Makassar Kini
Munafri Terapkan Sertifikat Standar Higienis UMKM Kuliner
MAKASSARINSIGHT.com – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin terus memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar.
Komitmen tersebut ditegaskan saat Wali Kota Makassar menerima audiensi BBPOM Makassar di Ruang Wali Kota, Kamis (8/1/2026), didampingi Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dan jajaran terkait. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan, penggunaan obat rasional, serta peningkatan daya saing UMKM.
Kepala BBPOM Makassar, Yosef Dwi Irwan Prakasa Setiawan, menyampaikan audiensi ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus penguatan koordinasi pengawasan obat dan makanan yang berdampak langsung pada kesehatan, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat. Ia menegaskan, BBPOM membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar pengawasan berjalan optimal.
Baca Juga:
- Setelah Venezuela, 5 Negara Ini Terancam jadi Target Trump
- BRI–Dinsos Sulsel Bersama Berdayakan Masyarakat Prasejahtera
- DJP Tegaskan Saldo E-Wallet Belum Masuk Pajak 2026
Yosef menjelaskan, BBPOM memiliki sejumlah program keamanan pangan yang dapat disinergikan, mulai dari intervensi di sekolah, keluarga, hingga pasar komunitas. Kota Makassar sendiri pernah menjadi lokasi program keamanan pangan pada 2020. Selain itu, ia mengapresiasi peran Dinas Kesehatan Makassar sebagai mitra strategis dalam edukasi dan pengawasan.
Dalam audiensi tersebut, BBPOM juga menyoroti ancaman resistensi antimikroba (AMR). Yosef mengapresiasi langkah Wali Kota Makassar yang menerbitkan Surat Edaran tentang rasionalitas penggunaan antibiotik, serta mendorong edukasi masyarakat dan kepatuhan fasilitas kefarmasian agar tidak menyerahkan antibiotik tanpa resep.
Di sektor ekonomi, BBPOM menyatakan kesiapan mendukung UMKM, khususnya peningkatan kepemilikan izin edar BPOM yang saat ini masih di bawah 50 pelaku usaha di Makassar. Dukungan diberikan melalui pendampingan perizinan, pengujian produk gratis, serta keringanan biaya PNBP.
Baca Juga:
- 2026, Tarif Listrik Rumah Tangga hingga Industri Aman
- Warga Keluhkan Aksi Tangkap-Lepas Oknum Intel Kodim Sidrap
- Rumah Peduli Mario Diresmikan, Perkuat Rehabilitasi Narkoba
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas OPD dan BBPOM dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia menekankan kewajiban sertifikat laik sanitasi dan higienitas bagi UMKM kuliner, termasuk standar fasilitas toilet, demi menjaga kesehatan publik dan citra Kota Makassar.
Munafri juga menyoroti pentingnya sosialisasi penggunaan obat yang rasional, khususnya antibiotik, serta berharap BBPOM terus berperan aktif dalam edukasi dan pengawasan guna mencegah penyalahgunaan obat di masyarakat. (***)
