Fintech
Adu iPhone 17e vs iPhone 17, Mana yang Terbaik?
MAKASSARINSIGHT.com – iPhone 17e merupakan ponsel terbaru Apple yang ditujukan untuk segmen lebih terjangkau, sekaligus menjadi iPhone generasi terkini dengan harga paling murah yang bisa dibeli saat ini. Meski begitu, selisih harganya hanya sekitar US$200 lebih rendah dibanding model termurah iPhone 17.
Bagi sebagian konsumen, iPhone 17e mungkin sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. Namun, peningkatan spesifikasi pada model di atasnya bisa saja cukup signifikan sehingga layak dipertimbangkan untuk membeli versi yang lebih mahal.
Namun, apakah selisih harga tersebut benar-benar sepadan atau tidak, semuanya kembali pada kebutuhan masing-masing pengguna. Berikut perbandingan iPhone 17e terbaru dengan saudaranya yang sedikit lebih mahal, iPhone 17 standar.
Baca Juga:
- Deng Ical: Niat Awal Board of Peace Bela Gaza
- APLH Laporkan Dugaan Pencemaran & MarkUp Incinerator ke DPRD
- Mojtaba Khamenei, akankah Jadi Ayatollah Berikutnya?
Perbandingan iPhone 17e dan iPhone 17
Dilansir dari Apple Insider, berikut perbandingan iPhone 17e dan iPhone 17:
Dimensi Fisik
Secara keseluruhan, iPhone 17e dan iPhone 17 memiliki banyak kesamaan. Keduanya mengusung desain serupa dengan rangka aluminium serta bagian depan dan belakang berbahan kaca, meskipun tetap ada beberapa perbedaan yang terlihat.
Dari segi ukuran, iPhone 17 sedikit lebih besar. Tingginya mencapai 5,89 inci, sementara iPhone 17e memiliki tinggi 5,78 inci. Namun, iPhone 17 justru sedikit lebih ramping dengan lebar 2,81 inci, dibandingkan 2,82 inci pada model e.
Dari segi ketebalan, keduanya sama-sama memiliki ukuran 0,31 inci. Namun untuk bobot, iPhone 17 sedikit lebih berat dengan 6,24 ons, sedangkan iPhone 17e memiliki berat 5,96 ons. Perbedaan ukuran tersebut tergolong sangat tipis, tetapi masih ada banyak aspek lain yang bisa dibandingkan antara kedua smartphone ini.
Layar

Layar Super Retina XDR pada iPhone 17e pada dasarnya masih sama seperti pendahulunya, iPhone 16e. Ukurannya 6,1 inci dengan panel OLED yang memiliki resolusi 2.532 x 1.170 piksel serta kerapatan 460 piksel per inci.
Sementara itu, iPhone 17 hadir dengan layar yang sedikit lebih besar, yakni 6,3 inci, berkat bezel yang lebih tipis. Resolusinya juga sedikit lebih tinggi, yaitu 2.622 x 1.206 piksel, meski kerapatan pikselnya tetap sama di angka 460 ppi.
Untuk tingkat kecerahan, iPhone 17e mampu mencapai 800 nit dalam penggunaan normal dan hingga 1.200 nit saat menampilkan konten HDR. Sementara, iPhone 17 lebih unggul dengan kecerahan 1.000 nit untuk penggunaan biasa, 1.600 nit pada puncaknya untuk HDR, serta hingga 3.000 nit saat digunakan di luar ruangan.
iPhone 17 juga sudah dilengkapi fitur ProMotion yang memungkinkan refresh rate adaptif hingga 120Hz serta mendukung fitur always-on display, dua hal yang tidak tersedia di iPhone 17e. Beberapa fitur lainnya tetap sama di kedua perangkat, seperti True Tone, dukungan Wide Color (P3), Haptic Touch, dan lapisan oleophobic untuk mengurangi bekas sidik jari.
Perbedaan lain terletak pada kamera TrueDepth. iPhone 17 menggunakan desain Dynamic Island, sedangkan iPhone 17e meski sempat dirumorkan akan mengadopsi fitur yang sama masih mempertahankan notch setidaknya untuk satu tahun lagi.
Kamera
iPhone 17e mengadopsi sistem kamera yang sama seperti iPhone 16e, yakni hanya dibekali satu kamera di bagian belakang.
Kamera Fusion 48 megapiksel tersebut dilengkapi Hybrid Focus Pixels, zoom digital hingga 10x, stabilisasi gambar optik, serta teknologi fotografi komputasional seperti Photonic Engine dan Deep Fusion. Selain itu, tersedia juga fitur Smart HDR 5, Portrait Lighting, dan Night Mode untuk meningkatkan kualitas hasil foto dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Namun, Apple juga mengklaim kamera tersebut bisa berfungsi ganda sebagai lensa Telephoto 2x beresolusi 12MP dengan kualitas setara optik. Pada praktiknya, fitur ini sebenarnya hanya memotong (crop) bagian tengah sensor 48MP sehingga menghasilkan tingkat “zoom” tertentu dan foto 12MP, bukan benar-benar menggunakan lensa telefoto khusus.
Hal ini tentu saja sama seperti kamera utama pada iPhone 17 dalam sistem Dual Fusion-nya, termasuk efek Telephoto yang sebenarnya berbasis pemrosesan digital. Meski begitu, iPhone 17 sudah menggunakan teknologi stabilisasi gambar optik berbasis sensor-shift, yang lebih canggih dibandingkan versi yang ada di iPhone 17e.
Selain kamera utama, iPhone 17 juga dilengkapi satu sensor tambahan, yaitu kamera Fusion Ultra Wide 48MP. Kamera ini menawarkan zoom optik 0,5x dibandingkan bidikan standar kamera utama, sekaligus menghadirkan fitur tambahan seperti fotografi Makro dan Spatial Photos.
Untuk perekaman video, iPhone 17e mampu merekam hingga resolusi 4K dengan Dolby Vision pada 60fps. Perangkat ini juga dilengkapi stabilisasi gambar optik untuk video, zoom digital hingga 6x, serta fitur slow-motion 1080p di 240fps.
Fitur video lainnya mencakup stabilisasi sinematik dalam 4K, autofocus berkelanjutan, QuickTake, serta Night Mode dengan time-lapse. Dari sisi audio, tersedia Audio Zoom, perekaman Spatial Audio dalam stereo, Audio Mix, dan peredam suara angin.
Sedangkan iPhone 17 menawarkan kemampuan lebih lengkap, seperti mode Cinematic 4K 30fps dengan Dolby Vision, Action Mode 2.8K 60fps, perekaman Spatial Video 1080p 30fps, serta video Makro.
Di bagian depan, iPhone 17e dibekali kamera TrueDepth 12MP dengan pemetaan kedalaman untuk Face ID. Kamera ini mendukung Deep Fusion dan Photonic Engine, Portrait Mode dengan Portrait Lighting dan Photographic Styles, Night Mode, serta stabilisasi gambar otomatis.
Untuk video, kamera depan ini mampu merekam 4K 60fps dengan Dolby Vision, stabilisasi video sinematik 4K, dan slow-motion 1080p 120fps.
Sebaliknya, iPhone 17 menggunakan kamera depan 18MP dengan fitur Center Stage yang mampu menghasilkan foto 18MP. Ini menjadi peningkatan besar karena menggunakan lensa berbentuk persegi yang dapat berputar otomatis antara orientasi potret dan lanskap tanpa perlu memutar iPhone secara fisik.
Fitur Center Stage juga membantu menyesuaikan ulang komposisi gambar saat melakukan panggilan FaceTime ketika ada orang lain yang masuk ke dalam frame. Selain itu, fitur ini meningkatkan stabilisasi video dan menghadirkan mode Dual Capture baru yang memungkinkan perekaman dari kamera depan dan belakang secara bersamaan.
Pemrosesan dan Performa
Baik iPhone 17 maupun iPhone 17e sama-sama dipasarkan dengan menggunakan chip A19. Meski terdengar seperti akan menawarkan kinerja yang setara, pada kenyataannya tetap ada perbedaan performa karena keduanya tidak sepenuhnya identik.
Apple memang menyematkan konfigurasi CPU yang serupa, yakni prosesor enam inti pada masing-masing perangkat. CPU tersebut terdiri dari dua inti performa dan empat inti efisiensi, sehingga secara umum keduanya diperkirakan memiliki kemampuan pemrosesan yang relatif sebanding.
Keduanya juga dibekali Neural Engine 16-core yang sama, sehingga kemampuan pemrosesan berbasis kecerdasan buatannya pun identik di antara kedua model tersebut.
Perbedaan terletak pada sektor GPU. iPhone 17 dibekali GPU lima inti pada chip A19, sedangkan iPhone 17e hanya menggunakan GPU empat inti, selisih satu inti. Perbedaan ini tentu berdampak pada performa grafis karena jumlah inti yang bekerja lebih sedikit, sekaligus memengaruhi kinerja dalam tugas berbasis machine learning.
Kedua chip memang sama-sama memiliki Neural Engine 16-core untuk menangani Apple Intelligence dan berbagai tugas pembelajaran mesin. Namun, Apple juga menyematkan Neural Accelerator di setiap inti GPU untuk membantu meningkatkan performa ML.
Dengan satu inti GPU tambahan yang berarti satu Neural Accelerator ekstra, iPhone 17 akan lebih unggul dalam tugas-tugas tersebut dibandingkan iPhone 17e. Untuk pemrosesan CPU inti, hasil benchmark kemungkinan akan cukup mirip di antara keduanya. Namun dalam hal performa grafis dan machine learning, iPhone 17 memiliki sedikit keunggulan.
Konektivitas
Dari sisi koneksi fisik, kedua model sama-sama menggunakan USB-C dan mendukung kecepatan USB 2 hingga 480Mb/detik. Untuk konektivitas seluler, iPhone 17e memakai modem C1X rancangan Apple yang mendukung jaringan 5G sub-6GHz dengan teknologi 4x4 MIMO, tetapi belum mendukung mmWave.
Di sisi lain, iPhone 17 sudah kompatibel dengan 5G mmWave selain sub-6GHz, sehingga menawarkan dukungan jaringan yang lebih lengkap.
Dari sisi konektivitas nirkabel, kedua model sama-sama menggunakan chip nirkabel N1 buatan Apple, dengan dukungan Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6. NFC juga tersedia di keduanya untuk mendukung transaksi Apple Pay.
Namun, iPhone 17 sedikit lebih unggul karena sudah dilengkapi chip Ultra Wideband generasi kedua serta dukungan Thread, sehingga lebih optimal untuk fitur Find My maupun perangkat smart home. Apple juga menyematkan fitur satelit pada kedua model, memungkinkan pengguna mengakses Emergency SOS via Satellite dan Roadside Assistance via Satellite saat berada di area tanpa sinyal seluler.
Daya dan Baterai
Meski memiliki dimensi yang mirip, iPhone 17 menawarkan daya tahan baterai yang lebih lama dibandingkan iPhone 17e.
Untuk pemutaran video, iPhone 17 mampu bertahan hingga 30 jam, sedangkan iPhone 17e mencapai 26 jam. Saat digunakan untuk streaming, daya tahannya turun menjadi 27 jam pada iPhone 17 dan 21 jam pada iPhone 17e.
Untuk pengisian ulang, keduanya mendukung USB-C, Qi, serta MagSafe. Namun, kemampuan MagSafe berbeda: iPhone 17e mendukung pengisian daya nirkabel hingga 12W, sementara iPhone 17 bisa mencapai 25W.
Keduanya juga memiliki fitur fast charging yang memungkinkan baterai terisi hingga 50% dalam waktu singkat. Meski begitu, berkat dukungan adaptor 40W dibandingkan 20W pada iPhone 17e, iPhone 17 dapat mencapai 50% dalam sekitar 20 menit, sedangkan versi yang lebih terjangkau membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Kapasitas, Warna, dan Harga
Apple menghadirkan iPhone 17e dalam pilihan warna Black, White, serta warna baru Soft Pink. Untuk kapasitas penyimpanan, tersedia varian 256GB dengan harga mulai dari US$599 (sekitar Rp10 jutaan), sementara versi 512GB dibanderol US$799 (sekitar Rp13 jutaan).
Sementara itu, iPhone 17 tersedia dalam warna Black, White, Lavender, Sage, dan Mist Blue. Harganya dimulai dari Rp16.731.00 untuk model 256GB, sedangkan varian 512GB dijual dengan harga Rp21,399.000 per Februari 2026.
Baca Juga:
- Produksi Smartphone Picu Bom Waktu Limbah Elektronik
- Wali Kota Makassar Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
- Pemkab Bone–Bank Sulselbar Percepat Layanan Digital
Kapasitas vs Fungsionalitas
Secara umum, iPhone 17 menawarkan cukup banyak keunggulan bagi konsumen. Layar yang sedikit lebih besar dan lebih baik serta peningkatan pada sektor kamera menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang gemar menghasilkan foto berkualitas tinggi.
Ada juga perbedaan performa, di mana chip A19 pada iPhone 17e sedikit tertinggal dalam hal kinerja grafis. Selisih satu inti GPU memang berpengaruh, tetapi tidak terlalu signifikan dalam penggunaan sehari-hari.
Meski begitu, jika menginginkan performa terbaik dari lini iPhone, pilihan yang lebih tepat tentu mengarah ke iPhone 17 Pro. Hal menarik lainnya adalah soal harga, karena selisih harga untuk kapasitas yang setara antara iPhone 17e dan iPhone 17 mencapai US$200.
Jika kamu sudah menyiapkan dana sekitar US$799, iPhone 17 dengan penyimpanan 256GB menjadi pilihan yang lebih masuk akal. Memang, dengan harga yang sama kamu bisa mendapatkan kapasitas dua kali lipat di iPhone 17e, tetapi kamu harus mengorbankan kualitas kamera yang lebih baik, dukungan 5G mmWave, serta sedikit keunggulan dalam performa grafis dan AI.
Pertimbangan soal kapasitas penyimpanan juga tidak terlalu krusial ketika model dasar sudah menawarkan 256GB. Jumlah tersebut tergolong besar untuk smartphone, apalagi dengan semakin populernya layanan penyimpanan berbasis cloud.
Meski begitu, tambahan US$200 bisa terasa cukup berat bagi sebagian orang, dan tidak semua pengguna memiliki fleksibilitas anggaran untuk membayarnya.
Dengan harga paling terjangkau, iPhone 17e tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna dengan keuangan yang terbatas atau mereka yang baru ingin mencoba menggunakan iPhone. Namun, jika mengincar kapasitas lebih tinggi, dan anggaran memungkinkan, memilih iPhone 17 standar akan menjadi keputusan yang lebih bijak.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.id oleh Distika Safara Setianda pada 03 Mar 2026
