Jumat, 16 Oktober 2026 14:52 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin terus menyiapkan langkah konkret untuk merespons kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar dalam beberapa pekan terakhir. Selain memantau perkembangan kualitas udara, Pemerintah Kota Makassar mulai memperkuat persiapan menghadapi musim hujan dengan menormalisasi drainase dan kanal.
Untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi atmosfer dan perkembangan cuaca, Munafri yang akrab disapa Appi mendatangi Kantor BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (16/10/2026).
Kedatangan Appi disambut Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto. Dalam kunjungan tersebut, Appi memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan kabut asap, kualitas udara, dan potensi perubahan cuaca di Makassar.
Menurut Appi, informasi dari BMKG diperlukan sebagai dasar bagi pemerintah kota dalam menentukan langkah penanganan yang tepat, terutama karena penurunan kualitas udara berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat.
Baca Juga:
“Langkah ini kita lakukan untuk memastikan Pemerintah Kota Makassar memiliki gambaran yang lebih akurat dalam menentukan respons terhadap penurunan kualitas udara yang diduga dipengaruhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” ujar Appi.
Ia menegaskan, kunjungannya bukan sekadar untuk mengetahui penyebab kabut asap, melainkan juga mencari langkah yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak penurunan kualitas udara.
“Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara. Kita butuh solusi,” katanya.
“Ini menyangkut kesehatan masyarakat, sehingga tidak lagi bicara sebab dan akibat asap, tetapi solusi apa yang kita lakukan. Nah, ini menjadi bagian dari langkah strategis kami dalam merespons kabut asap yang menyelimuti Makassar,” lanjutnya.
Berdasarkan penjelasan BMKG yang diterimanya saat kunjungan tersebut, kondisi kabut asap disebut relatif menurun dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, Appi menegaskan pemantauan tetap diperlukan agar pemerintah dapat menyesuaikan langkah penanganan dengan perkembangan kondisi di lapangan.
“Menurut BMKG, kondisinya sudah relatif menurun. Karena ini asap kiriman, tapi kita perlu terus memantau perkembangannya agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Di tengah upaya merespons kabut asap, Appi juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Aktivitas tersebut berpotensi memperburuk kualitas udara, terutama ketika wilayah perkotaan masih terdampak asap dari luar daerah.
Menurutnya, menjaga kualitas udara membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat menambah pencemaran udara di lingkungan masing-masing.
Antisipasi Musim Hujan, Drainase dan Kanal Dibersihkan
Selain membahas kabut asap, pertemuan dengan BMKG juga menjadi kesempatan bagi Appi untuk mencermati perkiraan awal musim hujan yang berpotensi memengaruhi kesiapan infrastruktur Kota Makassar.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, peningkatan potensi hujan diperkirakan bergeser sekitar satu bulan, dengan peluang hujan mulai meningkat pada akhir November hingga awal Desember.
Perkiraan tersebut menjadi perhatian pemerintah kota. Periode kering yang berlangsung cukup panjang dinilai perlu dimanfaatkan untuk membenahi saluran air sebelum hujan kembali turun dan meningkatkan risiko genangan maupun banjir.
Appi mengatakan akan memanggil jajaran camat, lurah, serta satuan tugas terkait untuk memperkuat koordinasi dan memastikan langkah antisipasi dilakukan hingga ke tingkat wilayah.
“Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama,” bebernya.
Salah satu langkah yang diperkuat ialah normalisasi drainase, pengangkatan sampah, dan pembersihan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air. Pemerintah kota juga akan meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait untuk membersihkan kanal dan menangani sedimentasi dalam skala lebih besar.
Appi turut meminta seluruh instansi yang berkantor di wilayah Makassar agar rutin membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar kantor masing-masing.
“Sekarang kita masif melakukan normalisasi saluran, mengangkat sampah, dan membersihkan sedimen,” katanya.
“Saya juga akan menyampaikan kepada seluruh instansi agar setiap hari membersihkan wilayah di sekitar kantornya sehingga aliran air tidak terhambat,” lanjutnya.
Menurut Appi, waktu persiapan menjelang musim hujan harus dimanfaatkan secara maksimal. Hambatan aliran air perlu diidentifikasi dan ditangani sedini mungkin agar kapasitas saluran tetap optimal ketika curah hujan meningkat.
Baca Juga:
“Kita tidak punya banyak waktu. Faktor-faktor yang menghambat aliran air harus segera kita benahi. Sedimen perlu diangkat agar aliran air bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Makassar berupaya menjalankan dua agenda sekaligus, yakni memantau perkembangan kabut asap dan menjaga kualitas udara, serta membenahi infrastruktur pengendali air untuk mengantisipasi musim hujan.
Appi berharap, pemantauan bersama BMKG dan penguatan kerja lapangan dapat membantu pemerintah mengambil langkah yang tepat berdasarkan perkembangan cuaca, sekaligus menekan risiko banjir dan genangan di Kota Makassar.
“Pemantauan terus dilakukan, sementara penguatan kebersihan lingkungan dan normalisasi saluran kita harapkan dapat mengurangi risiko banjir saat musim hujan,” tutupnya. (****)