Wali Kota Makassar-Dubes Singapura Bahas Kerja Sama Penguatan SDM ASN & Warga

Rabu, 05 Agustus 2026 17:34 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

e6f7923b-afb9-45fa-acfe-fdd0c8afa3f8.jpeg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Rabu (5/8/2026). (IST)

MAKASSARINSIGHT.com – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima kunjungan Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng, di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu (5/8/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemanfaatan teknologi, hingga pengelolaan lingkungan.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah peluang partisipasi Pemerintah Kota Makassar dalam Singapore Cooperation Programme (SCP), program kerja sama teknis Pemerintah Singapura yang menyediakan pelatihan bagi aparatur pemerintahan dari negara-negara mitra.

Dalam pertemuan itu, Kwok Fook Seng menjelaskan bahwa SCP telah menjadi salah satu instrumen kerja sama Singapura dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di kawasan, termasuk Indonesia.

“Jadi, ini adalah bagian dari kerja sama teknis kami untuk teman-teman kami di kawasan ini. Secara nasional, setiap tahun dari Indonesia, saya rasa kami menerima sekitar 900 peserta pelatihan,” ujar Kwok.

Baca Juga: 

Ia menjelaskan, materi pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga berbagai isu yang berkaitan dengan pembangunan perkotaan. Seluruh biaya pelatihan selama peserta berada di Singapura juga ditanggung melalui program tersebut.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyambut positif tawaran kerja sama itu. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur menjadi salah satu kebutuhan penting untuk memperkuat kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Namun, Munafri berharap manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan aparatur sipil negara (ASN), melainkan juga dapat menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan peningkatan keterampilan.

Dalam diskusi bersama Dubes Singapura, ia mengusulkan agar peluang pelatihan juga dapat dibuka bagi nelayan, petani, maupun kelompok masyarakat lainnya yang memerlukan penguatan kapasitas, terutama dalam pemanfaatan teknologi.

“Kami ingin menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Makassar. Seperti para nelayan dan petani, mereka membutuhkan pengetahuan yang lebih baik, termasuk dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung aktivitas mereka,” kata Munafri.

Menurutnya, penguatan kapasitas masyarakat akan menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

Usai pertemuan, Munafri langsung meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut.

Ia juga menginstruksikan agar informasi mengenai berbagai program pelatihan internasional dapat disebarluaskan secara lebih luas, tidak hanya di lingkungan pemerintah, tetapi juga kepada masyarakat yang memiliki potensi untuk mengikuti program pengembangan kapasitas.

Baca Juga: 

Munafri secara khusus menilai guru, camat, dan lurah merupakan kelompok yang perlu memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan di luar negeri karena dapat memperkaya wawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Program training ini, terutama bagi guru, camat, dan lurah. BKPSDM tolong dibuat agar penyampaian informasi mengenai program-program pelatihan seperti ini bergulir hingga ke masyarakat,” tegasnya.

Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap hubungan dengan Pemerintah Singapura semakin erat, tidak hanya dalam pengembangan kapasitas SDM aparatur, tetapi juga dalam mendukung peningkatan kualitas masyarakat melalui transfer pengetahuan, teknologi, dan pengalaman di berbagai bidang pembangunan.  (****)