Perkenalkan LONTARA+ di Rakernas APEKSI 2026, Kota Lain Belajar ke Makassar

Jumat, 03 Juli 2026 07:19 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

3db0c948-199a-413b-853b-0470eb283e86.jpeg
Kepala Dinas Infokom Kota Makassar Muhammad Rum memperkenalkan Lontara+ di ajang Rakernas Apeksi 2026 di Kota Medan. (IST)

MAKASSARINSIGHT.com, MEDAN – Inovasi pelayanan publik digital LONTARA+ milik Pemerintah Kota Makassar mendapat perhatian dalam Forum Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 di Hotel Aryaduta Medan, Rabu (1/7/2026).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, dipercaya menjadi narasumber untuk memaparkan implementasi LONTARA+ (Layanan Online Terintegrasi Warga Makassar) di hadapan kepala dinas kominfo dan delegasi pemerintah kota se-Indonesia.

“LONTARA+ memudahkan masyarakat menyampaikan pengaduan, sementara seluruh laporan langsung terintegrasi dengan perangkat daerah terkait sehingga dapat ditindaklanjuti secara cepat, tepat, dan terukur,” kata Roem.

Ia menjelaskan, LONTARA+ merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham pada 2025 sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan publik.

Baca Juga: 

Melalui satu aplikasi, masyarakat dapat menyampaikan berbagai pengaduan, mulai dari jalan rusak, lampu jalan padam, persoalan air bersih, persampahan, drainase, pohon tumbang, gangguan ketertiban, hingga berbagai persoalan sosial lainnya. Seluruh laporan diteruskan secara otomatis kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang berwenang dan dapat dipantau proses penyelesaiannya secara transparan.

Menurut Roem, keberhasilan LONTARA+ tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga komitmen seluruh OPD dalam memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan akuntabel.

“Keberhasilan program ini tidak lepas dari komitmen kuat Bapak Wali Kota dalam mendorong transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.

Dalam paparannya, Roem juga mengungkapkan bahwa setiap bulan ribuan laporan masyarakat masuk melalui aplikasi LONTARA+ dan seluruhnya ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing OPD.

Presentasi tersebut mendapat respons positif dari peserta Forum Komdigi. Sejumlah kepala dinas kominfo dari berbagai kota anggota APEKSI mengajukan pertanyaan terkait pola koordinasi lintas OPD, mekanisme tindak lanjut pengaduan, hingga strategi membangun komitmen seluruh perangkat daerah dalam menjalankan transformasi digital.

Baca Juga: 

“Banyak daerah ingin mengetahui bagaimana koordinasi antar-OPD dibangun sehingga setiap laporan masyarakat dapat diselesaikan secara cepat dan efektif,” ungkap Roem.

Bahkan, sejumlah pemerintah kota menyatakan ketertarikannya untuk melakukan studi ke Kota Makassar guna mempelajari penerapan LONTARA+ sebagai salah satu praktik baik pelayanan publik berbasis digital.

Roem menyambut baik antusiasme tersebut dan menegaskan Pemerintah Kota Makassar siap berbagi pengalaman melalui kolaborasi antardaerah dalam forum APEKSI.

“Kami siap berbagi pengalaman agar inovasi LONTARA+ dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam memperkuat transformasi digital pelayanan publik,” tutupnya. (****)