Kamis, 15 Oktober 2026 14:54 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Kota Makassar mengambil langkah antisipatif untuk melindungi siswa dari dampak kabut asap dan penurunan kualitas udara. Atas instruksi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, pembagian masker gratis dilakukan di sejumlah sekolah, disertai imbauan untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
Langkah tersebut diambil setelah hasil pemantauan kualitas udara, berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menunjukkan kondisi udara Makassar dalam kategori sangat tidak sehat selama dua hari terakhir.
Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, bersama jajaran perangkat daerah turun langsung membagikan masker kepada siswa SMP Negeri 6 Makassar, Rabu (14/10/2026). Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, juga memulai kegiatan serupa di SD Telkom Makassar melalui kolaborasi dengan pihak sekolah.
Baca Juga:
Saat memberikan penjelasan kepada siswa, Zulkifly mengingatkan pentingnya menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara memburuk akibat asap dan pencemaran.
“Kenapa kita harus menggunakan masker? Karena terjadi pencemaran udara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi cuaca yang terlihat cerah tidak selalu menunjukkan kualitas udara yang baik. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan informasi kualitas udara dan mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
“Kita melihat cuaca cerah dan tidak hujan, tetapi banyak asap. Setelah berkoordinasi dengan BMKG, kita mengetahui bahwa kualitas udara Makassar dalam dua hari terakhir masuk kategori sangat tidak sehat,” kata Zulkifly.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektor bersama BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), penurunan kualitas udara tersebut diduga dipengaruhi asap kebakaran hutan dan lahan dari sejumlah wilayah serta polusi kendaraan bermotor di dalam kota.
Selain membagikan masker, Pemkot Makassar mengimbau pihak sekolah mengurangi aktivitas luar ruangan untuk sementara waktu. Kepala sekolah dan guru diminta mengutamakan kegiatan belajar di dalam kelas, termasuk membatasi olahraga dan aktivitas bermain di lapangan selama kualitas udara belum membaik.
“Kami mengimbau siswa menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan yang meningkatkan paparan terhadap udara tercemar,” ujar mantan Camat Ujung Pandang tersebut.
Zulkifly juga mengajak masyarakat ikut menjaga kualitas lingkungan dengan menghindari pembakaran sampah dan mengurangi aktivitas yang berpotensi menambah pencemaran udara.
“Mari kita jaga lingkungan dan kesehatan bersama. Kurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, gunakan masker saat diperlukan, dan hindari membakar sampah,” tuturnya.
Disdik Perkuat Perlindungan Siswa
Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan pembagian masker di SD Telkom Makassar merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko paparan udara yang kualitasnya sedang memburuk, khususnya bagi anak-anak yang beraktivitas di lingkungan sekolah.
“Pembagian masker ini merupakan salah satu langkah antisipasi untuk melindungi anak-anak kita dari paparan udara yang kualitasnya sedang tidak baik,” kata Achi.
Menurutnya, perlindungan kesehatan siswa harus menjadi prioritas agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan memperhatikan keselamatan dan kenyamanan peserta didik.
“Kita ingin memastikan anak-anak tetap terlindungi di tengah kondisi kabut asap yang terjadi saat ini,” ujarnya.
Baca Juga:
Achi juga mengapresiasi kerja sama pihak SD Telkom dalam pelaksanaan pembagian masker. Ia menilai kolaborasi pemerintah dan satuan pendidikan penting untuk memperkuat upaya pencegahan terhadap risiko kesehatan di lingkungan sekolah.
“Ini menjadi komitmen kita bersama untuk melindungi anak-anak dari berbagai bahaya serta menjadikan sekolah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi siapa pun, khususnya bagi anak-anak kita di SD Telkom,” tuturnya.
Ia berharap sekolah terus memantau perkembangan kondisi lingkungan dan mengutamakan pembelajaran di dalam ruangan selama kualitas udara belum membaik.
Melalui pembagian masker dan penyesuaian aktivitas sekolah tersebut, Pemkot Makassar berupaya mengurangi paparan udara tercemar terhadap siswa. Pemerintah juga mengingatkan pentingnya mengikuti informasi resmi kualitas udara agar langkah perlindungan dapat disesuaikan dengan kondisi terkini. (*)