Sabtu, 10 Januari 2026 09:00 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com – Berkencan bisa terasa seperti olahraga tersendiri, data terbaru menunjukkan salah satu cara paling efektif untuk menemukan cinta pada 2026 justru melalui olahraga.
Temuan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Feeld, sebuah aplikasi kencan yang menyasar gaya hidup berpikiran terbuka. Riset tersebut merangkum tren dalam ranah seksualitas manusia, hasrat, identitas, dan koneksi, yang diamati selama tahun lalu.
Dilansir dari New York Post, para ahli mengatakan bahwa minat terhadap olahraga dan aktivitas fisik kini mendorong hubungan, terutama di kalangan lajang muda. Minat tersebut bahkan berkembang menjadi modal sosial baru untuk menjalin koneksi.
Baca Juga:
Mulai dari klub lari hingga tenis untuk kencan kompetitif dan olahraga komunitas yang meningkatkan dopamin, mereka yang mencari pasangan semakin memasukkan aktivitas olahraga terorganisir ke dalam kehidupan sosial sekaligus cara bertemu orang baru.
“Penekanan pada pengalaman, bersosialisasi, dan membangun keintiman melalui aktivitas dan klub yang terstruktur membantu memahami mengapa semakin banyak orang yang vokal tentang olahraga,” kata Dr. Luke Brunning, dosen etika terapan sekaligus wakil direktur Centre for Love, Sex and Relationships (CLSR) di University of Leeds, dalam pernyataan tertulis terkait temuan tersebut.
“Ditambah dengan meningkatnya representasi perempuan dalam olahraga, serta visibilitas olahraga non-arus utama di media sosial, dan penekanan budaya pada kebugaran dan kesehatan, maka panggung telah siap bagi olahraga untuk mengambil tempat yang lebih menonjol dalam kencan,” imbuhnya.
Berdasarkan temuan tersebut, olahraga menempati delapan dari sepuluh minat dengan pertumbuhan tercepat di kalangan Gen Z. Tren yang awalnya dimulai dari komunitas lari sebagai sarana pertemuan bagi Gen Z dan milenial kini berkembang menjadi ledakan besar, dengan olahraga digunakan sebagai medium membangun koneksi.
Laporan tersebut mencatat lonjakan minat sebesar 300-600% terhadap tenis, sepak bola, basket, dan aktivitas kebugaran secara umum.
Sepak bola mencatat peningkatan tertinggi, hampir tujuh kali lipat atau mendekati 600%. Sementara basket, football, lari, renang, aktivitas gym, dan latihan fisik lainnya mengalami kenaikan sekitar 4,5 kali lipat, atau berada di kisaran 350%.
Mungkin ini efek “Challengers,” tetapi tenis saja telah mengalami pertumbuhan minat sebesar 600%. Olahraga ini jelas telah memanfaatkan euforia yang ada.
Dalam ajang Fan Week tahun ini di USTA Billie Jean King National Tennis Center, U.S. Open merekam, memproduksi, dan merilis serial YouTube bertajuk “Game, Set, Matchmaker.” Serial ini mengikuti kisah delapan pasangan yang dijodohkan untuk melihat apakah mereka bisa menjadi pasangan ganda seumur hidup satu sama lain.
Orang-orang yang terpilih harus memiliki minat terhadap tenis sebagai olahraga serta ketertarikan untuk merasakan pengalaman US Open.
“U.S. Open bukan sekadar turnamen, melainkan sebuah panggung budaya,” ujar Alana Glenn Moritz, direktur kreatif Fresh Tape Media, seperti dikutip The Hollywood Reporter.
“Kami membuat serial ini untuk menangkap energi itu dalam bentuknya yang paling murni. Ini tak terduga, aktual, dan menyentuh drama serta koneksi yang membuat peristiwa ini berbeda dari yang lain.”
Hal serupa juga terjadi pada ajang Ryder Cup bulan September lalu. Ketika wanita lajang memilih meninggalkan aplikasi kencan dan justru pergi ke turnamen golf tersebut untuk mencari pasangan yang cocok.
Komedian Heather McMahan bahkan sempat menyarankan melalui podcast-nya agar para wanita di wilayah tri-state segera menuju Bethpage jika ingin bertemu seseorang.
“Naik kereta, naik Long Island Railroad, LIRR ke sana, beli tiket harian, di situlah kamu akan bertemu orang-orang menarik,” katanya, dan beberapa orang mengikuti sarannya.
Salah satu pengunjung, Colleen Griparich, mengaku terkejut dengan jumlah pria yang hadir. “Begitu masuk, saya langsung mengirim pesan ke teman-teman dan menelepon ibu saya lewat FaceTime sambil bilang, ‘Lihat deh semua cowok ini,’” katanya.
“Saya bisa melihat mungkin 500 atau 600 pria sekaligus. Saya benar-benar tidak percaya. Mereka semua terlihat seperti orang baik, karena memakai kaus golf. Dan siapa yang tidak terlihat rapi dengan kaus golf?” tambahnya.
Munculnya pickleball juga turut berkontribusi pada fenomena percintaan ini, karena lapangan pickleball di New York City telah menjadi tempat favorit bagi Generasi Z dan milenial yang ingin mencari pasangan.
Dalam permainan ini, peserta kerap bermain dengan orang asing, baik sebagai lawan maupun pemain pengganti, dan batas lapangan yang kecil serta sifat santai olahraga ini memungkinkan untuk mengobrol, bahkan saling menggoda dengan pemain lain.
Selain itu, komunitas lari tetap menjadi pionir dalam tren kencan aktif dan kerap dijuluki sebagai “Tinder versi baru.”
Dr. Zac Turner sempat mengungkapkan awal tahun ini bahwa mengikuti klub lari atau olahraga terorganisir apa pun memudahkan para lajang bertemu orang baru dan membangun kedekatan melalui pengalaman “lelah bersama.” Ditambah lagi, semua orang mengenakan pakaian olahraga, sehingga tak perlu repot memikirkan busana untuk kencan pertama.
Baca Juga:
“Ini juga cara alami untuk terhubung, tidak ada pengabaian, tidak ada penggeseran profil di mana satu-satunya ciri kepribadian seseorang adalah ‘suka gym dan kripto,’” tambahnya.
“Jika tidak mendapat pasangan, setidaknya kamu pulang dengan tubuh lebih bugar,” tegasnya.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 10 Jan 2026