IGS 2026 Buka Jalan Sister City, 8 Negara Jajaki Kerja Sama Pemkot Makassar

Kamis, 25 Juni 2026 09:29 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

a956bd4b-a543-4ff6-9683-45e7a15521c5.jpeg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi budaya dan investasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama internasional bagi Pemerintah Kota Makassar. Sedikitnya delapan negara menyatakan minat untuk menjajaki kemitraan dengan Kota Makassar, termasuk melalui skema Sister City.

Penjajakan tersebut berlangsung dalam agenda Bilateral Meeting with Mayor of Makassar yang menjadi bagian dari rangkaian Business Forum IGS 2026 di Hotel The Rinra Makassar, Jalan Metro Tanjung Bunga, Rabu (24/6/2026).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Muh. Mario Said, mengatakan forum investasi dalam IGS 2026 memang dirancang sebagai ruang untuk membangun jejaring dan kerja sama strategis antara Kota Makassar dan negara-negara sahabat.

“Lewat forum IGS, ada pertemuan bilateral, termasuk pertemuan Bapak Wali Kota dengan beberapa negara yang telah menyatakan minat untuk melakukan penjajakan kerja sama,” ujar Mario.

Baca Juga: 

Dari total 41 delegasi yang mewakili 28 negara, terdapat delapan negara yang secara khusus menunjukkan ketertarikan untuk membangun hubungan lebih intensif dengan Kota Makassar. Delapan negara tersebut yakni Costa Rica, Fiji, Polandia, Malaysia, Kamboja, Ukraina, Tunisia, dan Belanda.

Pertemuan bilateral tersebut dihadiri sejumlah perwakilan diplomatik, di antaranya Chargé d’Affaires sekaligus Head of Embassy Costa Rica, Francisco Jose Masis Holdridge, perwakilan Fiji Leone Bainivanua, Duta Besar Polandia Barbara Szymanowska, Minister Counsellor Malaysia Rosnita Hamzah, Duta Besar Kamboja Tean Samnang, serta Chargé d’Affaires Ukraina Yevhenia Shynkarenko. Turut hadir pula delegasi dari Tunisia dan Belanda.

Mario menjelaskan, komunikasi yang terbangun dalam forum tersebut masih berada pada tahap penjajakan awal. Namun, sejumlah negara telah menyampaikan ketertarikan untuk membahas peluang kerja sama yang lebih konkret, termasuk kemungkinan pengembangan hubungan Sister City dengan Makassar.

Selain mempertemukan pemerintah, IGS 2026 juga menjadi wadah pertemuan antara pelaku usaha lokal dan delegasi internasional melalui agenda business to business (B2B). Puluhan pelaku usaha Sulawesi Selatan turut memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada calon mitra dari berbagai negara.

Menurut Mario, sektor perikanan dan hasil laut menjadi salah satu komoditas yang paling banyak menarik perhatian delegasi asing.

“Yang paling besar memang sektor perikanan dan seafood. Makassar memiliki karakter sebagai kota maritim sehingga komoditas ini menjadi salah satu unggulan yang kami tawarkan kepada negara-negara peserta,” katanya.

Selain hasil laut, produk kopi, rempah-rempah, dan berbagai komoditas pangan unggulan Sulawesi Selatan juga menjadi topik pembicaraan dalam forum bisnis tersebut. Bahkan, beberapa perusahaan di sektor perikanan dan ekspor hasil laut mulai melakukan komunikasi awal dengan delegasi negara peserta.

Di sektor investasi infrastruktur, Mario mengungkapkan beberapa negara juga secara khusus meminta waktu bertemu dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk membahas peluang kerja sama pembangunan kota.

“Kami belum merinci bentuk kerja sama yang akan dikembangkan karena masih dalam tahap pembahasan awal,” ujarnya.

Sektor pariwisata juga menjadi fokus promosi Pemkot Makassar. Salah satu proyek yang diperkenalkan kepada para delegasi adalah rencana pengembangan kawasan wisata Pulau Lae-lae yang telah memiliki kajian pengembangan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar.

“Khusus pengembangan Pulau Lae-lae menjadi salah satu prioritas yang dipaparkan kepada para delegasi. Kajian pengembangannya juga sudah disiapkan sehingga dapat menjadi salah satu peluang investasi ke depan,” jelas Mario.

Baca Juga: 

Selain itu, Pemkot Makassar turut memperkenalkan potensi pengembangan kawasan Untia sebagai kawasan ekonomi baru yang terbuka untuk kerja sama investasi dengan pihak swasta.

“Kalau stadion sudah dipastikan menggunakan APBD. Tetapi kawasan Untia yang akan ditawarkan kepada pihak swasta. Stadion diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya kawasan ekonomi baru di wilayah tersebut,” terangnya.

Forum investasi IGS 2026 juga melibatkan 23 pemerintah kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Meskipun sebagian kepala daerah berhalangan hadir karena mengikuti agenda nasional, mereka tetap mengirimkan perwakilan untuk membangun jejaring dengan delegasi internasional.

Melalui rangkaian pertemuan bilateral, forum investasi, dan penjajakan Sister City tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap IGS 2026 menjadi pintu masuk bagi perluasan kerja sama internasional yang tidak hanya mendorong perdagangan dan investasi, tetapi juga pengembangan infrastruktur, pariwisata, pendidikan, serta pertukaran budaya dengan berbagai negara sahabat. (*)