Selasa, 03 Februari 2026 00:28 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Parkir Makassar mulai melakukan uji coba sistem parkir digital di sejumlah titik sebagai bagian dari langkah modernisasi layanan perparkiran di Kota Makassar. Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai lebih praktis, transparan, dan mampu meminimalkan praktik pungutan liar.
Uji coba parkir digital itu dilakukan melalui penggunaan metode pembayaran non-tunai dan sistem pencatatan elektronik yang memungkinkan transaksi parkir tercatat secara otomatis. Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar transformasi layanan parkir yang tengah disiapkan secara bertahap oleh Perumda Parkir bersama Pemerintah Kota Makassar.
Direktur Utama Perumda Parkir Makassar, Adi Rasyid Ali, sebelumnya menegaskan bahwa digitalisasi menjadi solusi untuk memperbaiki tata kelola parkir sekaligus meningkatkan transparansi pendapatan daerah dari sektor parkir. Sistem digital juga dinilai dapat meminimalkan potensi kebocoran retribusi yang selama ini menjadi sorotan publik.
Dalam pelaksanaan uji coba, masyarakat disebut mulai merasakan kemudahan karena proses pembayaran menjadi lebih cepat dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada transaksi tunai. Selain itu, pengguna kendaraan juga dapat mengetahui tarif parkir secara lebih jelas sehingga mengurangi potensi pungutan di luar ketentuan resmi.
Digitalisasi parkir juga diharapkan mampu memperkuat pengawasan terhadap juru parkir di lapangan. Sebab, seluruh transaksi nantinya dapat dipantau secara sistematis dan berbasis data real time. Hal ini dianggap penting di tengah maraknya keluhan masyarakat terkait keberadaan jukir liar dan pungutan parkir tanpa karcis di sejumlah titik di Makassar.
Selain penerapan teknologi, Perumda Parkir juga memperkuat pembenahan internal melalui peningkatan disiplin pegawai, patroli rutin, hingga koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan aparat penegak hukum untuk mendukung penataan parkir yang lebih tertib.
Pemerintah Kota Makassar sendiri menargetkan transformasi sistem parkir digital dapat diterapkan secara bertahap di berbagai kawasan strategis hingga beberapa tahun ke depan. Fokus utamanya ialah menciptakan sistem perparkiran yang modern, efisien, serta mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Sejumlah warga yang mencoba sistem tersebut mengaku mendukung langkah digitalisasi karena dianggap lebih aman dan mengurangi potensi konflik antara pengguna kendaraan dan juru parkir. Masyarakat berharap sistem itu dapat diterapkan lebih luas agar pelayanan parkir di Makassar semakin tertib dan profesional.
Dengan respons positif dari masyarakat, Perumda Parkir optimistis digitalisasi dapat menjadi titik awal perubahan besar dalam tata kelola parkir di Kota Makassar, sekaligus menjawab berbagai persoalan klasik yang selama ini menjadi keluhan publik. (****)