MIWF 2026, Wali Kota Appi Dorong MCH Jadi Pusat Talenta Kreatif

Sabtu, 16 Mei 2026 06:48 WIB

Penulis:El Putra

Editor:El Putra

cf81178e-ee30-4295-8aa1-b8ab48df5bd0.jpeg
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi di acara MIWF 2026. (IST)

MAKASSARINSIGHT.com — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan konsep pengembangan Makassar Creative Hub (MCH) sebagai pusat penguatan talenta dan ekosistem industri kreatif generasi muda Kota Makassar.

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menjadi panelis dalam diskusi bertajuk “MCH Talenta Kota: Keberlanjutan Industri Kreatif Makassar untuk Dunia” yang merupakan rangkaian Makassar International Writers Festival 2026 di Benteng Fort Rotterdam, Jumat (15/5/2026).

Dalam paparannya, Munafri yang akrab disapa Appi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar tengah menyiapkan program jangka panjang berbasis visi pembangunan daerah, salah satunya melalui penguatan Makassar Creative Hub sebagai pusat aktivitas kreatif.

Menurutnya, MCH tidak hanya hadir sebagai ruang fisik atau tempat berkegiatan semata, tetapi dirancang menjadi jangkar dari seluruh aktivitas kreatif di Kota Makassar.

Baca Juga: 

“Makassar Creative Hub ini bukan hanya membangun ruang-ruang kelas yang bersekat, tetapi menjadi pusat yang mengoordinasikan seluruh kegiatan kreatif,” ujarnya.

“Ini adalah ruang besar yang bisa digunakan siapa saja, khususnya anak-anak muda yang ingin berkembang dan berkontribusi untuk kota,” sambung Ketua Partai Golkar Makassar itu.

Appi menjelaskan, sektor industri kreatif memiliki banyak subsektor yang terus berkembang sehingga membutuhkan ruang terbuka yang inklusif bagi seluruh pelaku kreatif lintas bidang.

Ia menggambarkan MCH sebagai inkubator ide dan karya, bukan ruang birokrasi yang kaku. Karena itu, pendekatan yang dibangun harus mampu merespons kebutuhan generasi muda secara cepat dan adaptif.

“MCH harus menjadi tempat yang mampu merespons kebutuhan anak muda, bukan justru dibebani proses administratif yang rumit,” jelasnya.

Menurut Munafri, dari ruang kreatif tersebut nantinya dapat lahir berbagai rekomendasi program dan kegiatan yang kemudian difasilitasi pemerintah melalui dukungan pembiayaan, akses jejaring, hingga kolaborasi dengan mitra strategis.

Ia juga mendorong agar MCH memiliki sistem evaluasi dan pelaporan rutin, seperti monthly report, guna memudahkan pemerintah dan komunitas kreatif mencari solusi bersama terhadap berbagai kendala yang dihadapi.

“Kalau ada program yang mengalami kendala, kita duduk bersama mencari solusi. Pemerintah Kota hadir sebagai mediator untuk mempertemukan kebutuhan teman-teman kreatif dengan sumber daya yang ada,” katanya.

Meski demikian, Appi mengakui dukungan pemerintah tetap harus mengikuti mekanisme perencanaan dan aturan birokrasi yang berlaku. Karena itu, perencanaan program perlu disusun lebih awal agar dapat terakomodasi dalam penganggaran daerah.

Sebagai bentuk komitmen, Munafri mengungkapkan bahwa tahun ini Pemerintah Kota Makassar akan menghadirkan tiga Creative Hub di berbagai wilayah kota untuk memperluas akses bagi pelaku industri kreatif.

“Ini untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar hadir dan memberi ruang bagi pertumbuhan kreativitas anak muda di berbagai wilayah kota,” ujarnya.

Baca Juga: 

Ia meyakini penguatan industri kreatif juga akan berdampak terhadap pembangunan sosial, termasuk menekan angka kriminalitas dan kekerasan di kalangan generasi muda.

“Ketika anak-anak muda memiliki ruang untuk berkarya dan mengejar mimpi, mereka akan fokus pada hal-hal positif. Kreativitas inilah yang akan menjadi cerminan masa depan Kota Makassar,” tegasnya.

Di akhir pemaparannya, Munafri mengajak generasi muda memanfaatkan fasilitas yang disiapkan pemerintah melalui Makassar Creative Hub sebagai ruang membangun mimpi dan mengembangkan potensi diri.

“Kami menyiapkan Makassar Creative Hub sebagai ruang untuk membangun mimpi. Silakan manfaatkan fasilitas yang ada, dan sampaikan kebutuhan anak muda. Pemerintah Kota akan berupaya memberikan dukungan terbaik bagi perkembangan dunia kreatif di Kota Makassar,” tutupnya. (*)