Webinar
Jumat, 20 Februari 2026 16:14 WIB
Penulis:Redaksi Daerah
Editor:Redaksi Daerah

JAKARTA – Ketatnya persaingan pasar digital tahun 2026 berdampak pada perang harga di dunia usaha, harga murah bukan lagi satu-satunya magnet bagi pembeli. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini dituntut untuk mampu membangun kedekatan emosional melalui cerita yang kuat. Menjawab tantangan tersebut, Mitme bekerjasama dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Bintan sukses menyelenggarakan Mitme Day bertajuk “Seni Bercerita di Sosial Media: Strategi Menarik Hati Pelanggan Lewat Konten” pada Rabu, 18 Februari 2026.
Acara yang berlangsung secara intensif pada pukul 14.00 - 16.00 WIB ini menghadirkan Kamiliya Nurul Hani, seorang praktisi komunikasi yang juga merupakan representatif dari Mitme Community. Lokakarya ini dihadiri oleh puluhan pelaku usaha yang antusias mempelajari cara mengubah sekadar viewers menjadi pelanggan setia melalui teknik storytelling.
BACA JUGA: Mitme.id Kupas Strategi Digital Marketing UMKM 2026
Dalam sesi tersebut, Kamiliya Nurul Hani menekankan bahwa kesalahan umum banyak UMKM adalah terlalu fokus pada jualan (hard selling) tanpa membangun kepercayaan. "Kekuatan utama UMKM terletak pada orisinalitas ceritanya. Konten yang hebat adalah yang mampu menyampaikan nilai produk sekaligus menyentuh hati audiens. Saat kita berani membagikan proses dan perjuangan membangun bisnis, pelanggan tidak lagi hanya sekadar membeli produk, mereka sedang membangun hubungan emosional dengan kita," ungkap Kamiliya Nurul Hani.
Selama dua jam sesi berjalan, salah satu sorotan utama dalam sesi ini adalah pengenalan Rumus M.A.S (Masalah, Akibat, Solusi). Kamiliya menjelaskan bahwa banyak UMKM gagal dalam konten karena langsung menawarkan produk (hard selling). Melalui rumus ini, pelaku usaha diajak untuk menciptakan koneksi terlebih dahulu sebelum berjualan:
Kegiatan Mitme Day merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Mitme dalam mendukung program digitalisasi UMKM di Indonesia. Mitme percaya bahwa dengan literasi digital yang baik, produk lokal mampu bersaing dengan brand global di platform media sosial seperti Instagram, TikTok, hingga YouTube.
Mitme Community adalah wadah kolaboratif yang berfokus pada pengembangan diri dan pemberdayaan komunitas di era digital. Melalui berbagai kegiatan edukatif, mentoring, dan jejaring, Mitme berkomitmen untuk membantu para, UMKM, pelaku usaha, profesional, dan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan strategis mereka dalam menghadapi dinamika pasar global yang terus berubah.
Tulisan ini telah tayang di kabarsiger.com oleh Redaksi pada 20 Feb 2026