mengatakan capaian 6,88 persen menjadi sinyal bahwa kebijakan pembangunan yang difokuskan pada sektor produktif mulai memberikan hasil nyata.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan yang mencapai 6,88 persen ini menunjukkan bahwa arah kebijakan pembangunan yang difokuskan pada sektor produktif dan penciptaan lapangan kerja mulai memberikan hasil nyata,” ujarnya.
Ke depan, Pemprov Sulsel menargetkan penguatan ekonomi desa, peningkatan produktivitas pertanian, serta perluasan kesempatan kerja tetap menjadi prioritas utama agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan berkelanjutan. (***)
