Respons Aduan, Pemkot Makassar Padamkan Kebakaran Sampah di Jalan Leimena

Selasa, 21 Juli 2026 07:55 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

e11667f3-70ad-47bd-ac2c-e03e31bff3bd.jpeg
IST (IST)

MAKASSARINSIGHT.com – Pemerintah Kota Makassar melalui Kecamatan Panakkukang bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebakaran tumpukan sampah di Jalan Dr. Leimena (Middle Ring Road), Kelurahan Tello Baru, Kecamatan Panakkukang, Senin (20/7/2026).

Kebakaran tersebut menimbulkan asap pekat yang mengganggu jarak pandang pengendara di ruas jalan penghubung Perintis Kemerdekaan menuju Kecamatan Manggala dan sebaliknya.

Camat Panakkukang, Syahril, mengatakan laporan warga diterima melalui aplikasi Lontara+ dan langsung ditindaklanjuti bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar.

“Saya bersama lurah langsung menuju lokasi di Jalan Middle Ring Road. Berdasarkan informasi yang kami peroleh di lapangan, pembakaran sampah diduga dilakukan oleh seorang yang mengalami gangguan jiwa,” ujarnya.

Baca Juga: 

Menurut Syahril, kejadian serupa telah berulang kali terjadi di kawasan tersebut. Ia menegaskan sumber persoalan bukan hanya keberadaan tumpukan sampah liar, tetapi juga adanya dugaan aktivitas pembakaran yang dilakukan oleh orang yang sama.

Petugas tidak hanya melakukan pemadaman api, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang maupun membakar sampah secara sembarangan.

Syahril menjelaskan kawasan Jalan Dr. Leimena masih didominasi lahan terbuka dengan vegetasi dan semak belukar. Minimnya penerangan pada malam hari membuat lokasi tersebut kerap dimanfaatkan oknum untuk membuang sampah secara ilegal.

“Persoalan ini memang sudah sering berulang. Lokasinya sangat luas, sementara di sisi kiri dan kanan jalan masih berupa kawasan berhutan sehingga pada malam hari kondisinya cukup gelap. Situasi ini sering dimanfaatkan orang untuk membuang sampah,” katanya.

Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah kecamatan, tumpukan sampah yang dibuang secara liar kemudian diduga dibakar sehingga menghasilkan asap tebal yang berulang kali memicu keluhan masyarakat.

“Karena lokasinya dekat kawasan berhutan, asap yang ditimbulkan cukup banyak sehingga sering mengganggu pengguna jalan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pemerintah kecamatan bersama Damkarmat telah beberapa kali melakukan penanganan di lokasi yang sama.

“Sudah sekitar empat kali kami bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan penyiraman di lokasi ini. Jadi bukan hanya hari ini, tetapi sudah beberapa kali kami tangani,” jelas Syahril.

Berdasarkan informasi yang diterima aparat di lapangan, orang yang diduga melakukan pembakaran tersebut disebut berasal dari wilayah Moncongloe dan diduga datang pada dini hari sebelum kembali meninggalkan lokasi. Namun demikian, pemerintah masih akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan yang tepat.

Di sisi lain, Pemerintah Kecamatan Panakkukang mengaku rutin melakukan pembersihan sampah di kawasan tersebut. Namun upaya tersebut sering terkendala karena masih adanya masyarakat yang membuang sampah secara sembarangan, termasuk dari wilayah perbatasan Kota Makassar.

“Setiap hari kami membersihkan sampah. Namun pada malam hari kembali ada yang membuang sampah di lokasi ini. Bahkan terkadang ada kendaraan yang datang tengah malam untuk membuang sampah di sepanjang jalan,” katanya.

Baca Juga: 

Untuk mencegah kejadian serupa terus berulang, Pemerintah Kecamatan Panakkukang akan meningkatkan koordinasi dengan perangkat daerah terkait, termasuk dalam penanganan terhadap orang yang diduga melakukan pembakaran serta pengawasan terhadap praktik pembuangan sampah liar.

“Kami akan terus melakukan antisipasi. Sampah akan kami bersihkan setiap hari, sementara penanganan terhadap orang yang diduga melakukan pembakaran akan kami koordinasikan dengan instansi terkait,” ujar Syahril.

Ia memastikan api telah berhasil dipadamkan dan kondisi lalu lintas di Jalan Dr. Leimena kembali normal.

“Apinya sudah padam. Setiap aduan masyarakat yang masuk selalu kami tindak lanjuti bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Kominfo. Jadi laporan masyarakat tidak diabaikan, semuanya kami respons secepat mungkin,” tutupnya. (****)