Sabtu, 28 Maret 2026 16:02 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com - Indonesia masih menjadi net importir minyak pada 2026 karena produksi domestik hanya mampu memenuhi sekitar 40% kebutuhan nasional. Kekurangan pasokan ditutup melalui impor lebih dari 1 juta barel per hari, sehingga membuat APBN sangat sensitif terhadap kenaikan harga minyak dunia dan berpotensi meningkatkan beban subsidi energi.
Kondisi ini terjadi karena adanya kesenjangan besar antara produksi dan konsumsi energi nasional. Produksi minyak Indonesia berada di kisaran 600–700 ribu barel per hari, sementara konsumsi telah menembus 1,4–1,7 juta barel per hari. Selisih inilah yang harus dipenuhi melalui impor, terutama minyak mentah dan produk BBM jadi.
Ketergantungan impor tersebut membuat Indonesia sangat terpapar fluktuasi harga global. Ketika harga minyak dunia naik di atas asumsi APBN (sekitar US$70 per barel), pemerintah harus menanggung selisihnya melalui subsidi dan kompensasi energi agar harga BBM domestik tetap stabil.
Baca Juga:
Pengelolaan migas Indonesia terbagi dalam dua sektor utama: hulu (eksplorasi & produksi) dan hilir (distribusi & penjualan).
Struktur ini menunjukkan bahwa negara memiliki kontrol kuat, tetapi tetap bergantung pada investasi swasta untuk eksplorasi.
Artinya: produksi masih stagnan dan belum mengalami lonjakan signifikan dalam satu dekade terakhir.
Pemerintah dan SKK Migas melakukan beberapa strategi:
Fokus utama: menarik investasi karena eksplorasi berisiko tinggi dan mahal.
Indonesia impor minyak karena konsumsi jauh lebih besar dibanding produksi domestik.
Tujuan:
Pendorong utama:
Defisit: sekitar 800.000 – 1 juta bph
Dampak : Setiap kenaikan US$1 → beban subsidi naik Rp3–4 triliun
Risiko: Gangguan global → langsung berdampak ke dalam negeri
Struktur migas Indonesia sebenarnya kuat dari sisi kelembagaan, tetapi menghadapi masalah fundamental berupa ketimpangan antara produksi dan konsumsi. Selama produksi tidak meningkat signifikan, Indonesia akan terus bergantung pada impor dan rentan terhadap gejolak harga minyak global.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Muhammad Imam Hatami pada 28 Mar 2026