Makassar Kini
Munafri Tekankan Layanan Cepat, RT/RW Wajib Pakai Lontara+
MAKASSARINSIGHT.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pelayanan publik dan kebersihan lingkungan sebagai fokus utama kerja RT dan RW dalam momentum silaturahmi bersama seluruh Ketua RT/RW se-Kota Makassar di Pantai Bosowa, Minggu (8/2/2026).
Munafri menekankan RT/RW bukan sekadar perangkat administratif, melainkan garda terdepan pemerintah yang bersentuhan langsung dengan warga. Karena dipilih langsung oleh masyarakat, RT/RW diminta membalas amanah dengan kerja nyata, responsif, dan peduli terhadap persoalan lingkungan.
“Saya tidak mau dengar ada RT/RW yang tidak mau mendengar keluhan warga, tidak mau bergaul, apalagi tidak menjalankan program pemerintah,” tegas Munafri.
Baca Juga:
- Waspada Pohon Tumbang, DLH Makassar Buka Hotline Aduan Warga
- Catat! 6 Ide Jualan Takjil Sehat di Bulan Ramadan
- Guru Jadi Fondasi Utama, Appi Perkuat Pendidikan Makassar
Ia menargetkan dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah, pelayanan publik benar-benar dirasakan warga, mulai dari akses kesehatan, pangan, hingga lapangan kerja. Untuk itu, RT/RW diminta aktif melaporkan persoalan wilayah kepada lurah dan camat.
Soal kebersihan, Munafri meminta pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya, mendorong kerja bakti rutin dan pemanfaatan bank sampah. Pemkot Makassar juga menyiapkan penghargaan RT/RW terbaik di akhir tahun dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
Terkait retribusi sampah, pembebasan biaya hanya diberikan kepada warga kurang mampu, salah satunya berdasarkan daya listrik 900 watt, demi menjaga asas keadilan.
Dalam kesempatan itu, Munafri mewajibkan seluruh RT/RW menggunakan Aplikasi Lontara+ sebagai kanal aduan warga. Aduan yang tidak ditindaklanjuti dalam dua hari akan langsung masuk ke ponsel pribadinya untuk dievaluasi.
Baca Juga:
- Munafri Dorong Digitalisasi Bansos Agar Tepat Sasaran
- Mitme.id Bongkar Jurus Rahasia Viral UMKM 2026
- Rekam Jejak dan Kontroversi Misbakhun, Calon Ketua OJK
Ia juga menegaskan pentingnya tata kelola bantuan sosial yang adil dan transparan berbasis digital, menolak praktik nepotisme, serta mengingatkan RT/RW meninggalkan sekat politik dan kepentingan kelompok.
Di akhir arahannya, Munafri melarang segala bentuk pungutan liar di tingkat kelurahan dan meminta RT/RW ikut mengawasi kinerja aparatur.
“RT/RW adalah pilihan masyarakat. Amanah ini harus dijaga untuk membangun Makassar dan meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkasnya. (***)
