Munafri Evaluasi Pengelolaan Sampah, Dorong PSEL dan Sanitary

Sabtu, 04 April 2026 13:46 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

1001071781.jpg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin terus mematangkan penanganan persoalan sampah secara komprehensif dan berkelanjutan.

Meski dalam suasana libur, Munafri tetap memimpin rapat strategis bersama jajaran SKPD di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar (Anging Mamiri), Jumat (3/4/2026). Fokus utama pembahasan adalah penguatan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) serta evaluasi sistem pengelolaan sampah kota.

Munafri menegaskan, program PSEL merupakan amanah pemerintah pusat yang harus dijalankan secara serius dan konsisten.

“Hari libur pun kita tetap bekerja. Ini bagian dari komitmen menyelesaikan persoalan strategis, termasuk PSEL di Kota Makassar,” ujarnya.

Baca Juga: 

Ia menilai, PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi jangka panjang untuk mengatasi kompleksitas persoalan sampah perkotaan.

Selain itu, Pemkot Makassar juga mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari metode open dumping menuju sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.

“Sistem ini penting untuk mengurangi dampak pencemaran tanah, air, dan udara,” jelasnya.

Munafri menjelaskan, konsep sanitary landfill dilengkapi dengan lapisan pelindung, pengelolaan air lindi, serta penutupan tanah secara berkala, berbeda dengan sistem open dumping yang hanya menumpuk sampah tanpa pengelolaan optimal.

Lebih lanjut, Pemkot Makassar telah menyusun road map pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Strategi tersebut mencakup pengurangan sampah dari sumber melalui konsep reduce, reuse, recycle (3R), penguatan bank sampah, optimalisasi TPS3R, hingga pemanfaatan teknologi seperti maggot, kompos, dan RDF (Refuse Derived Fuel).

“Fokus kita meminimalisir sampah dari sumber sekaligus mendorong ekonomi sirkular. Ini bagian dari target menjadikan Makassar sebagai kota dengan pengelolaan sampah modern,” tuturnya.

Sebagai solusi jangka panjang, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) juga terus didorong untuk mengurangi penumpukan sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.

Baca Juga: 

Munafri menargetkan dalam beberapa bulan ke depan, pengelolaan TPA Antang sudah beralih ke sistem sanitary landfill dengan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Dalam rapat tersebut, ia juga mengevaluasi sejumlah program strategis agar tetap berjalan sesuai rencana dan target.

“Kita kontrol semua program, yang belum maksimal kita dorong agar lebih optimal,” pungkasnya. (*)