Minggu, 31 Mei 2026 10:46 WIB
Penulis:El Putra
Editor:El Putra

MAKASSARINSIGHT.com — Makassar Half Marathon (MHM) 2026 tidak hanya menjadi pesta olahraga terbesar di Indonesia Timur, tetapi juga terbukti menjadi penggerak ekonomi yang memberikan dampak langsung bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Makassar.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan penyelenggaraan MHM 2026 yang diikuti 12.400 peserta menjadi bukti bahwa Makassar semakin diperhitungkan sebagai destinasi sport tourism nasional.
“Selama tiga hari pelaksanaan MHM di Kota Makassar, kegiatan ini diikuti oleh 12.400 peserta. Artinya, lebih dari 50 persen peserta berasal dari luar Kota Makassar,” ujar Munafri usai menuntaskan kategori 21 Kilometer (21K), Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, tingginya jumlah peserta dari luar daerah menciptakan efek berganda terhadap perekonomian lokal. Ribuan peserta dan pendukung yang datang ke Makassar turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, pusat kuliner, pusat oleh-oleh, hingga industri kreatif.
Baca Juga:
“Hotel-hotel di Kota Makassar penuh sejak tiga hari sebelum pelaksanaan. UMKM, pusat oleh-oleh, pusat jajanan, hingga berbagai industri kreatif mendapatkan dampak yang sangat baik dari event ini,” katanya.
Munafri menegaskan, MHM kini telah berkembang menjadi instrumen strategis Pemerintah Kota Makassar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Karena itu, Pemkot Makassar akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai event berskala besar yang mampu menarik wisatawan dan peserta dari luar daerah.
“Kita berharap kegiatan seperti ini dapat membantu pemerintah mendongkrak pendapatan daerah. Target-target PAD Kota Makassar akan terus kita tingkatkan, salah satunya dengan menghadirkan banyak event yang mampu mengundang orang datang ke Makassar,” ujar Appi.
Ia menilai, dukungan terhadap event olahraga merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat citra Makassar sebagai kota tujuan wisata olahraga serta pusat kegiatan nasional dan internasional.
Munafri bahkan menyebut Makassar Half Marathon sebagai salah satu event lari terbesar di Indonesia Timur yang selalu dinantikan komunitas pelari dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah, ini menjadi salah satu event lari terbesar di Indonesia Timur. Bahkan bisa dikatakan ini adalah lebarannya para pelari,” tuturnya.
Meski sukses menarik ribuan peserta, Pemkot Makassar tetap melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek penyelenggaraan. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar perbaikan agar kualitas MHM terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Kami ingin memastikan kualitas penyelenggaraan semakin baik dan target kita ke depan, event ini harus berstandar internasional,” tegasnya.
Lebih jauh, Munafri menilai MHM memiliki peran penting dalam memperkenalkan Makassar ke tingkat nasional maupun internasional. Event ini dinilai mampu menciptakan multiplier effect yang positif terhadap sektor pariwisata, investasi, dan pembangunan kota secara keseluruhan.
Baca Juga:
“Ini sangat penting untuk memastikan Kota Makassar menjadi magnet, baik untuk sektor wisata maupun investasi sehingga memberikan multiplier effect yang baik terhadap proses pembangunan kota,” ujarnya.
Dengan jumlah peserta yang terus meningkat, dukungan masyarakat yang kuat, serta perbaikan penyelenggaraan yang berkelanjutan, Pemkot Makassar optimistis Makassar Half Marathon akan terus naik kelas dan mendapat pengakuan sebagai ajang lari berstandar internasional.
Pada kesempatan itu, Munafri juga mengajak masyarakat untuk menjaga citra positif Kota Makassar melalui keramahan dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
“Para peserta yang datang telah mengikuti aturan yang berlaku di Kota Makassar, dan masyarakat Makassar juga memperlihatkan hospitality yang baik. Kita juga sedang berjuang menyelesaikan persoalan sampah di kota ini. Kota yang bersih dan indah akan menunjukkan bahwa kota tersebut memiliki masa depan yang baik,” pungkasnya. (****)