Wali Kota Makassar Promosikan Stadion Untia ke Delegasi 28 Negara

Rabu, 24 Juni 2026 16:07 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

0452c26f-2310-47b1-988a-3eae225d451a.jpeg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Kota Makassar memanfaatkan momentum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 untuk memperkenalkan sekaligus menawarkan proyek strategis pembangunan Stadion Untia kepada investor dan delegasi internasional dari 28 negara.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan langsung potensi pengembangan kawasan Seaplane serta proyek pembangunan Stadion Untia saat menjadi narasumber dalam Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang digelar di Hotel The Rinra Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (24/6/2026).

“Pertama, kami memiliki konsep Sport Tourism Hub. Proyek Stadion Untia dirancang menjadi pusat penggerak ekonomi baru di Indonesia Timur,” kata Munafri.

Forum bisnis tersebut dihadiri 41 delegasi dari 28 negara sahabat serta puluhan pelaku usaha dan investor yang datang untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama dan investasi di Kota Makassar. Bahkan, delapan negara menyatakan kesiapan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar di berbagai sektor.

Baca Juga: 

Di hadapan para delegasi dan investor, Munafri memperkenalkan Stadion Untia sebagai salah satu proyek prioritas yang diproyeksikan menjadi ikon baru Kota Makassar sekaligus pusat olahraga terpadu di kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, stadion yang akan dibangun di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya, itu tidak hanya difungsikan sebagai arena pertandingan sepak bola, tetapi juga dirancang sebagai kawasan pengembangan ekonomi baru berbasis sport tourism, bisnis, dan aktivitas komersial.

“Kami ingin menghadirkan fasilitas olahraga berstandar internasional yang mampu menarik berbagai event nasional maupun internasional,” ujarnya.

Munafri menjelaskan, proyek Stadion Untia akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 23 hektare. Saat ini, proses penimbunan lahan telah berjalan dan pemerintah terus melakukan pematangan perencanaan guna mempercepat realisasi pembangunannya.

Selain stadion utama, kawasan tersebut juga diproyeksikan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari sarana olahraga, ruang komersial, area hiburan, hingga fasilitas publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu menilai proyek Stadion Untia memiliki prospek investasi yang sangat menjanjikan. Pasalnya, Makassar dan wilayah sekitarnya memiliki basis penggemar sepak bola yang besar dengan dukungan kuat terhadap klub kebanggaan Sulawesi Selatan, PSM Makassar.

“Kami percaya proyek ini memiliki potensi yang sangat besar. Olahraga, khususnya sepak bola, sangat populer di Kota Makassar dan daerah sekitarnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, PSM Makassar sebagai klub sepak bola tertua di Indonesia telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional. Namun hingga saat ini, Kota Makassar belum memiliki stadion representatif yang mampu mengakomodasi pertandingan berskala besar.

“Kami memiliki PSM Makassar yang merupakan klub sepak bola tertua di Indonesia, bahkan lebih tua dari PSSI,” katanya.

Karena itu, pembangunan Stadion Untia dinilai menjadi kebutuhan penting sekaligus peluang investasi yang menjanjikan bagi mitra internasional yang ingin berinvestasi di sektor olahraga dan pariwisata.

Mantan CEO PSM Makassar tersebut menegaskan, pembangunan Stadion Untia bukan semata menghadirkan fasilitas olahraga modern, melainkan juga menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menggerakkan sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata.

Baca Juga: 

“Stadion Untia ini bukan hanya untuk pengembangan fasilitas olahraga berstandar internasional, tetapi juga untuk menciptakan kawasan komersial baru yang dapat menggerakkan ekonomi daerah,” ungkapnya.

Politisi Partai Golkar itu optimistis keberadaan Stadion Untia nantinya akan menjadi magnet investasi dan pertumbuhan ekonomi baru di Kota Makassar, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota metropolitan dan gerbang utama Indonesia Timur.

“Kawasan ini kami proyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menjadi bukti bahwa Makassar terus berkembang sebagai kota metropolitan dan pusat pertumbuhan di Indonesia Timur,” tutup Appi. (*)