Makassar Kini
Wagub Sulsel dan FKUB Perkuat Sinergi Jaga Kerukunan Umat Beragama
MAKASSARINSIGHT.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) memperkuat sinergi dalam menjaga harmoni sosial dan kerukunan antarumat beragama di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Wakil Gubernur Sulsel menegaskan bahwa kerukunan umat beragama merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah, terutama di provinsi yang memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama seperti Sulawesi Selatan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan FKUB dinilai harus terus diperkuat agar potensi gesekan sosial dapat dicegah sejak dini.
Penguatan sinergi tersebut juga sejalan dengan agenda nasional yang terus mendorong moderasi beragama dan penguatan toleransi di daerah. Dalam berbagai forum nasional, FKUB disebut memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga kondusivitas sosial.
FKUB Sulsel sendiri belakangan aktif terlibat dalam berbagai forum koordinasi lintas daerah dan nasional guna memperkuat strategi pemeliharaan kerukunan. Salah satunya melalui keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi Nasional FKUB 2026 yang mengangkat tema penguatan sinergi pemerintah dan FKUB dalam menjaga persatuan bangsa dan harmoni sosial.
Baca Juga:
- PDAM Makassar Siaga 24 Jam Atasi Krisis Air di Kerung-Kerung
- Pemkot Makassar Kembali Raih WTP, Appi: Bukti Tata Kelola Makin Baik
- Idul Qurban, Ini Cara Aman Bersihkan Daging Kurban Sebelum Dimasak
Selain itu, Kanwil Kementerian Agama Sulsel juga terus mendorong sinkronisasi program kerukunan antara pusat dan daerah agar implementasi di lapangan berjalan lebih terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di Makassar, penguatan toleransi dan moderasi beragama juga diwujudkan melalui berbagai dialog lintas agama yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, aparat keamanan, dan unsur FKUB. Salah satunya melalui Dialog Interaktif Aliran Kepercayaan 2026 yang menekankan pentingnya optimalisasi peran masyarakat dalam menjaga kehidupan toleran dan harmonis.
Wagub Sulsel menilai peran tokoh agama dan FKUB sangat penting dalam meredam potensi konflik sosial di tengah derasnya arus informasi dan polarisasi di media sosial. Ia berharap komunikasi lintas agama terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi isu-isu yang dapat memecah persatuan.
Di sisi lain, isu kerukunan umat beragama memang masih menjadi perhatian nasional. Dalam sejumlah diskusi publik dan forum daring, persoalan pendirian rumah ibadah hingga isu intoleransi masih kerap memicu perdebatan di tengah masyarakat. Beberapa percakapan publik bahkan menyoroti pentingnya kehadiran FKUB sebagai ruang dialog sekaligus perlunya evaluasi terhadap mekanisme yang dianggap masih memicu polemik di lapangan.
Karena itu, Pemprov Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program FKUB, termasuk penguatan edukasi toleransi, moderasi beragama, dan pencegahan konflik sosial berbasis komunitas.
Baca Juga:
- TRC Perumda Parkir Makassar Tertibkan Parkiran Jalan Serigala
- Pemkot Makassar Dekatkan Layanan Adminduk di Kelurahan, Warga Tak Perlu Antre
- Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan, KUR Tembus Rp14,54 Triliun
Melalui penguatan sinergi tersebut, Sulawesi Selatan diharapkan tetap menjadi daerah yang aman, inklusif, dan mampu menjaga keharmonisan antarumat beragama di tengah tantangan sosial yang terus berkembang. (****)
