Atasi Banjir Manggala, Pemkot Makassar Normalisasi Drainase

Senin, 09 Maret 2026 05:19 WIB

Penulis:Isman Wahyudi

Editor:El Putra

1001007855.jpg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Kota Makassar mulai melakukan langkah konkret untuk mengatasi banjir tahunan di Kecamatan Manggala, khususnya di kawasan Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang. Atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar menurunkan alat berat excavator untuk melakukan normalisasi drainase, pengerukan sedimen, serta peningkatan kapasitas saluran air di wilayah tersebut.

Selama puluhan tahun, kawasan Manggala dikenal sebagai daerah langganan banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan. Meski telah melalui berbagai periode kepemimpinan, persoalan tersebut belum sepenuhnya terselesaikan.

Pada masa kepemimpinan Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, penanganan banjir di kawasan tersebut mulai dilakukan dengan pendekatan lebih terencana dan berbasis kajian.

Baca Juga: 

Pemerintah Kota Makassar menggandeng akademisi serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk merumuskan langkah strategis dalam mengatasi persoalan banjir di Blok 8 dan Blok 10 Perumnas Antang.

Sebagai tahap awal implementasi, Pemkot Makassar melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar melakukan normalisasi saluran air, pengerukan sedimentasi yang menghambat aliran drainase, serta perbaikan box culvert di sejumlah titik rawan genangan.

Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengatakan pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air sehingga sistem drainase dapat berfungsi lebih optimal saat curah hujan tinggi.

“Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan fungsi saluran air agar aliran drainase tetap lancar serta mengurangi potensi terjadinya genangan saat curah hujan tinggi,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Selain itu, pemerintah juga mengoptimalkan fungsi kolam retensi atau waduk sebagai penampung air saat intensitas hujan tinggi. Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi awal dalam menghadirkan solusi jangka panjang bagi persoalan banjir di kawasan tersebut.

Zuhaelsi menjelaskan, melalui kegiatan normalisasi dan peningkatan kapasitas saluran, sistem drainase di wilayah Blok 10 Antang diharapkan dapat bekerja lebih efektif dalam mengalirkan air menuju saluran pembuangan utama.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, bagaimana solusi nyata agar warga di Blok 10 dan sekitarnya tidak lagi harus mengungsi saat musim hujan. Karena itu normalisasi saluran kami lakukan dengan mendatangkan alat berat excavator,” jelasnya.

Selain pengerukan sedimen, Dinas PU juga melakukan penggantian box culvert yang sebelumnya berukuran lebih kecil. Box culvert lama berdiameter 50 sentimeter kini diganti dengan dimensi lebih besar, yakni 80 sentimeter, guna meningkatkan kapasitas aliran air.

Perubahan dimensi tersebut dilakukan karena saluran berada di jalur pembuangan air di Jalan Kecaping Raya yang terhubung langsung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa, kawasan Antang.

Menurut Zuhaelsi, saat banjir terjadi sebelumnya, aliran air yang keluar dari saluran tersebut sangat kecil sehingga proses pembuangan air menuju saluran utama berlangsung lambat dan menyebabkan genangan bertahan lebih lama di permukiman warga.

Selain penggantian box culvert, Dinas PU Makassar juga melakukan normalisasi saluran di beberapa titik lain di kawasan Blok 10 Perumnas Antang dengan menggunakan excavator PC berkapasitas 4,5 ton untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di dasar saluran.

Normalisasi dilakukan sepanjang jalur drainase mulai dari Jalan Kecaping hingga Jalan Suling di wilayah Blok 10 Perumnas Antang, Kecamatan Manggala.

Sedimen yang selama ini menumpuk dinilai menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung saluran air di kawasan tersebut.

Zuhaelsi menegaskan, Pemerintah Kota Makassar akan terus melakukan pemeliharaan serta peningkatan infrastruktur drainase sebagai bagian dari strategi penanganan genangan dan banjir secara berkelanjutan.

Upaya ini juga menjadi bagian dari penataan sistem pengendalian banjir yang lebih terintegrasi di kawasan timur Makassar, yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah rawan genangan saat musim hujan.

Baca Juga: 

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin juga meninjau langsung kawasan Blok 10 Kecamatan Manggala untuk memastikan proses penanganan banjir berjalan sesuai rencana.

Munafri menjelaskan, sebelum pekerjaan dilakukan, pemerintah kota telah melakukan berbagai kajian teknis dengan melibatkan tim ahli guna memastikan langkah penanganan yang diambil tepat sasaran dan mampu menjadi solusi jangka panjang.

“Kami memastikan proses penanganan ini terus dipantau agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat, sehingga warga tidak lagi harus mengungsi saat musim hujan,” ujar Munafri. (*)