Minggu, 05 April 2026 14:13 WIB
Penulis:Isman Wahyudi
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com, BULUKUMBA — Suasana Syawal 1447 Hijriah di Masjid Islamic Center Dato’ Tiro, Bulukumba, diwarnai pesan keummatan yang kuat dalam Tabligh Akbar Nasional Wahdah Islamiyah, Ahad (5/4/2026).
Pemimpin Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, mengajak umat Islam untuk tidak bersikap pasif melihat kondisi Masjid Al-Aqsa dan penderitaan rakyat Palestina.
Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa penutupan Masjid Al-Aqsa selama lebih dari sebulan merupakan duka besar bagi umat Islam di seluruh dunia.
Baca Juga:
“Ini bukan sekadar berita, tetapi kesedihan kita bersama. Kita tidak boleh diam,” tegasnya di hadapan ribuan jamaah.
Ia menyayangkan masih adanya sikap apatis sebagian umat terhadap penderitaan di Gaza, padahal informasi terkait kondisi tersebut telah meluas sejak Ramadan.
Menurutnya, kepedulian dan solidaritas umat menjadi kunci dalam merespons berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di dunia Islam.
Selain itu, ia juga menyinggung dinamika geopolitik di Timur Tengah, termasuk ketegangan antarnegara, yang dinilai tidak boleh mengalihkan fokus utama perjuangan membela kemanusiaan dan keadilan.
“Kita harus melihat persoalan dengan kacamata ketakwaan, bukan emosi atau hawa nafsu,” ujarnya.
Ia mengajak umat untuk tetap bersikap adil dalam menyikapi perbedaan, serta tidak kehilangan arah dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan umat.
Lebih lanjut, Zaitun menyampaikan dukungan terhadap upaya perdamaian dunia, termasuk jika pemerintah mengirimkan misi kemanusiaan ke Gaza sebagai bagian dari kontribusi menjaga perdamaian global.
Baca Juga:
Ia juga menekankan bahwa perjuangan besar harus dimulai dari diri sendiri, melalui penguatan ketakwaan, menjaga lisan, menahan emosi, serta mempererat persatuan antarormas Islam.
“Hati boleh panas, tapi kepala harus tetap dingin,” pesannya.
Sebagai penutup, ia mengingatkan pentingnya menjaga loyalitas terhadap nilai-nilai kebenaran, ajaran Islam, serta kepatuhan terhadap pemimpin dan konstitusi negara, termasuk Pancasila dan UUD 1945.
Melalui pesan tersebut, Zaitun berharap umat Islam dapat memperkuat solidaritas, menjaga persatuan, dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. (***)