Rabu, 23 September 2026 16:35 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, membuka ruang dialog dengan para purnabakti perusahaan. Pertemuan tersebut membahas sejumlah aspirasi pensiunan, termasuk pemenuhan hak purnabakti serta rencana pembentukan wadah bagi mantan pegawai PDAM Makassar.
Andi Syahrum menerima langsung perwakilan purnabakti Perumda Air Minum Kota Makassar di Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar, Jalan Ratulangi, Rabu (23/9/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi para purnabakti untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian mereka kepada manajemen perusahaan.
Perwakilan purnabakti, H Aziz Maddo, mengapresiasi keterbukaan Andi Syahrum yang memberikan kesempatan kepada para pensiunan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Baca Juga:
Menurut Aziz, pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mencari solusi terkait hak pensiunan yang disebut belum seluruhnya diterima oleh sejumlah pegawai yang memasuki masa purnabakti sejak 2019 hingga 2026.
“Alhamdulillah, ini adalah solusi untuk kita bisa mendapatkan hak-hak kita nanti, terutama masalah pensiunan yang pembayaran haknya tertunda sejak 2019 sampai 2026,” ujar Aziz.
Ia mengatakan, kesempatan bertemu langsung dengan manajemen menjadi penting agar persoalan yang dihadapi para purnabakti dapat dibicarakan secara terbuka dan dicari jalan keluarnya bersama.
“Ini adalah upaya teman-teman. Ada lampu hijau dari direktur sekarang untuk menerima kami. Alhamdulillah, keterbukaan dari Pak Dirut sekarang membuat kami bisa bertemu langsung,” katanya.
Selain membahas aspirasi mengenai hak pensiunan, pertemuan tersebut juga membicarakan rencana pembentukan wadah atau persatuan purnabakti Perumda Air Minum Kota Makassar.
Aziz menilai, wadah tersebut diperlukan sebagai ruang bagi para mantan pegawai untuk tetap berkomunikasi, berkumpul, serta menyampaikan aspirasi secara lebih terorganisir kepada manajemen perusahaan.
“Wadah itu sebenarnya dari dulu sudah ada gagasannya. Alhamdulillah, Pak Dirut sekarang merespons dan membantu membuat wadah itu. Kalau ada wadah tempat kita berkumpul, pengurusannya juga akan lebih mudah,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Andi Syahrum yang telah membuka komunikasi dengan para purnabakti.
Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Syahrum mengatakan keberadaan para mantan pegawai tetap memiliki arti penting bagi Perumda Air Minum Kota Makassar.
Menurutnya, perjalanan perusahaan tidak dapat dilepaskan dari kontribusi para pegawai yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun. Karena itu, pengalaman dan gagasan para purnabakti masih dibutuhkan untuk mendukung perkembangan perusahaan.
“PDAM ini tidak bisa juga kalau tidak didukung oleh eks pegawai. Kami masih membutuhkan dukungan dan ide-ide dari teman-teman purnabakti,” kata Andi Syahrum.
Ia juga menyatakan kesiapan manajemen untuk mendukung pembentukan wadah purnabakti. Menurutnya, keberadaan wadah tersebut dapat menjadi sarana untuk menjaga komunikasi sekaligus memperkuat hubungan antara perusahaan dan para mantan pegawai.
“Kami siap membantu purnabakti PDAM. Kita sama-sama,” ujarnya.
Andi Syahrum mengatakan, pengalaman para purnabakti juga dapat menjadi sumber masukan bagi perusahaan dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan air bersih di Kota Makassar.
Salah satunya terkait kebutuhan inovasi dalam menghadapi kondisi kemarau yang dapat memengaruhi ketersediaan air baku.
Baca Juga:
“Kita butuh inovasi agar dalam keadaan apa pun, baik itu kemarau, kita dapat memanfaatkan segala yang ada agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Walaupun ini masih bertahap,” katanya.
Menurutnya, upaya menjaga pelayanan air bersih membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk para mantan pegawai yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Perumda Air Minum Kota Makassar.
Karena itu, ia menyambut baik gagasan pembentukan wadah purnabakti sebagai ruang untuk menghimpun pengalaman, gagasan, dan masukan yang dapat mendukung perusahaan dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
Andi Syahrum berharap wadah tersebut dapat segera terbentuk sehingga komunikasi dan kolaborasi antara perusahaan dengan para purnabakti dapat berjalan lebih terarah. “Kalau bisa secepatnya,” pungkasnya. (****)