Sidrap Pacu Digitalisasi usai Raih TP2DD Terbaik Regional Sulawesi 2025

Senin, 29 Juni 2026 21:46 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

IMG_0822.png
High Level Meeting (HLM) TP2DD dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Triwulan II Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Senin (29/6/2026). (Humas Pemkab Sidrap)

MAKASSARINSIGHT.com, SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menjadikan predikat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Terbaik 2025 Regional Sulawesi sebagai pemacu untuk memperluas implementasi digitalisasi di berbagai sektor pelayanan publik dan ekonomi.

Komitmen tersebut ditegaskan dalam High Level Meeting (HLM) TP2DD dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Triwulan II Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, Senin (29/6/2026).

Kegiatan dipimpin Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif didampingi Wakil Bupati Nurkanaah, serta dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bayu Martanto, Direktur Operasional dan Teknologi Informasi Bank Sulselbar Iswadi Ayub, Ketua DPRD Sidrap Takyuddin Masse, unsur Forkopimda, pimpinan Bank Sulselbar Cabang Sidrap, kepala OPD, camat, hingga kepala pasar.

Dalam arahannya, Syaharuddin menegaskan keberhasilan meraih penghargaan TP2DD terbaik bukanlah tujuan akhir, melainkan awal untuk memperkuat transformasi digital yang berdampak langsung terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: 

“Juara sudah kita rebut, jadikan motivasi untuk mempertahankannya, sehingga digitalisasi daerah makin luas dan berdampak bagi pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Syaharuddin.

Ia mengapresiasi kontribusi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Bank Sulselbar, dan seluruh perangkat daerah yang terlibat dalam pencapaian tersebut. Namun, ia mengingatkan agar prestasi itu dijaga melalui kerja berkelanjutan.

“Kita harus menjaga stabilitas energi dan fisik, karena program ini berkelanjutan. Beres A lanjut B, perlu kontinuitas. Jangan cuma bagus dalam rapat, paling penting bagus dalam pelaksanaan di lapangan,” katanya.

Menurut Syaharuddin, digitalisasi di Sidrap kini telah menjangkau berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Ke depan, Pemkab Sidrap akan memperluas penggunaan transaksi digital, termasuk di pasar-pasar tradisional.

“Ke depan kita maksimalkan di pasar-pasar, termasuk penjual durian dan lainnya,” ujarnya.

Selain QRIS, Pemkab Sidrap juga telah mengimplementasikan Kartu Kredit Indonesia (KKI) bekerja sama dengan Bank Sulselbar sebagai instrumen pembayaran nontunai untuk transaksi belanja pemerintah yang mendukung pengelolaan keuangan daerah lebih cepat, transparan, dan akuntabel.

Di akhir arahannya, Syaharuddin meminta seluruh jajaran mempertahankan prestasi TP2DD.

“Siapkah Anda mempertahankan juara TP2DD?” tanyanya.

Pertanyaan tersebut dijawab serentak para peserta rapat dengan kata, “Siap!”

Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, menambahkan sosialisasi penggunaan QRIS harus terus diperluas disertai pengawasan agar implementasinya berjalan efektif.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah menerapkan pembayaran pajak dan retribusi secara nontunai sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Menurutnya, penyelenggaraan Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) Sulawesi Selatan di Sidrap yang diperkirakan diikuti sekitar 64 ribu peserta juga menjadi momentum memperluas transaksi digital.

“Jika mereka belanja di rumah makan, warung-warung masyarakat menggunakan QRIS, tentu jumlah transaksi nontunai akan sangat tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan Bayu Martanto mengapresiasi capaian Sidrap sebagai TP2DD terbaik 2025.

“Selamat Sidrap juara TP2DD 2025, tapi jangan terlena dan terus berbenah,” katanya.

Baca Juga: 

Bayu menilai tantangan utama digitalisasi bukan lagi pada teknologi, melainkan konsistensi pelaksanaan di lapangan. Ia mendorong penyusunan roadmap yang lebih operasional, optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), penguatan sinergi pemerintah daerah, perbankan dan sektor swasta, serta peningkatan kinerja tim TP2DD.

Ia juga menekankan pentingnya aparatur sipil negara (ASN) menjadi teladan dalam penggunaan transaksi digital agar budaya pembayaran nontunai semakin berkembang di masyarakat.

Direktur Operasional dan Teknologi Informasi Bank Sulselbar, Iswadi Ayub, menegaskan pihaknya akan terus mendukung digitalisasi daerah melalui layanan QRIS, virtual account, dan berbagai inovasi perbankan digital.

“Bank Sulselbar berkomitmen menjaga dan mendukung layanan digital di daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Sidrap, Muhammad Rohady Ramadhan, melaporkan seluruh penerimaan pajak daerah pada Triwulan II 2026 telah dilakukan melalui kanal transaksi nontunai dengan nilai mencapai Rp47,27 miliar.

Adapun realisasi penerimaan retribusi melalui QRIS telah mencapai 59,39 persen dari total penerimaan sebesar Rp1,95 miliar.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan kotak amal berbasis QRIS kepada Masjid Raya Rappang dan Masjid Darul Ridho Kompleks SKPD Sidrap sebagai bagian dari perluasan ekosistem transaksi digital di rumah ibadah. Sejumlah peserta rapat turut mencoba fasilitas tersebut dengan melakukan donasi menggunakan QRIS. (****)