Perumda Parkir Makassar
Sabtu, 16 Mei 2026 18:42 WIB
Penulis:Isman Wahyudi
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Perumda Parkir Makassar Raya mengakui kewalahan mengurai kepadatan kendaraan saat konser musik di kawasan pelataran parkir Trans Studio Mall Makassar yang berlangsung di Jalan Metro Tanjung, Kamis (14/5/2026).
Direktur Operasional Perumda Parkir Makassar, Andi Ryan Adrianto, mengatakan membludaknya penonton membuat kondisi lalu lintas di sekitar lokasi konser menjadi sangat padat.
Menurutnya, jumlah penonton yang hadir jauh melebihi perkiraan awal panitia. Bahkan informasi yang diterima menyebut jumlah pengunjung mencapai lebih dari 12 ribu orang.
“Memang kami juga kaget melihat partisipasi masyarakat yang ingin menonton konser di pelataran parkiran TSM sangat banyak. Informasinya penonton lebih dari 12 ribu orang. Bahkan ada yang sempat pingsan karena kekurangan oksigen,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).
Baca Juga:
Ia menjelaskan, fokus utama petugas parkir saat kegiatan berlangsung adalah mengurai kendaraan yang memadati tepi Jalan Metro Tanjung agar tidak semakin mengganggu arus lalu lintas.
Namun, banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan membuat petugas kesulitan melakukan penataan secara maksimal.
Selain itu, Andi Ryan juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan area parkir resmi yang telah disediakan pihak mal.
Padahal, berdasarkan koordinasi dengan pihak Trans Mall Makassar, kapasitas parkir di dalam gedung masih tersedia selama konser berlangsung.
“Pihak Trans Mall bilang sebenarnya parkiran di dalam masih ada yang kosong, tetapi masyarakat kemungkinan tidak mau susah sehingga memilih parkir di luar walaupun tarifnya mahal dan dikelola jukir liar,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Perumda Parkir juga menemukan banyak juru parkir liar yang beroperasi tanpa menggunakan atribut resmi seperti rompi maupun kartu identitas.
“Kami menemukan banyak jukir liar tanpa atribut resmi. Ke depan kalau ada event dan kembali ditemukan jukir liar, kami akan melakukan penindakan dan penangkapan,” tegasnya.
Ia menilai kejadian tersebut menjadi salah satu pengalaman terbesar selama dirinya menjabat sebagai Direktur Operasional Perumda Parkir Makassar.
Baca Juga:
Karena itu, ia berharap seluruh penyelenggara kegiatan atau event organizer di Kota Makassar dapat lebih tertib melakukan koordinasi sebelum menggelar acara berskala besar.
Menurutnya, setiap kegiatan wajib berkoordinasi dengan pihak kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Perumda Parkir Makassar guna memastikan kesiapan lahan parkir serta rekayasa lalu lintas.
“Event organizer wajib memiliki rekomendasi dari Perumda Parkir sebelum melaksanakan konser musik agar penataan kendaraan lebih maksimal dan tidak menimbulkan kemacetan,” tutupnya. (**)