Over Budget Saat Liburan? Ini Pengeluaran yang Sering Lolos

Sabtu, 27 Juni 2026 17:39 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

Tips Liburan Ramah Lingkungan Bersama Keluarga Anda
Tips Liburan Ramah Lingkungan Bersama Keluarga Anda (iStock)

MAKASSARINSIGHT.com - Pengeluaran terbesar saat traveling ternyata tidak selalu berasal dari tiket transportasi dan biaya penginapan. Ada sejumlah biaya lain yang sering luput dari perhatian, tetapi justru menjadi penyebab utama membengkaknya anggaran liburan.

Namun kenyataannya, biaya makan dan jajan selama perjalanan justru sering menjadi penyebab utama anggaran liburan membengkak tanpa disadari. 

Pengeluaran konsumsi yang terlihat kecil tetapi terjadi berulang kali setiap hari dapat menguras dana perjalanan lebih cepat dibandingkan perkiraan awal. 

Mulai dari sarapan, makan siang, kopi, camilan, hingga kuliner malam hari sering kali membuat total biaya liburan melonjak.

Baca Juga: 

Saat berada di rumah, sebagian besar orang memiliki pola pengeluaran yang relatif terkontrol. Namun kondisi tersebut biasanya berubah ketika sedang berlibur. 

Keinginan menikmati momen perjalanan membuat banyak wisatawan lebih santai dalam membelanjakan uang. 

Aktivitas seperti mencoba kuliner khas daerah, nongkrong di kafe populer, membeli makanan viral, atau menikmati kopi dengan pemandangan menarik sering dianggap sebagai bagian dari pengalaman wisata yang tidak boleh dilewatkan. 

Karena dilakukan berkali-kali dalam sehari, pengeluaran yang semula terlihat kecil perlahan menumpuk menjadi jumlah yang cukup besar. 

Salah satu daya tarik utama traveling adalah kesempatan mencicipi makanan khas yang tidak tersedia di daerah asal. 

Mulai dari sarapan tradisional, restoran populer, jajanan kaki lima, dessert viral, hingga kopi kekinian sering masuk dalam daftar tujuan wisatawan. 

Tidak sedikit pelancong yang rela mengalokasikan dana lebih besar demi mendapatkan pengalaman kuliner terbaik selama perjalanan. 

Namun ketika semua tempat makan dianggap wajib dicoba, biaya konsumsi dapat melampaui anggaran yang telah disiapkan sebelumnya.

Bahkan dalam beberapa kasus, biaya makan selama liburan bisa menyamai atau melebihi biaya penginapan harian.

Baca Juga: 

Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat menyusun anggaran liburan adalah hanya fokus pada biaya besar seperti tiket dan hotel.

Padahal ada banyak pengeluaran kecil yang terus muncul sepanjang perjalanan, antara lain:
1. Air minum kemasan
2. Kopi atau minuman dingin
3. Camilan selama perjalanan
4. Dessert atau makanan penutup
5. Oleh-oleh makanan
6. Pajak dan biaya layanan restoran 

Jika dihitung selama beberapa hari, total pengeluaran tersebut bisa mencapai angka yang cukup signifikan. 

Karena sifatnya yang spontan dan berulang, biaya konsumsi sering kali menjadi pos pengeluaran yang paling sulit dikendalikan.

Banyak orang merasa tidak ingin ketinggalan tren atau Fear of Missing Out (FOMO) ketika melihat rekomendasi kuliner viral di suatu destinasi wisata. 

Akibatnya, keputusan membeli makanan atau minuman sering dilakukan secara spontan tanpa mempertimbangkan anggaran yang telah dibuat sebelumnya. 

Kondisi ini membuat dana yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan lain justru habis untuk aktivitas konsumtif selama perjalanan.

Untuk menghindari pembengkakan biaya, wisatawan disarankan memisahkan anggaran berdasarkan kategori pengeluaran sejak awal.

Beberapa kategori yang dapat disiapkan antara lain: 
1. Dana transportasi
2. Dana penginapan
3. Dana makan dan wisata kuliner
4. Dana oleh-oleh
5. Dana darurat 

Dengan cara tersebut, wisatawan dapat memantau penggunaan dana secara lebih disiplin dan mengetahui batas pengeluaran pada setiap kebutuhan.

Baca Juga: 

Perencanaan keuangan menjadi salah satu faktor penting agar liburan berjalan nyaman tanpa mengganggu kondisi finansial setelah pulang. 

Menabung secara bertahap jauh sebelum keberangkatan dapat membantu meringankan beban pengeluaran sekaligus membuat perencanaan anggaran lebih terukur.

Saat ini, banyak masyarakat juga mulai memanfaatkan layanan tabungan digital untuk memisahkan dana berdasarkan tujuan keuangan tertentu, termasuk dana liburan dan wisata kuliner. 

Melalui pengelolaan yang lebih terencana, wisatawan dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang tanpa khawatir anggaran membengkak akibat pengeluaran makan dan jajan yang tidak terkontrol. 
 

Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Ferry Cahyanti pada 16 Jun 2026