UMKM
Rabu, 04 Februari 2026 15:19 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA – Banyak pelaku UMKM menganggap viralitas di media sosial adalah sebuah keberuntungan atau "nasib-nasiban". Namun, dalam webinar Mitme Day yang digelar pada Selasa, 3 Februari 2026 kemarin, mitos tersebut dipatahkan. Mengusung tema “Jurus Potensi Viral: Optimasi Digital Marketing Agar UMKM Naik Kelas”, Mitme.id kembali menunjukkan komitmennya sebagai wadah edukasi strategis bagi para pengusaha kecil dan menengah.
Webinar yang berlangsung interaktif ini menghadirkan Bhekti Setyowibowo, M.Si, seorang Dosen Praktisi dari Binus Malang sekaligus Founder @muaramedia.id. Dalam paparannya, Bhekti menegaskan bahwa di tahun 2026, viralitas adalah hasil dari perancangan yang matang, bukan sekadar ketidaksengajaan.
Membedah algoritma dan psikologi konten, Mas Bhekti menjelaskan bahwa kunci utama digital marketing bukan sekadar mencari penonton (viewer), melainkan menciptakan konten yang memang dibutuhkan oleh penonton. "Jangan cari viewer untuk kontenmu, tapi carikan konten untuk viewer-mu," ungkapnya.
BACA JUGA: Mitme Soroti Pentingnya Lakukan Riset Pasar bagi UMKM
Beberapa poin penting yang dibagikan Mas Bhekti untuk membantu UMKM naik kelas antara lain:
Lebih dari Sekadar Aplikasi Melalui seri webinar ini, Mitme.id memposisikan diri bukan hanya sebagai penyedia aplikasi manajemen usaha, tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan bagi UMKM. Mitme.id secara konsisten menghadirkan pakar di bidangnya untuk memastikan pengguna aplikasinya memiliki wawasan pemasaran yang setara dengan perusahaan besar.
Edukasi mengenai User Persona dan segmentasi pasar juga menjadi sorotan. Mas Bhekti mencontohkan bagaimana kesalahan distribusi konten, seperti memasarkan produk Gen X di platform yang didominasi Gen Z, sering menjadi penyebab gagalnya kampanye digital UMKM.
Dengan adanya webinar ini, para peserta diharapkan dapat langsung mempraktikkan narasi unik pada produk mereka masing-masing, sehingga target "Naik Kelas" di tahun 2026 bukan sekadar slogan, melainkan hasil dari strategi yang terukur.