Makassar Kini
Tekan Inflasi Jelang Lebaran, Pemkot Makassar Gelar Pasar Murah
MAKASSARINSIGHT.com — Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok. Atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, Pemkot Makassar mengerahkan sembilan unit mobil pasar murah keliling guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Program pasar murah keliling tersebut digelar untuk menekan potensi lonjakan harga bahan pangan yang kerap terjadi menjelang Lebaran sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Munafri mengatakan, program ini merupakan bentuk intervensi pemerintah agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang akhir Ramadan.
Baca Juga:
- One Piece Season 2, Lebih Baik dan Lebih Berani
- Munafri Ajak Kejaksaan Kawal Pembangunan dan PAD Makassar
- Ini Jenis Kejahatan Perang yang Mutlak Dilarang di Medan Tempur
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Makassar berupaya menstabilkan harga di pasaran sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan di penghujung Ramadan dan menjelang Idul Fitri,” ujar Munafri usai memimpin rapat koordinasi di Balai Kota Makassar, Selasa (10/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar, Dinas Perdagangan Kota Makassar, para camat se-Kota Makassar, serta Perumda Pasar Makassar Raya.
Menurut Munafri, pasar murah keliling juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sekaligus menekan laju inflasi daerah yang kerap dipicu oleh kenaikan harga komoditas seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur menjelang Lebaran.
Ia menjelaskan, program tersebut mulai dilaksanakan pada Rabu (11/3) dan akan berlangsung selama sepuluh hari terakhir Ramadan dengan menjangkau berbagai wilayah kecamatan di Kota Makassar.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah kota juga menggandeng Perum Bulog untuk memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan yang dijual kepada masyarakat dengan harga lebih terjangkau.
“Mulai besok dan selama sepuluh hari terakhir Ramadan, tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan akan turun langsung bersama bahan kebutuhan pokok dari Bulog untuk menggelar pasar murah di berbagai titik setiap hari,” jelasnya.
Untuk tahap awal, pasar murah dijadwalkan berlangsung di dua lokasi, yakni di Jalan Kapasa Raya tepatnya di halaman Masjid Nurul Amin serta di Kecamatan Mariso, Kelurahan Mattoangin, Kompleks Pesona Dahlia.
Sebanyak sembilan mobil inflasi disiapkan oleh Pemerintah Kota Makassar untuk berkeliling ke berbagai kecamatan. Kehadiran mobil tersebut menjadi bagian dari upaya intervensi pasar guna menekan inflasi daerah yang saat ini tercatat berada di angka 6,23 persen.
Dalam operasi pasar tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya beras SPHP sekitar Rp55.000 hingga Rp58.000 per kemasan, minyak goreng Minyak Kita Rp15.000 per liter, serta gula pasir sekitar Rp17.500 per kilogram.
Munafri menambahkan, setiap hari pemerintah kota akan membuka sekitar delapan hingga sembilan titik pasar murah yang tersebar di berbagai kecamatan.
Baca Juga:
- Konflik AS-Iran Bisa Picu Harga Pertalite Jadi Rp18.000
- Yayasan Agung Podomoro Land Peduli Santuni Ribuan Anak Yatim
- Tokyo Gas dan Hanwa Kunjungi Pohuwato Pastikan Legalitas BJA
“Setiap hari akan ada sekitar tujuh sampai delapan titik yang kita buka untuk merespons kondisi pasar, supaya rantai pasokan tetap stabil dan harga eceran di masyarakat tidak melonjak,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh kecamatan di Kota Makassar untuk bersiaga menyiapkan lokasi pelaksanaan pasar murah, sementara dinas terkait bertugas menyiapkan distribusi bahan pangan dan jadwal operasional mobil inflasi.
Menurut Munafri, kehadiran pasar murah keliling menjadi salah satu langkah konkret pemerintah kota dalam memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih stabil menjelang Idul Fitri.
“Ini bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah menjelang Lebaran,” pungkasnya. (*)
